Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RESENSI » Resensi Film Kang Mak from Pee Mak : Kisah Komedi, Horor, dan Romance yang Menggetarkan Hati

Resensi Film Kang Mak from Pee Mak : Kisah Komedi, Horor, dan Romance yang Menggetarkan Hati

  • account_circle admin1
  • calendar_month Jum, 21 Feb 2025
  • visibility 1.098
  • comment 0 komentar

Identitas Film

Judul                : Kang Mak from Pee Mak

Sutradara         : Herwin Novianto

Tanggal Rilis   : 15 Agustus 2024 (Indonesia)

19 September 2024 (Thailand, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam)

7 Oktober 2024 (Kamboja)

Pemeran          : Vino G. Bastian, Marsha Timothy, Indro Warkop, Tora Sudiro, Indra Jegel, Rigen Rakelna,                              Aming, Andre Taulany, TJ, Tarzan, Ananta Rispo, Jurayut

Negara             : Indonesia

Bahasa             : Indonesia

Durasi              : 122 menit

Genre              : Horor Komedi

Presensi           : Ardi Sunny Muhammad

Kang Mak from Pee Mak diadaptasi dari film Thailand populer Pee Mak yang dibuat sedikit berbeda dari film aslinya dengan sentuhan horor lokal Indonesia yang lebih segar. Film ini merupakan film yang menawarkan pengalaman cinematic ciamik dengan menggabungkan genre komedi dan horror dengan sedikit bumbu-bumbu romance dalam alur cerita yang kocak, namun penuh ketegangan.

Film Kang Mak from Pee Mak menceritakan seorang tentara bernama Makmur (Vino G. Bastian) saat itu  harus pergi berperang demi membela  negara kesatuan NKRI. Ia terpaksa meninggalkan istrinya, Sari (Marsha Timothy) yang saat itu kondisinya sedang hamil.Mak pergi bertugas bersama keempat kawannya yakni Supra (Indro Warkop), Jaka (Tora Sudi), Fajrul (Indra Jegel) dan Solah (Rigen Rakelna).

Selama bertugas Mak bertekad untuk pulang dengan selamat agar dapat berkumpul Kembali dengan istri dan buah hatinya. Setelah perang berakhir, Mak merasa gembira dan mengajak teman-temannya untuk berkunjung ke rumahnya. Sesampainya dirumah Mak disambut istri dan anak pertamanya yang sudah lahir.

Namun, tak lama setelah itu  teman-teman Mak mendengar kabar bahwa istri Mak, Sari, sebenarnya telah meninggal. Dengan kata lain, sosok Sari yang mereka temui sebelumnya adalah arwah gentayangan. Mereka awalnya tak percaya dengan kabar tersebut, sampai akhirnya salah satu dari mereka menemukan bukti yang tak terelakkan bahwa Sari memang sudah meninggal dunia.

Dengan segala upaya, mereka mencoba memberitahu Mak akan fakta yang sebenarnya. Akan tetapi, mereka juga harus menghadapi ancaman dari Sari yang tidak ingin suaminya mengetahui bahwa dirinya adalah hantu.

Film ini sukses mengadaptasi cerita Pee Mak dengan baik dengan menyesuaikan budaya Indonesia. Dan menghadirkan unsur lokal yang kental sehingga membuat penonton lebih mudah terhubung dengan cerita.Chemistry yang baik dari Vino G. bastian dan Marsha Timothy pun menjadikan penonton merasakan emosi yang mereka alami.

Kelebihan lain dari film ini yaitu visual efek yang menarik dan cukup meyakinkan. Meskipun tidak terlalu berlebihan, efek visual yang ditampilkan berhasil menciptakan suasana yang mencekam.

Kekurangan dari film Kang Mak yaitu adanya beberapa detail yang kurang diperhatikan. Beberapa dialog dan scene kurang cocok, seperti penggunaan kata toxic dan adegan kurir mengirim paket yang rasanya tidak sesuai dengan film berlatar tahun 70-an.

Selain itu, film ini juga memiliki latar tempat di sebuah desa di Kabupaten Garut, tetapi hanya Kang Mak yang berbicara dengan logat Sunda. Sementara warga lainnya tidak berbicara menggunakan logat sunda. Bahkan, tidak ada yang menggunakan bahasa Sunda dalam film ini.

[Pengurus Invest Website Periode 24/25]
  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Talkshow Creativepreneur, Wirda Mansur ‘Jadilah Unik dan Kreatif’

    Talkshow Creativepreneur, Wirda Mansur ‘Jadilah Unik dan Kreatif’

    • calendar_month Sab, 10 Okt 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 190
    • 0Komentar

    lpminvest.com- HMJ Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang berhasil menyelenggarakan Talkshow Creativepreneur bertajuk “Set up Millenials Mind to be Creativepreneur”,(Sabtu, 10/10/2020). “Acara ini digelar dengan tujuan mengubah pola pikir generasi milenial menjadi lebih kreatif, inovatif, dan memiliki konsep yang matang serta konsistensi dalam menjalankan sebuah bisnis karena ketersediaan lapangan pekerjaan […]

  • UIN Walisongo Gelar Wisuda S1 ke-98, Kukuhkan 515 Wisudawan dari Berbagai Jenjang

    UIN Walisongo Gelar Wisuda S1 ke-98, Kukuhkan 515 Wisudawan dari Berbagai Jenjang

    • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 619
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang telah menyelenggarakan acara Wisuda untuk Program Doktor (S3) Ke-40, Magister (S2) Ke-65, dan Sarjana (S1) Ke-98 pada Sabtu (01/11/2025). Acara yang bertempat di Auditorium 2 Kampus 3 UIN Walisongo ini berlangsung dalam satu sesi, mulai pukul 07.00 hingga 11.00 WIB. Wisuda periode November ini mengukuhkan sebanyak 515 mahasiswa, […]

  • Putri Sinditya Ramadhanti, dari Penikmat Jajanan ke Pemilik Keropang

    Putri Sinditya Ramadhanti, dari Penikmat Jajanan ke Pemilik Keropang

    • calendar_month Sel, 17 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 226
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Selasa (10/9/2019) lalu, Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) memberikan suntikan modal usaha kepada tujuh mahasiswa UIN Walisongo, masing-masing sebesar Rp15 juta. Dana tersebut diberikan pada acara Penumbuhan Minat Kewirausahaan di Kalangan Pemuda yang bertempat di Auditorium 2 Kampus III UIN Walisongo. Dari ketujuh mahasiswa tersebut salah satunya adalah Putri Sinditya […]

  • Hari Capucino Sedunia, Tora Bika Bagi-bagi Kopi Gratis

    Hari Capucino Sedunia, Tora Bika Bagi-bagi Kopi Gratis

    • calendar_month Jum, 27 Nov 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 201
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Kopi Tora Bika Capucino dalam memperingati hari capucino sedunia bagikan kopi gratis kepada mahasiswa UIN Walisongo. (26/11/2015). Banyak mahasiswa yang berbondong-bondong menuju ke audit 2 kampus 3 untuk menikmati kopi gratis yang telah disediakan oleh kopi tora bika capucino. “Bagi-bagi kopi gratis di UIN Walisongo ini dilakukan untuk memperingati hari capucino sedunia yang jatuh […]

  • Perkuat Nilai Moderasi Beragama, KKN Reg-82 Posko 2 UIN Walisongo Semarang Berkolaborasi Dalam Pagelaran Wayang Kulit Warga Dusun Pencar Desa Kaliputih

    Perkuat Nilai Moderasi Beragama, KKN Reg-82 Posko 2 UIN Walisongo Semarang Berkolaborasi Dalam Pagelaran Wayang Kulit Warga Dusun Pencar Desa Kaliputih

    • calendar_month Sen, 13 Mei 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 189
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Dusun Pencar, Desa Kaliputih, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal menggelar pertunjukan wayang kulit semalam suntuk dalam rangka merti dusun pada Jumat (10/5/2024). Kegiatan ini diselenggarakan di RT 04 RW 04 tepatnya di depan PAUD KB Tunas Bangsa. Tim KKN Reg-82 Posko 2 UIN Walisongo Semarang berkolaborasi dengan sesepuh, lembaga desa, pemuda dan warga Dusun […]

  • Ekofeminisme; Menyoal Keintiman Perempuan dan Alam

    Ekofeminisme; Menyoal Keintiman Perempuan dan Alam

    • calendar_month Sel, 27 Feb 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 250
    • 0Komentar

    Permasalahan lingkungan nampaknya saat ini masih menjadi masalah yang sangat krusial. Konflik lingkungan acap kali terjadi di Indonesia. Berbagai bentuk perlawananpun tak luput disuguhkan sebagai ajang perlawanan demi menuntut keadilan. Namun, tak jarang pula tuntutan keadilan yang diinginkan harus melalui proses yang amat panjang hingga nyawa yang menjadi taruhannya. Banyak sekali contoh gerakan perlawanan perempuan […]

expand_less