Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Asuransi, wadah gotong-royong bagi masyarakat.

Asuransi, wadah gotong-royong bagi masyarakat.

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sel, 4 Nov 2014
  • visibility 795
  • comment 0 komentar

Semarang, Invest.com- Otoritas jasa keuangan (OJK) dan Allianz adakan “seminar edukasi dan expo keuangan 2014” (23/10). Acara seminar sosialisasi asuransi yang berlangsung di hotel Santika Semarang itu, bertajuk “Duit diatur urip dadi makmur”

“pengelolaan uang yang baik harus dimiliki oleh pengusaha bila ingin sukses, dan setiap orang yang ingin hidupnya berkualitas harus pintar mengatur keuangannya.” Bunyi catatan dari gubernur Jateng/Ganjar yang dibacakan oleh Didik Subiantoro sebagai perwakilanya dalam pembukaan acara.

Kepala OJK regional IV DKI dan Jawa tengah-Santoso Wibowo mengatakan, Asuransi merupakan wadah “gotong royong”. Asal tujuan asuransi tolong menolong: yang “mampu” membantu yang “tertimpa musibah”. Di jaman orde baru dulu pemerintah memiliki kebijakan tabungan nasional (TABANAS), digunakan sebagai dana saling membantu antara masyarakat satu dengan lainya. “Asuransi juga menampilkan hal yang sama. Saling tolong menolong sesama.” Ujarnya.

Beliau menambahkan, “kebiasaan asuransi sudah dilakukan oleh negara maju seperti Jepang. Hal tersebut membuat masyarakat Jepang giat bekerja keras dan tidak takut mati karena mengasuransikan jiwanya. Persis yang dikatakan Jokowi. Indonesia harus giat bekerja keras agar terbenahi ekonominya. Pungkasnya dalam sambutannya.

Menurut pembicara Oscar Pakpahan. mengatakan, “asuransi merupakan tabungan masa depan. resiko bencana, cacat, kecelakaan kerja dan kematian sering membayangi kita.” Di waktu itulah asuransi akan sangat dibutuhkan. Berbeda dengan tabungan. Uang dalam tabungan akan tergerus nilainya dimakan waktu. Bila uang ditabung dalam bank, semakin lama nilainya semakin berkurang karena waktu atau inflasi. Terangnya.

Asuransi menjadi jaminan atas resiko yang akan terjadi tanpa berkurangnya nilai jaminan. Jaminan akan terus ada dan anda akan merasa aman dalam hidup karena jaminan yang ada. Tutur Oscar.

Ganjar menghimbau agar dalam pelaksanaan asuransi harus berpihak kepada masyarakat. Ada lima aspek yang harus terpenuhi seperti; keterbukaan, akuntabilitas atau kejelasan fungsi, Tanggung jawab, kemandirian, dan kesetaraan.[c/invest]

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peringati Hari Santri, Dosen dan Mahasiswa Kompak Berbusana Ala Santri

    Peringati Hari Santri, Dosen dan Mahasiswa Kompak Berbusana Ala Santri

    • calendar_month Sel, 22 Okt 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 901
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2019, UIN Walisongo Semarang mengadakan upacara peringatan Hari Santri Nasional yang diselenggarakan di halaman Ma’had Jami’ah Walisongo. Selasa, (22/10/2019). Peserta upacara merupakan seluruh jajaran kampus dan para dosen, santri Ma’had Walisongo, dan delegasi seluruh pondok pesantren yang berada di sekitar kampus UIN Walisongo Semarang. Rektor UIN Walisongo Semarang, […]

  • Pasca Unjuk Rasa, Suparman Bacakan Nota Jawaban

    Pasca Unjuk Rasa, Suparman Bacakan Nota Jawaban

    • calendar_month Jum, 12 Jan 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 671
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Suparman, selaku Wakil Rektor III membacakan Nota  Jawaban dihadapan massa terkait Nota Keberatan yang dilayangkan oleh Mandataris Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA-U) Syarifudin Fahmi pada tanggal 5 Januari 2018. Nota Jawaban tersebut dibacakan setelah aksi demonstrasi  yang dilakukan oleh  Keluarga Besar Mahasiswa Walisongo (KBMW) di depan Gedung Rektorat UIN Walisongo Semarang. Jum’at, (12/01/2018). Dalam […]

  • Beauty Privilege

    Beauty Privilege

    • calendar_month Jum, 11 Des 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 1.163
    • 0Komentar

    Ada satu pepatah terkenal yang agak terdengar omong kosong untuk diterapkan di dunia nyata yang serba menggunakan mata. “Dont’t Judge Book by the Cover” atau versi bahasa Indonesianya “Jangan Menilai Buku dari Sampulnya”. Penilaian terhadap objek untuk pertama kalinya tentu menilai secara visual. Mustahil seseorang mampu menilai buku dari isinya sedangkan belum membacanya. Begitu pun […]

  • Konsep Ekonomi Pertanian Ibnu Khaldun

    Konsep Ekonomi Pertanian Ibnu Khaldun

    • calendar_month Jum, 4 Sep 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 2.859
    • 0Komentar

    “Hutan gunung sawah lautan, simpanan kekayaan, kini ibu sedang lara, merintih dan berdoa,” potongan lirik ini seakan mampu menggambarkan kondisi negara saat ini. Kepiluan nasib pertanian kian menyayat kalbu. Bagaimana tidak, saat ini jumlah petani banyak yang masuk ke usia tua dan minim sekali dari kalangan milenial. Tentu ini akan berpengaruh terhadap produktivitas pangan. Jauh […]

  • Fakultas Syariah dan Hukum Kembali Raih Juara Bertahan dalam Cabang Lomba Esai

    Fakultas Syariah dan Hukum Kembali Raih Juara Bertahan dalam Cabang Lomba Esai

    • calendar_month Kam, 11 Nov 2021
    • account_circle admin1
    • visibility 835
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Setelah sukses dalam kegiatan Orsenik tahap satu, pada Kamis, (11/11/2021) kegiatan Orsenik tahap dua kembali dilaksanakan. Pada orsenik hari kedua ini ada beberapa cabang perlombaan (cabor) yang diselenggarakan seperti: Kempo, Lomba Esai, Poster Bela Negara, Review Buku, dan lainnya. Dalam cabor Esai, Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) kembali bertahan dan unggul menjadi juara satu. […]

  • PUISI: Pilu di Ujung Rindu

    PUISI: Pilu di Ujung Rindu

    • calendar_month Rab, 31 Jan 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 832
    • 0Komentar

    Pilu di Ujung Rindu Oleh: Putri Ayu Prajayanti Kutunggu dirimu, Tuan, hingga di ujung rindu Mawar di sudut mata pun kini berakhir layu Dunia tanpamu bagai hidup yang kaku Kini, musim gugurnya hati adalah ceritaku. Kapan kubisa temukan dirimu, di saat awan mengisyaratkan hilang Kita terpaku menatap langit yang sama Kemudian ikatan di antara kita […]

expand_less