Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Kenalkan Industri Lokal, BEM UNNES Gelar Dialog Interaktif

Kenalkan Industri Lokal, BEM UNNES Gelar Dialog Interaktif

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sab, 6 Mei 2017
  • visibility 771
  • comment 0 komentar
tampak beberapa peserta yang sedang mengikuti jalannya diskusi. sumber : bemkmunnes@instagram

tampak beberapa peserta yang sedang mengikuti jalannya diskusi. sumber : bemkmunnes@instagram

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarng (UNNES-red) gelar dialog interaktif bersama DPD RI di gedung Dekanat lantai III Fakultas Teknik UNNES. Jumat, (5/5/17).

Acara yang mengusung tema “Peluang dan Tantangan Ekonomi Kreatif” ini tidak hanya dihadiri civitas akademika UNNES, tetapi juga dihadiri oleh civitas akademika universitas lainnya yang ada di Semarang.

Ketua BEM Fakultas Teknik, Muhammad Adib mengatakan bahwa mahasiswa perlu mengenal industri-industri lokal.

“Industri-industri yang menjadi potensi lokal patut untuk dikenali,” tuturnya saat menyampaikan sambutan dalam acara dialog interaktif.

Pasalnya, anak-anak muda yang melek gadget dan IT justru lebih paham untuk bercerita dan mengkritisi kreatifitas daerah lain daripada potensi yang ada di lingkungan sekitarnya.

“Bahkan kita tidak tahu apa yang kita punya dan potensi di negara sendiri itu apa,” ungkapnya.

Hal ini yang menyebabkan perlunya membahas inisiatif generasi muda untuk mengembangkan potensi lokal yang ada.

“Ekonomi kreatif tidak hanya menghasilkan suatu barang, jasa juga bisa. Intinya sesuatu yang biasa-biasa saja bisa menjadi menarik dan membuat orang tertarik jika kita berikan sentuhan-sentuhan kreatifitas,” ujar DPD RI, Denty Eka Widi Pratiwi saat menyampaikan materi.

Menurut Denty, dalam kurun waktu 2012-2035 jumlah penduduk Indonesia diprediksi meningkat secara tajam. Hal ini yang menjadi peluang sekaligus tantangan bagi Indonesia. Maka dari itu, diperlukan adanya pengembangan bisnis melalui ekonomi kreatif.

“Pengembangan ekonomi kreatif harus melalui beberapa komponen. Di antaranya adalah kelembagaan yang terdiri dari pemerintah, bisnis, faktor intelektual dan home industry. Demikian juga harus ada industri pemberdayaan, pemasaran, dan teknologi yang selanjutnya bisa menjadi pilar-pilar ekonomi kreatif,” paparnya dalam dialog interaktif tersebut.

(Anis-[i]).

 

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ia, yang Terpaksa Melacur

    Ia, yang Terpaksa Melacur

    • calendar_month Sen, 17 Okt 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 879
    • 0Komentar

    AKU tak benar-benar mengenalnya, hanya saja aku sempat tahu nama belakangnya, Syafa, kala itu, kira-kira dua tahun yang lalu, aku berjalan di sore yang riuh di Jalan Prof. Hamka Ngaliyan Semarang. Tak sengaja ia berada di halte bus depan Ngaliyan Square, karena dari jauh ia memandangku tajam, lalu ketika dekat, kuberanikan diri untuk menghentikan langkahku […]

  • FORNAS MESYA Deklarasikan Dukungan Pembumian Ekonomi Syariah di Indonesia

    FORNAS MESYA Deklarasikan Dukungan Pembumian Ekonomi Syariah di Indonesia

    • calendar_month Ming, 20 Okt 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 713
    • 0Komentar

    lpminvess.com –  Serangkaian acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Nasional Mahasiswa Ekonomi Syariah (FORNAS MESYA) ditutup dengan deklarasi dukungan terhadap pembumian ekonomi syariah di Indonesia. Deklarasi tersebut dilaksanakan di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang secara serentak oleh para delegasi dan dipimpin langsung oleh presiden baru FORNAS MESYA, Muhammad Rafsanjani. Sabtu, (19/10/2019). Rangkaian acara Rakernas […]

  • MABA Sampaikan Keluhan Fasilitas Pada Konsolidasi Akbar Usut Tuntas Kebijakan Ma’had

    MABA Sampaikan Keluhan Fasilitas Pada Konsolidasi Akbar Usut Tuntas Kebijakan Ma’had

    • calendar_month Sel, 8 Agu 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 1.067
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Kebijakan wajib ma’had bagi Mahasiswa Baru (MABA) 2023 menuai banyak kontroversi. Banyak keluhan dari MABA yang terus bermunculan, salah satunya terkait fasilitas yang diterima tidak sesuai dengan nominal yang mereka bayarkan. Pada konsolidasi yang diselenggarakan oleh DEMA-U & SEMA-U bersama Aliansi Mahasiswa Walisongo menjadi wadah bagi MABA untuk mengutarakan keluhannya selama tinggal di ma’had […]

  • Haidar Bagir; Islam Tuhan, Islam Manusia

    Haidar Bagir; Islam Tuhan, Islam Manusia

    • calendar_month Jum, 14 Apr 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 960
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Komunitas Rahim Bangsa kembali menggelar event bertajuk Diskusi Buku, dengan mengangkat tema “Islam Tuhan, Islam Manusia” yang bertempat di gedung A lt. 3 Kampus III,  Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), UIN Walisongo Semarang.  Sabtu, (14/4/2017). Menurut Nur Hasyim, koordinator Rahim Bangsa, saat memberi sambutan, acara diskusi buku ini merupakan bagian dari upaya komunitas […]

  • ASING

    ASING

    • calendar_month Jum, 12 Jan 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 633
    • 0Komentar

    ASING Oleh : Aisyah Hakimatunnisa Tuan, apakah kau tau? Kita adalah asingMenyerupai sebuah langit yang tak kenal dengan hujanDiturunkan oleh awan abu sebelum hujan menyapa langit indah itu Seperti raga yang tak berjiwaYang bertahan, berdiriDiancam oleh banyak sayatan luka Aku tak tahu, TuanEntah dirimu atau aku yang memiliki ego tinggiAtaukah memang kita sama-sama tidak tau?Tentang […]

  • Raih Skripsi Terbaik dengan Uninstall Rasa Malas Versi Muflihatul Qodriyah  

    Raih Skripsi Terbaik dengan Uninstall Rasa Malas Versi Muflihatul Qodriyah  

    • calendar_month Rab, 29 Jan 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 685
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Dengan aktivitas kerja membuat  Muflihatul Qodriyah  harus menunda pembuatan skripsi. Justru penundaan ini membawanya untuk sandang skripsi terbaik tingkat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang. “Saya kan akhir semester 7 mulai kerja freelance, cuma berlanjut gitu kontrak berapa bulan lanjut lagi jadi kesulitan bagi waktu. Pernah kerja sambil garap skripsi tapi […]

expand_less