Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » Melawan Pandemi Dengan Menjaga Kesehatan Mental

Melawan Pandemi Dengan Menjaga Kesehatan Mental

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sen, 26 Okt 2020
  • visibility 67
  • comment 0 komentar
Sumber gambar: pixabay.com Penulis : Nina Nuraina Prodi Akuntansi Syariah, KKN Posko 129

Sumber gambar: pixabay.com
Penulis : Nina Nuraina
Prodi Akuntansi Syariah, KKN Posko 129

Siapa sangka tahun 2020 menjadi tahun yang begitu suram. Coronavirus Disease (Covid-19) mengancam kesehatan bahkan nyawa seluruh manusia di muka bumi. Penyebarannya yang masif, menyebabkan kepanikan dan menimbulkan fenomena kecemasan masal dalam masyarakat.

Kebutuhan pokok bagi tiap individu tidak hanya melulu soal sandang-pangan-papan, tetapi kesehatan juga menjadi salah satunya. Kesehatan tiap individu tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, yang tak kalah penting yaitu kesehatan mental. Topik ini masih dianggap tabu dan sensitif oleh beberapa orang karena minimnya pendidikan tentang kesehatan mental di Indonesia. Kesehatan mental menjadi penyempurna kebutuhan pokok, mengingat semua orang berhak mendapatkan kebahagiaan dan ketenangan dalam hidupnya.

Menurut World Health Organization (WHO), kesehatan mental merupakan kondisi yang disadari oleh setiap individu yang di dalamnya terdapat kemampuan untuk mengolah stress, bekerja secara produktif, dan aktif dalam kegiatan komunitasnya. Dari pengertian tersebut dapat dipahami bahwa kesehatan mental tidak hanya tanggung jawab individual, namun masyarakat juga mempunyai peran yang besar. World Federation of Mental Health juga menyampaikan bahwa masyarakat yang sehat secara mental adalah masyarakat yang memberikan anggota masyarakatnya kesempatan untuk berkembang sesuai kemampuannya.

Lalu bagaimana jika seseorang mengalami hal yang membuat kesehatan mentalnya terganggu? Zakiah Daradjat, seorang pakar psikologi Islam mengatakan ada empat hal yang memengaruhi kesehatan mental seseorang, antara lain: perasaan, pikiran/kecerdasan, kelakuan, dan kesehatan badan. Pandemi yang tak kunjung berakhir menjadi salah satu akar permasalahan kesehatan mental seseorang terganggu. Tak hanya berdampak pada perekonomian, namun kesehatan mental pun ikut terguncang.

Merebaknya pandemi memberikan dampak yang besar bagi kehidupan masyarakat. Pemutusan hubungan kerja yang berimbas pada penghasilan seseorang. Angka kriminalitas juga meningkat. Harga kebutuhan sehari-hari yang mengalami kenaikan, mendorong berbagai oknum untuk melaksanakan aksi tidak terpujinya seperti menjarah tempat penyimpanan masker, gudang makanan, dan alat-alat kesehatan. Selain itu, penolakan oleh masyarakat terhadap pasien yang positif ataupun keluarga yang meninggal akibat covid, pengucilan kepada tenaga kesehatan yang menangani pasien covid menjadi masalah sosial yang membuat tiap individu merasa gelisah, cemas, dan khawatir.

Siaran televisi maupun berita online yang setiap saat memberitakan perkembangan kasus COVID-19, memaparkan angka yang terdampak positif covid, angka kematian yang setiap hari mengalami kenaikan, tanpa disadari memberikan suatu guncangan bagi jiwa seseorang.

Menurut hasil survei yang dilakukan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI), 68 persen responden yang tersebar di seluruh Indonesia mengalami gangguan kecemasan dan 67 persen mengalami depresi. Dari hasil tersebut, rentang usia yang mengalami gangguan kesehatan mental adalah usia 17-29 tahun dan lansia yang berusia lebih dari 60 tahun. Dari data yang telah dipaparkan, disebutkan bahwa 1 dari 5 orang memiliki pemikiran tentang ‘lebih baik mati’. Hal tersebut sangat memprihatinkan, mengingat perjalanan hidup masih panjang.

Rentang usia remaja sampai dewasa rentan terkena virus corona karena di usia tersebut, mereka aktif melakukan kegiatan di luar rumah. Yang paling membahayakan, jika seorang remaja yang didiagnosis sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG) tanpa mereka sadari bisa menularkannya kepada orang lansia, sementara lansia lebih rentan untuk tertular. Hal ini yang menjadi beban pikiran masyarakat. Mereka terus merasa cemas dengan kondisi yang ada dan tanpa mereka sadari hal tersebut akan mengganggu kesehatan mental mereka.

Salah satu cara untuk tetap menjaga kesehatan mental di tengah pandemi adalah menerapkan pemikiran bahwa kecemasan merupakan hal yang wajar dan kita tidak perlu berlebihan dalam menyikapinya. Kita dapat mencari hal baru untuk mengalihkan perhatian kita seperti mengikuti webinar atau menjalankan hobi kesenian. Akhir-akhir ini sering kali ditemukan webinar yang mengangkat tetang isu kesehatan mental. Hal tersebut dapat dijadikan ajang untuk membenahi mental kita.

Selain itu, mengeksplor kemampuan diri sendiri adalah hal yang patut kita coba. Mengerjakan kegiatan-kegiatan yang kita suka, bisa menjadikan pelampiasan agar fokus kita terhadap covid dapat terdistraksi. Fokus pada diri sendiri untuk berinovasi dan mencoba produktif. Tidak menelan informasi mentah-mentah juga bagian dari antisipasi masuknya pemahaman yang salah, selama pandemi ini banyak beredar hoax yang sumbernya tidak jelas.

Hal yang tak kalah penting untuk menjaga kesehatan mental yaitu dengan cara lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Dengan meningkatkan keimanan kita terhadapNya akan merasa lebih nyaman dan bersyukur bahwa kita masih diberikan nyawa untuk bernafas serta hidup akan lebih bermakna.

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UIN Walisongo Kembali Raih Penghargaan MURI, Mahasiswa Punya Peran Besar di Dalamnya

    UIN Walisongo Kembali Raih Penghargaan MURI, Mahasiswa Punya Peran Besar di Dalamnya

    • calendar_month Sab, 7 Agu 2021
    • account_circle admin1
    • visibility 52
    • 0Komentar

    lpminvest.com- UIN Walisongo Semarang kembali pecahkan Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) pada Kamis (5/8/2021). Penghargaan tersebut diberikan kepada kampus dan DEMA-U atas sosialisasi protokol kesehatan dan vaksinasi secara virtual oleh mahasiswa terbanyak dengan 6.052 unggahan. Piagam penghargaan diterima Rektor saat penutupan PBAK yang sekaligus menjadi hari terkahir kegiatan pengenalan budaya kampus bagi mahasiswa baru itu. […]

  • Berniat Mengundurkan Diri, Mahasiswa Ini Malah Sabet Juara Satu

    Berniat Mengundurkan Diri, Mahasiswa Ini Malah Sabet Juara Satu

    • calendar_month Rab, 18 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 47
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Ajang bergengsi tahunan antar Fakultas UIN Walisongo Semarang, Orientasi Olahraga, Seni, Ilmiah dan Keterampilan (orsenik) resmi dibuka hari ini. Salah satu cabor (cabang olahraga) yang dilombakan yakni pidato Bahasa Arab, yang berlangsung di Laboratorium Dakwah. Rabu, (18/9/2019). Lomba pidato Bahasa Arab ini diikuti oleh 16 mahasiswa baru yang merupakan delegasi dari tiap fakultas, dimana […]

  • Dana EIDONATION HMJ EI; Bentuk Kepedulian terhadap UMKM

    Dana EIDONATION HMJ EI; Bentuk Kepedulian terhadap UMKM

    • calendar_month Sab, 16 Nov 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 66
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Tujuan EI Goes To Village ialah menyalurkan dana EIDONATION kepada masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan Himpunan Mahasiswa Jurusan Ekonomi Islam (HMJ EI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo ini diselenggarakan di Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Tugu Kota Semarang. Sabtu, (16/11/2019). “Kami menyalurkan dana EIDONATION kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama untuk menunjang produktivitas pelaku UMKM […]

  • Racana Walisongo Melantik 24 Pengurus Harian

    Racana Walisongo Melantik 24 Pengurus Harian

    • calendar_month Sab, 16 Jan 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 57
    • 0Komentar

      lpminvest.com– Pramuka Pandega yang dihimpun di gugusdepan (gudep-red) dalam satuan yang disebut Racana di UIN Walisongo, melaksakan pelantikan kepengurusan baru masa bakti 2016. Jumat, (15/01/2016). Acara yang dilaksanakan di Aula gedung Q lantai 2 kampus 2 UIN Walisongo Semarang ini dihadiri oleh Fauzin, Lift Ma’sunah, serta Suwanto sebagai Pembina Racana Walisongo Semarang. Pelantikan ini diharapkan mampu membuat […]

  • Atasi Gagap Hitung, Mahasiswa KKN Uji Program Matematika Detik

    Atasi Gagap Hitung, Mahasiswa KKN Uji Program Matematika Detik

    • calendar_month Sab, 17 Okt 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 46
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler dari Rumah (KKN RdR) Angkatan 75 UIN Walisongo Semarang mengenalkan dan mengajar program matematika detik kepada siswa kelas 5 SDN 2 Gadu, Blora. Kegiatan pengenalan dan pembelajaran dilakukan di salah satu rumah siswa dengan menerapkan protokol kesehatan. Sabtu, (17/10/2020) Kegiatan ini dilakukan berturut-turut selama dua hari yaitu pada hari […]

  • Jadwal TOEFL dan IMKA Tabrakan dengan KKL Rugikan Mahasiswa

    Jadwal TOEFL dan IMKA Tabrakan dengan KKL Rugikan Mahasiswa

    • calendar_month Sel, 24 Apr 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 44
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Pelaksanaan Test of English as a Foreign Language (TOEFL) dan Ikhtibar Mi’yar al-Kafaah fii al-Lungah al-Arabiyyah (IMKA) serentak menimbulkan pertentangan dari mahasiswa. Pasalnya, jadwal tes yang telah tersusun lima bulan ke depan, yaitu sejak Mei sampai September mengalami percepatan jadwal oleh pihak Pusat Pengembangan Bahasa (PPB). Senin, (23/4/2018). Pengajuan jadwal tersebut terjadi setelah […]

expand_less