Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Tanah Air Beta Terampas Kapitalis

Tanah Air Beta Terampas Kapitalis

  • account_circle admin1
  • calendar_month Kam, 7 Des 2017
  • visibility 925
  • comment 0 komentar

Oleh: Akhyar Manarul HF

Ungkapan Indonesia Tanah Air Beta tentu sudah tidak asing lagi bagi rakyat Indonesia. Negara dengan kekayaan yang sangat melimpah menjadi surga dunia bagi rakyatnya. Namun kini Indonesia Tanah Air Kapitalis seolah lebih tepat diungkapkan. Rakyat tergusur oleh kepentingan asing dan para pemilik modal yang hendak menguasai kekayaan Indonesia. Mirisnya, hal tersebut terjadi di negara yang tujuan pendiriannya ialah mensejahterakan rakyat.

Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33 ayat 3 dan 4 menyebutkan bahwa “Bumi, air, dankekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat [3] Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional [4]”.

Dari pasal tersebuttelahtertera dengan jelas bahwa kekayaan alam dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat, guna mencukupi kebutuhan sehari-hari dan hidup layak. Selain itu, dalam pengelolaan sumber daya alam untuk kepentingan ekonomi harus ramah lingkungan sehingga tidak merusak ekosistem. Serta berprinsip pada pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.

Sampai saat ini yang terjadi justru sebaliknya, rakyat harus mengalah dengan para pemilik modal dalam pemanfaatan sumber daya alam. Dua tahun lalu publik dihebohkan dengan kontroversi pembangunan reklamasi Teluk Jakarta. Isu ini sudah tercium sejak Orde Baru dengan adanya Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 52 Tahun 1995 tentang Pantai Utara Jakarta. Namun pembangunannyabaru terealisasipadaakhir Oktober 2015 silam, di masa Gubernur Basuki Tjahaja Purnama.

Pembangunan tersebut tentu mendapat pertentangan dari berbagai kalangan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang pesisir utara Pantai Jakarta. Tercatat sedikitnya 125.000 nelayan kehilangansumber kehidupannya dari laut. Sebab laut yang awalnya terbentang luas,diubah menjadi daratan beton dengan gedung-gedung megah yang menjulang. Air Laut Utara pantai Jakarta pun tercemar. Akibatnya, nelayan susah mencari ikan dan pendapatan mereka berkurang.

Sampai saat ini, pemerintah Jakarta masih dilema akan proyek reklamasi tersebut. Bangunan-bangunan raksasa sudah mulai berdiri kokoh.Jika proyek tersebut dihentikan, maka berapa triliun yang terbuang sia-sia. Namun jika proyek tersebut dilanjutkan,dampak negatifnya akan dirasakan masyarakat.

Kasus yang tidak kalah menggegerkan, ialah pemberian ijin oleh Pemerintah Kabupaten Rembang atas pembangunan pabrik semen kepada PT. Semen Indonesia (persero) pada 14 Oktober 2010, dengan mengeluarkan Keputusan Bupati Nomor 545/68/2010 mengenai Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP).  Sontak pemberian izin ini menimbulkan pro kontra di berbagai kalangan.

Menanggapi sikap pemerintah Rembang yang dinilai lebih berpihak kepada pemilik modal, masyarakat, khususnya para petani sekitar Pegunungan Kendeng melakukan perlawanan.Dengan keyakinan adanya dampak buruk yang akan terjadi seperti hilangnya mata pencaharian petani di sekitar pegunungan Kendeng, mereka nekat melakukan demonstrasi. Bahkan para petani menyemen kakinya sebagai bentuk penolakan keras.

Alhasil, Mahkamah Agung mengeluarkan Putusan Peninjauan Kembali Nomor 99 PK/TUN/2016 tanggal 5 Oktober 2016 yang mengabulkan gugatan petani Kendeng dan mencabut Izin Lingkungan PT Semen Indonesia di Kabupaten Rembang. Namun tak lama kemudian, izin baru pembangunan diberikan kembali kepada PT Semen Indonesiamelalui Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 660.1/6 Tahun 2017 tanggal 23 Februari 2017. Keputusan tersebut tentu menimbulkan kekecewaan yang mendalam bagimasyarakat Kendeng. Pemerintah seolah abai dengan kepentingan rakyat.

Satu lagi, kasus yang masih hangat dibicarakan ialah eksploitasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) di lereng Gunung Slamet. Proyek tersebut dikembangkan oleh  PT Sejahtera Alam Energi (PT SAE) dengan memanfaatkan gas bumi yang ada dalam perut Gunung Slamet.

Nantinya, PLTB akan menjadi sumber tenaga listrik tahun 2022. Dari total 22 titik panas bumi di kawasan Gunung Slamet saat ini, sudah ada 2 yang dibuka pada tahap awal ini dengan luas sekitar 3 hektar. Namun, baru sejauh ini saja dampak buruk yang dirasakan sudah cukup mengkhawatirkan. Hutan menjadi gundul, akibatnya aliran Sungai Prukutut di lereng selatan Gunung Slametmenjadi keruh.Hewan-hewan yang tinggal di hutan pun kehilangan habitatnya, lalu turun gunung dan mengancam keamanan warga.

Dari aspek lingkungan, eksploitasi sumber daya alam seperti kasus-kasus di atas jelas tidak dibenarkan. Eksploitasi akan mengganggu keseimbangan ekosistem dan kelangsungan hidup generasi mendatang. Tidak hanya itu, kasus-kasus di atas mengindikasikan hak rakyat seolah dirampas. Rakyat terpinggirkan oleh kepentingan-kepentingan kapitalis tak bertanggung jawab. Rasa nasionalisme seakan tertutupi oleh sifat materialis yang menyebabkan hilangnya empati mereka akan penderitaan rakyat.

Maka sudah seharusnya pemerintah lebih peduli dengan rakyat. Jangan sampai kekayaan Indonesia hanya dimiliki oleh segelintir orang. Rakyat juga berhak mendapatkan haknya sebagai warga negara untuk dapat memanfaatkan kekayaan alam Indonesia sesuai yang diamanatkan dalam UUD 1945.

Mengetahui hal tersebut, adanya peningkatan nasionalisme juga dirasa perlu. Nasionalisme akan menjadi pegangan dan pengontrol dalam membuat dan melaksanakan kebijakan. Seseorang dengan nasionalisme yang tinggi tidak akan merusak tanah airnya demi kepentingan pribadi, namun ia akan mencintai tanah airnya dan berusaha menjaga bangsanya.

Rentetan peringatan hari bersejarah, diantaranya Hari Santri Nasional, Hari Sumpah Pemuda, serta Hari Pahlawan baru-baru inimenjadi momentum bagi rakyat Indonesia untuk instrospeksi diri. Agar lebih mencintai tanah air dan sadar bahwa pembangunan bukan hanya untuk kepentingan segelintir orang (para pemilik modal), akan tetapi untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Indonesia. Jadi, kekayaan Tanah Air Beta jangan sampai lepas dirampas kapitalis.(i)

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkembangan Industri Halal di Indonesia: Peluang Besar di Tengah Tantangan Global

    Perkembangan Industri Halal di Indonesia: Peluang Besar di Tengah Tantangan Global

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 1.307
    • 0Komentar

    Oleh: Miftakhu Rozaq Industri halal saat ini menjadi salah satu sektor yang berkembang pesat dan banyak diperbincangkan, baik di tingkat nasional maupun global. Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia memiliki peluang yang sangat besar untuk menjadi pusat industri halal dunia. Hal ini menjadikan industri halal sebagai topik yang masih hangat dan […]

  • Enterpreneurship Santri; Mindset Baru Kaum Santri

    Enterpreneurship Santri; Mindset Baru Kaum Santri

    • calendar_month Ming, 10 Des 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 878
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Santri biasanya selalu diidentikkan dengan hal-hal yang berbau agama saja. Namun melalui seminar nasional (semnas) bertajuk Enterpreneurship Santri, Ikatan Mahasiswa Roudhotul Ulum (IKAMARU) Cabang Semarang memberikan mindset baru terkait peranan santri dalam bidang ekonomi. Semnas tersebut bertempat di DPW PPP Mangkang. Jumat, (09/12/2017). “Di zaman yang semakin modern saat ini, banyak orang kesulitan mencari […]

  • Merespon Omnibus Law UU Cipta Kerja, Ratusan Buruh dan Pekerja Kembali Turun ke Jalan

    Merespon Omnibus Law UU Cipta Kerja, Ratusan Buruh dan Pekerja Kembali Turun ke Jalan

    • calendar_month Sen, 12 Okt 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 647
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Ratusan buruh dan pekerja yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) mengadakan aksi di depan kantor Gubernur Jawa Tengah. Senin, (12/10/2020). Heru, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) KSPN, mengaku akan terus mengawal Rancangan Undang-undang Omnibus Law yang telah disahkan DPR agar tidak ada poin yang merugikan buruh. “Dari Januari sampai Oktober KSPN […]

  • UIN Walisongo Semarang Eratkan Kerjasama dengan 23 Universitas dari China

    UIN Walisongo Semarang Eratkan Kerjasama dengan 23 Universitas dari China

    • calendar_month Sab, 26 Okt 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 1.327
    • 0Komentar

    lpminvest.com – UIN Walisongo Semarang melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) guna mempererat kerjasama dengan 23 universitas dari China. Acara yang bertajuk “Jianngsu Education Expo 2019” itu bertempat di Auditorium 2 kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Jum’at, (25/10/2019). ”Tujuan diadakannya Jiangsu Education Expo intinya adalah agar adanya hubungan dan kerjasama antara UIN Walisongo dengan universitas […]

  • KOBI Selenggarakan Seminar Bisnis Penuh Motivasi di Era Society 5.0

    KOBI Selenggarakan Seminar Bisnis Penuh Motivasi di Era Society 5.0

    • calendar_month Kam, 24 Nov 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 807
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Komunitas Bisnis (KOBI) dari FEBI UIN Walisongo menyelenggarakan Seminar Nasional pada Kamis, (24/11/2022) yang dilaksanakan di Audit 1 Kampus 1. Mengangkat tema “Membangun Jiwa Bisnis Inovatif dan Kreatif di Era Society 5.0”, Seminar Nasional ini membahas tentang Society 5.0 serta tentang bagaimana memulai sebuah bisnis. Hal tersebut disampaikan oleh […]

  • Gerobak Dilahap Api, Mahasiswa UIN Walisongo Gagal Jualan

    Gerobak Dilahap Api, Mahasiswa UIN Walisongo Gagal Jualan

    • calendar_month Jum, 25 Agu 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 974
    • 0Komentar

    lpminvest.c­om– kebakaran melahap lahan kosong samping perumahan BPI Blok Q Ngaliyan-Semarang. Tujuh gerobak milik pedagang terbakar habis atas insiden tersebut. Jumat, (25/8/17). Menurut saksi mata, Api berasal bagian atas perumahan BPI blok Q sekitar pukul 09.00 WIB. Warga sekitar baru menyadari ketika api mulai membesar dan menyebar hingga trotoar tempat pedagang kaki lima berjualan. “Saya […]

expand_less