Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Indonesia Impor Beras, Keuntungan atau Kerugian?

Indonesia Impor Beras, Keuntungan atau Kerugian?

  • account_circle admin1
  • calendar_month Kam, 18 Jan 2018
  • visibility 258
  • comment 0 komentar
Oleh: Risky Darmawan

Oleh: Risky Darmawan

Maraknya kabar impor beras yang telah dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) pada awal tahun 2018, tentu banyak menimbulkan berbagai perspektif. Pemerintah menilai akhir-akhir ini terjadi lonjakan harga beras di pasaran.

Berdasarkan data yang dikutip dari laman resmi detik.com per tanggal 4 Desember 2017, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis harga beras bulan November 2017. Harga beras kelas medium mengalami kenaikan 1,79 persen, yakni Rp 9.280/Kg. Kenaikan juga diikuti beras kelas premium sebesar 0,38 persen atau Rp 9.539/Kg. Tidak ketinggalan beras kelas rendah pun naik hingga 2,33 persen, yakni Rp 9.039/Kg.

Berdasarkan data tersebut kita dapat melihat semua jenis beras dari beras rendah, medium hingga premium mengalami kenaikan harga. Lalu, strategi apa yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi hal tersebut? Bagaimana pula efek yang dirasakan petani padi?

Langkah Pemerintah

Setelah viral munculnya Peraturan Menteri No. 1 Tahun 2018, menyoal upaya pemerintah dalam menyikapi kenaikan harga beras saat ini yang mencapai kisaran Rp 13.000/Kg. Pemerintah berencana melakukan kebijakan impor beras dari Thailand dan Vietnam sebanyak 500.000 ton. Impor beras tersebut ditargetkan dapat diterima dan dinikmati masyarakat antara akhir Januari hingga awal Februari 2018.

Menurut Enggartiasto Lukita selaku Menteri Perdagangan, menilai kebutuhan masyarakat akan beras medium sangat dominan. Alasan tersebut yang menyebabkan langkah impor beras dinilai tepat untuk menekan harga. Sehingga harga beras medium bisa kembali normal di kisaran Rp 9.450/Kg seperti yang diharapkan masyarakat.

Imbas kebijakan Impor Beras

Kebijakan pemerintah yang menghendaki impor beras dari Thailand dan Vietnam, seakan menjadi kabar buruk bagi para petani padi dalam negeri. Pasalnya, waktu mengeluarkan wacana impor beras tersebut mendekati waktu panen raya, otomatis akan sangat berpengaruh pada pendapatan petani lokal.

Panen raya yang diperkirakan akan terjadi di awal Maret, tentu akan menimbulkan stok berlebih jika impor beras tetap dilakukan. Seperti pada teori penawaran, apabila stok barang (padi) melimpah akan menimbulkan turunya harga. Apabila harga barang turun, otomatis penjualan dari hasil panen tersebut sangatlah sedikit. Alhasil, petani merugi banyak.

Semestinya sebelum pemerintah mengambil kebijakan impor beras, terlebih dahulu memikirkan kesejahteraan petani lokal. Saya menilai langkah pemerintah ini cenderung tergesa-gesa mengingat kebijakan ini mendekati musim panen raya. Alangkah lebih baik jika pemerintah lebih memprioritaskan kesejahteraan petani ketimbang impor dari negara asing. Misalnya mengalokasikan dana untuk pembangunan irigasi agar panen bisa merata, supaya tidak lagi menggantungkan air hujan untuk pengairan sawah. Sehingga masalah kelangkaan bisa sedikit teratasi dan kestabilan harga dapat dikelola dengan baik, sehingga kesejahteraan petani bisa lebih terjamin. [i].

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Refleksi Hardiknas; Mahasiswa FEBI Suarakan Keresahan, Dekan Menjawab

    Refleksi Hardiknas; Mahasiswa FEBI Suarakan Keresahan, Dekan Menjawab

    • calendar_month Jum, 3 Mei 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 193
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) bekerja sama dengan seluruh Ormawa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo menggelar aksi FEBI BERSUARA. Bertempat di depan land mark Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Dihadiri oleh Nur Fatoni selaku Dekan FEBI beserta jajarannya, dan para Aliansi Mahasiswa FEBI […]

  • Pawai Yatim Mandiri Pikat Pengunjung Simpang Lima

    Pawai Yatim Mandiri Pikat Pengunjung Simpang Lima

    • calendar_month Sel, 10 Mar 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 140
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Ada yang berbeda pada peringatan car free day di Simpang Lima Semarang, terdapat segerombolan anak-anak yang bermain marching band. Minggu, (08/03/2015). Pada hari tersebut bertepatan dengan ulang tahun ke-21 Yatim Mandiri. Yatim mandiri merupakan sebuah lembaga nirlaba yang fokus pada upaya memandirikan anak yatim dan dhuafa melalui dana infaq, sedekah dan wakaf. Lembaga ini […]

  • Wisuda 2 Sesi UIN Walisongo 2023 Memicu kemacetan

    Wisuda 2 Sesi UIN Walisongo 2023 Memicu kemacetan

    • calendar_month Rab, 23 Agu 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 204
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Wisuda Akbar Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang memicu kemacetan di daerah Ngaliyan, Semarang Barat. Pada Rabu, (23/8/2023) UIN Walisongo telah resmi meluluskan 1.807 wisudawan dan wisudawati yang mana acaranya dibagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama dimulai pukul 07.00 dan sesi kedua dimulai pukul 13.00 di Auditorium 2 Kampus 3 UIN Walisongo. Saat pergantian […]

  • Keseimbangan Hidup

    Keseimbangan Hidup

    • calendar_month Jum, 8 Des 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Judul               : Hidup itu Harus Pintar Ngegas dan Ngerem Penulis             : Emha Ainun Nadjib Penerbit           : Noura Books Cetakan           : Kelima, September 2017 Halaman          : x + 230 halaman. ISBN               : 978-602-385-150-8 Peresensi         : Mukhammad Faridul Huda Buku karya Emha Ainun Najib (Cak Nun) ini merupakan buku yang tergolong ringan untuk dibaca dibanding buku-buku lain […]

  • Yang Perlu Dilakukan Media untuk Meredam Panik,  Adanya Pandemi Covid-19

    Yang Perlu Dilakukan Media untuk Meredam Panik,  Adanya Pandemi Covid-19

    • calendar_month Rab, 25 Mar 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Sudah seyogyanya media berfungsi untuk membantu mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera manusia. Media sendiri merupakan bentuk jamak dari medium yang berasal dari bahasa latin medius yang berarti tengah. Dalam bahasa Indonesia, tepatnya Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menyebutkan bahwa media adalah alat (sarana) komunikasi seperti koran, majalah, radio, televise, film, poster dan spanduk […]

  • UIN Walisongo Semarang Eratkan Kerjasama dengan 23 Universitas dari China

    UIN Walisongo Semarang Eratkan Kerjasama dengan 23 Universitas dari China

    • calendar_month Sab, 26 Okt 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 269
    • 0Komentar

    lpminvest.com – UIN Walisongo Semarang melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) guna mempererat kerjasama dengan 23 universitas dari China. Acara yang bertajuk “Jianngsu Education Expo 2019” itu bertempat di Auditorium 2 kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Jum’at, (25/10/2019). ”Tujuan diadakannya Jiangsu Education Expo intinya adalah agar adanya hubungan dan kerjasama antara UIN Walisongo dengan universitas […]

expand_less