Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Massa Aksi Tolak UU Ciptaker Dihujani Gas Air Mata

Massa Aksi Tolak UU Ciptaker Dihujani Gas Air Mata

  • account_circle admin1
  • calendar_month Jum, 14 Apr 2023
  • visibility 480
  • comment 0 komentar

Massa yang Disemprot Mobil Water Cannon

lpminvest.com– Aliansi Masyarakat Sipil dan Aliansi Mahasiswa se-Semarang, Jawa Tengah kembali menggelar aksi menolak UU Cipta Kerja dengan tema “UU Cipta Kerja Menyelamatkan Oligarki Menghabisi Demokrasi”. Aksi ini merupakan aksi lanjutan dari yang sebelumnya, diadakan pada selasa (14/03/2023) dan kembali mendapatkan aksi represifitas dari aparat.

Aksi penolakan UU hari ini sempat diwarnai dengan adanya dorong-dorongan antara massa dengan aparat. Massa aksi juga dihujani dengan semprotan meriam air dari mobil water cannon aparat pada saat titik aksi yang berada di gerbang utama kantor DPRD Jawa Tengah.

Meskipun demikian, massa tidak tinggal diam dan mengalihkan titik aksinya menuju gerbang belakang Kantor DPRD lalu melakukan penyegelan gerbang menggunakan rantai dan gembok. Dilakukan simbolisasi penolakan dan perlawanan dengan pelemparan tikus-tikus dan celana dalam ke dalam area gedung DPRD Jawa Tengah.

“Tikus memang menjadi sebuah hewan ikonik yang menggambarkan bahwasannya itu adalah para koruptor-koruptor atau penjilat-penjilat pemerintah yang menghabisi kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, tikus kami anggap sebagai kawan dari orang-orang yang berada di gedung tersebut.” ujar Fuad selaku koordinasi lapangan (Korlap) UIN Walisongo.

Aksi tersebut diakhiri dengan kericuhan antara aparat dengan massa, serta terjadi pembubaran secara paksa oleh para aparat dengan menembakkan gas air mata ke arah massa.

Koordinator lapangan, Junaidi, mengutuk keras tindakan represifitas aparat kepada massa aksi. Hal tersebut membahayakan peserta aksi penolakan UU Cipta Kerja di Kawasan Gedung DPRD Jawa Tengah.

“Kami juga mengutuk aparat Kepolisisan Jawa Tengah karena telah melakukan represifitas tanpa kemanusiaan terhadap kawan-kawan masa aksi kami. Hari ini sudah sampai malam, kawan-kawan kita ditahan di Polres dan beberapa juga mengalami kebocoran kepala. Oleh karena itu, aksi kami pada hari ini tidak hanya sampai disini, aksi kami akan sampai selesai dimana Undang-Undang Cipta Kerja yang cacat dan melawan konstitusi negara itu harus dicabut,” pungkasnya. Royhan&Awa_[i]

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fun Futsal Competition: Ajang Pererat Silaturahmi Mahasiswa EI

    Fun Futsal Competition: Ajang Pererat Silaturahmi Mahasiswa EI

    • calendar_month Jum, 4 Nov 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 642
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Fun Futsal Competition merupakan salah satu rangkaian acara dalam event Sharia Economic Celebration (SEC) pada Jumat (04/11/2022) yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ekonomi Islam (EI). Acara Fun Futsal Competition bertempat di Gedung Serba Guna (GSG) UIN Walisongo Semarang dan diikuti oleh 11 tim yang terdiri dari mahasiswa EI angkatan 2020 sampai angkatan […]

  • Lagi-lagi, Wadyabala Invest Jadi Wisudawan Terbaik

    Lagi-lagi, Wadyabala Invest Jadi Wisudawan Terbaik

    • calendar_month Sel, 5 Mar 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 616
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Setelah Maya Sofiah (PU LPM Invest tahun 2017-2018), Pipit Larasati (Sekretaris umum LPM Invest tahun 2016-2017), dan Siti Rahmawati (Bendahara umum LPM Invest tahun 2017-2018), kini Agus Tri Budiyarno (Kru LPM Invest angkatan 2014) juga mengantongi predikat Wisudawan Terbaik Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo pada Pelepasan Wisuda ke-10 FEBI Tahun 2019 […]

  • Tak Kunjung Ada Kejelasan, KBMW Gelar Aksi Tolak JKN

    Tak Kunjung Ada Kejelasan, KBMW Gelar Aksi Tolak JKN

    • calendar_month Jum, 12 Jan 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 704
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Keluarga Besar Mahasiswa Walisongo (KBMW-red) menggelar aksi terkait penolakan pembuatan kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Aksi unjuk rasa ini merupakan tindak lanjut Nota Keberatan No. 001/A/DEMA-U/I/2018 yang dilayangkan Mandataris DEMA  tertanggal 5 Januari 2018. Unjuk rasa berlangsung di depan Gedung Rektorat Kampus 1 UIN Walisongo Semarang. Jum’at, (12/01/2018). Ahmad Sylvan, selaku koordinator lapangan (Korlap) […]

  • Daftar 69 Peserta National Essay Competition (NEC) 2019 LPM Invest

    Daftar 69 Peserta National Essay Competition (NEC) 2019 LPM Invest

    • calendar_month Sen, 22 Apr 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 718
    • 0Komentar

    Hidup mahasiswa! Setelah masa pendaftaran dan pengumpulan karya National Essay Competition (NEC) 2019 bertajuk “Peran Mahasiswa dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0” usai pada 20 April 2019, berikut hasil rekapitulasi peserta yang turut berpartisipasi dalam ajang perlombaan nasional Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Invest: NO NAMA PERGURUAN TINGGI JUDUL ESAI 1 Ayu Nihlatun N UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA Perpustakaan […]

  • Marak Intoleransi, Guru Besar dan Akademisi Buat Petisi Untuk Presiden

    Marak Intoleransi, Guru Besar dan Akademisi Buat Petisi Untuk Presiden

    • calendar_month Sel, 28 Feb 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 602
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Silaturrahim Guru Besar dan Akademisi se-Jawa Tengah bertajuk “Rahim Bangsa, Meski Berbeda, Kita Saudara” ini berlangsung di Auditorium 1 Lantai II UIN Walisongo Semarang. Selasa, (28/02/2017). Para Guru Besar dan Akademisi ini mendiskusikan keadaan Indonesia akhir-akhir ini ramai, pasalnya, prasangka, kebencian, fitnah, intoleransi kian mengancam demikrasi dan kebhinekaan kita. Dari silaturrahim ini tercetus ide […]

  • Surat yang Berlayar di Selokan

    Surat yang Berlayar di Selokan

    • calendar_month Sel, 3 Mar 2026
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 734
    • 0Komentar

    Hujan menderas memukul atap seng rumah petak kami hingga suaranya bergemuruh hingga menggangu telinga. Air mulai merembes dari sudut langit-langit menetes pelan ke dalam ember plastik bopeng di tengah ruangan. Aku duduk bersila di atas tikar pandan yang sudah berserabut menekan kuat-kuat ujung pensilku ke atas buku tulis bersampul cokelat. Di dekat pintu Mas Galih […]

expand_less