Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Kenalkan Industri Lokal, BEM UNNES Gelar Dialog Interaktif

Kenalkan Industri Lokal, BEM UNNES Gelar Dialog Interaktif

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sab, 6 Mei 2017
  • visibility 376
  • comment 0 komentar

tampak beberapa peserta yang sedang mengikuti jalannya diskusi. sumber : bemkmunnes@instagram

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarng (UNNES-red) gelar dialog interaktif bersama DPD RI di gedung Dekanat lantai III Fakultas Teknik UNNES. Jumat, (5/5/17).

Acara yang mengusung tema “Peluang dan Tantangan Ekonomi Kreatif” ini tidak hanya dihadiri civitas akademika UNNES, tetapi juga dihadiri oleh civitas akademika universitas lainnya yang ada di Semarang.

Ketua BEM Fakultas Teknik, Muhammad Adib mengatakan bahwa mahasiswa perlu mengenal industri-industri lokal.

“Industri-industri yang menjadi potensi lokal patut untuk dikenali,” tuturnya saat menyampaikan sambutan dalam acara dialog interaktif.

Pasalnya, anak-anak muda yang melek gadget dan IT justru lebih paham untuk bercerita dan mengkritisi kreatifitas daerah lain daripada potensi yang ada di lingkungan sekitarnya.

“Bahkan kita tidak tahu apa yang kita punya dan potensi di negara sendiri itu apa,” ungkapnya.

Hal ini yang menyebabkan perlunya membahas inisiatif generasi muda untuk mengembangkan potensi lokal yang ada.

“Ekonomi kreatif tidak hanya menghasilkan suatu barang, jasa juga bisa. Intinya sesuatu yang biasa-biasa saja bisa menjadi menarik dan membuat orang tertarik jika kita berikan sentuhan-sentuhan kreatifitas,” ujar DPD RI, Denty Eka Widi Pratiwi saat menyampaikan materi.

Menurut Denty, dalam kurun waktu 2012-2035 jumlah penduduk Indonesia diprediksi meningkat secara tajam. Hal ini yang menjadi peluang sekaligus tantangan bagi Indonesia. Maka dari itu, diperlukan adanya pengembangan bisnis melalui ekonomi kreatif.

“Pengembangan ekonomi kreatif harus melalui beberapa komponen. Di antaranya adalah kelembagaan yang terdiri dari pemerintah, bisnis, faktor intelektual dan home industry. Demikian juga harus ada industri pemberdayaan, pemasaran, dan teknologi yang selanjutnya bisa menjadi pilar-pilar ekonomi kreatif,” paparnya dalam dialog interaktif tersebut.

(Anis-[i]).

 

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ahmad Furqon; Mahasiswa Harus Lulus Tepat Waktu

    • calendar_month Sab, 8 Apr 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 487
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Mahasiswa Ekonomi Islam tahun angkatan 2014 mengikuti sarasehan yang bertempat di auditorium I Lt. 2 Kampus 1 UIN Walisongo Semarang. Jumat, (7/04). Ahmad Furqon, menjelaskan bahwa pelaksanaan sarasehan bertujuan agar mahasiswa dapat lulus tepat waktu, yaitu maksimal pada semester delapan. “Sosialisasi ini dilaksanakan agar mahasiswa memiliki target, salah satunya adalah mahasiswa Ekonomi Islam dapat […]

  • Polemik JKN, Mandataris DEMA-U Bacakan Press Release di Hadapan Birokrasi

    • calendar_month Kam, 4 Jan 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 434
    • 0Komentar

    Lpminvest.com- Menindaklanjuti pengumuman nomor B-4285/Un.10.0/B1/KU.00.1/12/2017 tertangal 29 Desember 2017 tentang kewajiban melaporkan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasioal (JKN- red) secara online, maka pihak birokrasi UIN Walisongo Semarang adakan pertemuan terkait penjelasan teknis tentang Jaminan Kesehatan Nasional.  Acara dilaksanakan  di Ruang Sidang Rektorat Lantai 3, Kampus 1 UIN Walisongo Semarang. Kamis, (4/01/2017). Acara yang berlangsung sejak pukul […]

  • Ibu

    • calendar_month Kam, 10 Apr 2025
    • account_circle admin1
    • visibility 374
    • 0Komentar

    Oleh: Reza Adnan Sofa Dimasa kau dilahirkan, Mereka kegirangan, heran, Menerang setiap jimpit ruang yang kita jejaki, Dengan melihat lalu menghargai, Orang-orang seakan berlari terburu-buru ke arah yang sama, Arah yang ternyata tidak ada yang tahu itu di mana, Yang pada akhirnya tersimpulkan, Saling menginjak, dan tidak menghiraukan, Ibu pernah bilang nadinya sekuat baja, Sayang […]

  • SPE 2020, Menelisik Ekonomi Kapitalis di Tengah Pandemi

    • calendar_month Sab, 18 Jul 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 418
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Sekolah Pemikiran Ekonomi (SPE)  adalah agenda tahunan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Invest Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumbya, acara kali ini dilakukan secara virtual melalui Google Meet. Diikuti kurang lebih 35 mahasiswa dan berlangsung selama tiga hari yakni tanggal 17 hingga 19 Juli 2020. Bertajuk Membangun Opini […]

  • LPM Invest Menumbuhkan Suasana Akademik Kru Lewat SPE

    • calendar_month Sen, 25 Feb 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 331
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Guna menjaga budaya literasi kru di saat libur perkuliahan, LPM Invest menggelar kegiatan Sekolah Pemikiran Ekonomi (SPE) yang bertajuk Membangun Insan Pers yang Kritis dalam Menghadapi Tantangan Ekonomi. Selain menjaga budaya literasi, SPE juga bertujuan sebagai upaya untuk memberikan penguatan landasan berpikir bagi kru di bidang ekonomi. “Kegiatan ini wajib diikuti oleh wadyabala […]

  • Tanah Air Beta Terampas Kapitalis

    • calendar_month Kam, 7 Des 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 453
    • 0Komentar

    Oleh: Akhyar Manarul HF Ungkapan Indonesia Tanah Air Beta tentu sudah tidak asing lagi bagi rakyat Indonesia. Negara dengan kekayaan yang sangat melimpah menjadi surga dunia bagi rakyatnya. Namun kini Indonesia Tanah Air Kapitalis seolah lebih tepat diungkapkan. Rakyat tergusur oleh kepentingan asing dan para pemilik modal yang hendak menguasai kekayaan Indonesia. Mirisnya, hal tersebut […]

expand_less
Exit mobile version