Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » SASTRA » CERPEN » Ia, yang Terpaksa Melacur

Ia, yang Terpaksa Melacur

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sen, 17 Okt 2016
  • visibility 838
  • comment 0 komentar

AKU tak benar-benar mengenalnya, hanya saja aku sempat tahu nama belakangnya, Syafa, kala itu, kira-kira dua tahun yang lalu, aku berjalan di sore yang riuh di Jalan Prof. Hamka Ngaliyan Semarang. Tak sengaja ia berada di halte bus depan Ngaliyan Square, karena dari jauh ia memandangku tajam, lalu ketika dekat, kuberanikan diri untuk menghentikan langkahku sejenak di halte tempat ia menunggu bus. Walaupun aku tidak hendak menunggu bus, hanya saja tiba-tiba aku ingin berkenalan dengannya. “Maaf, ikut duduk ya, saya kelelahan mau ikut istirahat,” aku berucap ke perempuan bermata sabit itu.

“Silahkan mas,” begitu ia menjawabnya, tentu dengan nada dingin, sedingin sorot matanya.

“Apakah aku boleh tahu Nona hendak kemana?,” tanyaku, bermaksud memulai pembicaraan.

“Aku hendak ke terminal Terboyo mas,” ia menjawab seperlunya.

“Nama Nona siapa? Kalau saya boleh tahu,” selidikku sembari aku mengalihkan arah badanku ke arahnya, “sreeetttt..,” yang semula aku menghadap ke arah jalan.

“Namaku Syafa, maaf ada apa ya mas,” ia menjawab dan kembali melempar tanya.

“Nggak ada apa-apa Nona, hanya saja dari tadi aku melihat Nona dari kejauhan, Nona tampak memandangku, aku penasaran, ada apa?,” aku menjawab lalu kembali bertanya.

“Oh, iya mas, soalnya dari tadi di halte ini sepi banget, saya takut, maaf, makannya saya tadi memperhatikan mas, karena ada laki-laki dan di sini dalam keadaan sepi,” ia menjelaskan.

“Paham!” jawabku singkat.

Tidak lama perbincanganku dengan Nona Syafa, bus Trans Semarang datang dari arah Boja, “saya duluan mas,” ia pamit, “Boleh saya minta nomor kontak Nona? Siapa tahu kita bisa bersua di lain waktu,” tanyaku yang hanya dibalas dengan senyum simpul, tampak lesung pipi yang sangat indah. Sungguh.

Aku bingung, permintaanku hanya dibalas dengan senyum, apa maksudnya, setelah senyuman itu kemudian ia melangkahkan kakinya ke arah pintu masuk bus, aku tak langsung beranjak dari dudukku, tanpa sadar kuperhatikan laju bus yang dinaikinya sampai bus benar-benar hilang dari pandanganku. Baru kemudian aku melanjutkan perjalananku, karena aku ada janji dengan teman di sebuah cafe tepat di ujung jalan.

***

Malam pun  tiba, di rumah, masih ramai seperti malam biasanya, namun, entah kenapa rasa sepi mulai menggangguku, tidak seperti biasanya, biasanya aku ikut larut dalam keramaian itu. Maka kuputuskan untuk beranjak ke kamar belakang, kamar yang biasanya kugunakan untuk menulis esay, cerpen, opini, atau apa saja yang butuh kutulis.

Aku duduk menghadap laptop yang masih terlipat, segera kubuka dan kuhidupkan, bermaksud untuk menulis opini yang akan kukirim ke koran Minggu, namun, jari tetaplah jari, yang akan bergerak ketika digerakkan, gerakan jari harus diikuti dengan pikiran yang fresh, agar tulisan terarah dan berisi. Bebal, malam ini sungguh otakku bebal, terganggu senyum simpul perempuan di halte sore tadi. Tapi sayang, aku hanya tahu nama belakangnya saja, aku gagal mendapat kontaknya. Gelisah mulai menyergap.

Aku beranjak dari kursi jengki tempat biasa aku menulis, aku berbaring di kasur lantai bersama dengan serakan buku-buku. Aku memandang ke arah langit-langit rumah, aku kaget, kenapa ada wajah perempuan sore tadi?, “aiihh..,” aku menyadari kalau aku terbayang-bayang dengan perempuan bernama belakang Syafa itu.

“Tok.. tok.. tok..,” suara dari belik pintu.

“Masuk,” sautku

“Kamu ngapain kok sendirian, nggak nimbrung di ruang tv sama adik-adikmu?,” tanya tamuku.

Ia yang mengetuk pintu yang mengganggu lamunanku itu bernama Rozi, ia temanku sejak kecil, “wah, kebetulan, sini aku mau cerita,” segera kusuruh ia duduk di sampingku.

Kuceritakan mengenai perempuan yang kutemui sore tadi, ia hanya mengangguk mendengarkan dengan seksama ceritaku, lalu ia bertanya “ciri-cirinya gimana?, kok sepertinya aku tidak asing dengan nama perempuan yang mengganggu pikiranmu itu,” tanyanya tanpa basa-basi.

“Nama perempuan itu Syafa,” jawabku setelah menyedot rokok kretek yang sedari tadi hanya kuletakkan di lekukan atas asbak kaca.

“Oalahhhhh…..,” setengah berteriak menandakan ia tahu perempuan yang ku maksud.

“Aku kenal dia, dia temanku kuliah, ia benar akan ke Terboyo, karena memang ia mondok tidak jauh dari terminal Terboyo,” jawabnya, yang langsung kusambut dengan teriakan “horeeeee…,” ia terperangah melihat aku berteriak, “kenapa hore?,” tanyanya. “Kalau kamu tahu perempuan bermata sabit itu berarti kan aku bisa minta kamu kontak dia,” jawabku.

“Gampang kalau soal itu,” ia menyanggupi permintaanku.

***

Temanku, yang mengganggu lamunanku itu bercerita panjang lebar mengenai latar belakang perempuan berlesung pipi sore tadi. Tak kusangka, ternyata di balik senyumannya, ia, si perempuan indah itu, menyimpan lara yang mendalam, ia adalah perempun yang sedang mondok di sekitar terminal Terboyo, ia juga bekas pelacur, ia mondok karena setiap ia melayani laki-laki setiap malamnya hatinya meronta tak karuan, lalu ia putuskan berhenti, dan mencari ketenangan di pondok, mungkin kalau menurut pelacur lain, melakukan sex untuk bekerja dan sekaligus mendapatkan uang, tapi tidak dengan Syafa, ia melacur karena dipaksa keadaan, ibunya terlilit utang ke rentenir, padahal ibunya sedang sakit keras, hanya ia anak satu-satunya, bapaknya meninggal dua tahun lalu. Maka ia harus menanggung beban sedemikian berat untuk membantu ibunya melunasi hutang, dan mencari uang untuk biaya berobat rutin setiap minggunya.

Air mataku meleleh, tanpa sadar pipiku basah, air mata tak tertahankan, dalam hati sontak berucap, “ternyata ia memendam beban yang begitu berat, bahkan, aku yang sebagai laki-laki belum tentu mampu menanggung beban seberat itu,”.

***

Semoga, semoga saja aku dipertemukan kembali dengan perempuan bernama belakang Syafa itu, perempuan yang rela melacur untuk membantu ibu yang sangat ia cintai, dan semoga perempuan berlesung pipi itu tetap kuat menjalani hidupnya, sungguh, aku ingin bersua kembali di lain kesempatan, tentu aku akan menghibur laranya. Bersabarlah kau, wahai perempuan kuat yang mengganggu malamku. Selamat malam dan selamat istirahat, biar aku mempersiapkan diriku untuk bersua kembali denganmu, barangkali diberi kesempatan. Semoga saja.

Oleh: M. Maulana Ali_Pemred LPM Invest

  • Penulis: admin1

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peluk Lara dalam Asa

    Peluk Lara dalam Asa

    • calendar_month Jum, 2 Jun 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 699
    • 0Komentar

    Peluk Lara dalam Asa Oleh : Ummi Zahrotun N Kaki yang hampir tak kuat berpijak Telinga yang hampir saja tuli Lisan yang hampir saja membisu Raga yang hampir saja goyah Hati yang hampir saja mati Angan-angan yang hampir saja musnah Perjalanan berkelana ini sungguh melelahkan, Tuhan Kelana ini hanya dipenuhi dengan ketidakmungkinan Kelana ini hanya […]

  • Рейтинг лучших онлайн казино России 2026 года

    Рейтинг лучших онлайн казино России 2026 года

    • calendar_month Sel, 24 Okt 2023
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 340
    • 0Komentar

    img { width: 750px; } iframe.movie { width: 750px; height: 450px; } Лучшие онлайн казино России в 2026 году рейтинг Готовы открыть для себя новые возможности в сфере азартных игр? Рекомендуем обратить внимание на тщательно отобранные ресурсы, которые обеспечивают игрокам безопасный и удобный игровой процесс. Эти места предлагают не только разнообразие игр, но и заманчивые […]

  • Wadek III Baru FEBI Tekankan Kerjasama antar Ormawa FEBI

    Wadek III Baru FEBI Tekankan Kerjasama antar Ormawa FEBI

    • calendar_month Rab, 4 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 649
    • 0Komentar

    Perkenalan dan koordinasi antara Wakil Dekan (WD) III baru, Saekhu dengan kader lembaga kemahasiswaan dan Unit Kegiatan Mahahasiswa (UKM) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) berlangsung di Gedung H3. Petemuan perdana ini juga dihadiri oleh Khoirul Anwar selaku  demisioner WD III serta Kasubag Akademik dan Kemahasiswaan FEBI Muhaemin. Rabu, (5/9/2019). Bagi Saekhu, kontribusi Unit […]

  • Berbeda dari Tahun Sebelumnya, Kontingen Bersamai Maskot Fakultas 2023

    Berbeda dari Tahun Sebelumnya, Kontingen Bersamai Maskot Fakultas 2023

    • calendar_month Jum, 4 Agu 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 1.096
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Jumat (4/8/2023) Pembukaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2023 terdapat beberapa rangkaian acara. Salah satunya penampilan maskot yakni penampilan ciri khas setiap fakultas sebagai bentuk pengenalan kepada Mahasiswa baru Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang.  Penampilan maskot kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya dengan adanya kontingen Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) di setiap fakultas […]

  • Dorong Potensi UMKM Dusun Watulawang, Mahasiswa KKN MP Nawasena Gandeng WHC Lakukan Pendampingan Sertifikasi Halal

    Dorong Potensi UMKM Dusun Watulawang, Mahasiswa KKN MP Nawasena Gandeng WHC Lakukan Pendampingan Sertifikasi Halal

    • calendar_month Ming, 21 Jul 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 709
    • 0Komentar

    KKN MP (Kuliah Kerja Nyata Mandiri Pengakuan) Nawasena UIN Walisongo Semarang kembali menggelar kegiatan Pendampingan Sertifikasi Halal  pada Minggu, 21 Juli 2024 pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini berlangsung di Dusun Watulawang tepatnya di Posko KKN MP Nawasena. Kegiatan pendampingan sertifikasi halal yang dilakukan kedua kalinya ini bertujuan untuk membantu UMKM yang ada di Dusun Watulawang […]

  • Cabor Tenis Meja Sumbang Medali Perak untuk FEBI

    Cabor Tenis Meja Sumbang Medali Perak untuk FEBI

    • calendar_month Rab, 18 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 1.367
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) berhasil sabet juara dua tenis meja kategori ganda putra di Olahraga Seni Ilmiah dan Keterampilan (Orsenik). Perlombaan berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) UIN Walisongo. Cabor ini dibagi menjadi empat cabang yaitu ganda putra, ganda putri, tunggal putra, dan tunggal putri. Selasa, (18/9/2019). Medali perak tersebut disumbangkan oleh […]

expand_less