Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RESENSI » Makna Cinta Keluarga

Makna Cinta Keluarga

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sab, 12 Jan 2019
  • visibility 817
  • comment 0 komentar
Judul: Keluarga Cemara Jenis Film	: Drama Produser	: Anggia Kharisma, Gina S. Noer Sutradara	: Yandi Laurens Produksi	: Sinema Pictures Peresensi	: Iswatun Ulia

Sumber: google.co.id

Judul Keluarga Cemara
Jenis Film Drama
Produser Anggia Kharisma, Gina S. Noer
Sutradara Yandi Laurens
Produksi Sinema Pictures
Presensi

Iswatun Ulia

Menjadi keluarga ideal merupakan dambaan bagi setiap keluarga. Lantas sebenarnya citra keluarga ideal itu seperti apa? Apakah mereka yang berlimpahan materi sehingga bisa memenuhi segala kebutuhan, atau bahkan sebaliknya?

Melalui film yang disutradarai oleh Yandi Laurens ini bisa menjadi salah satu contoh citra keluarga yang ideal. Meski idealitas merupakan subjektivitas bagi setiap orang dan tidak bisa diuniversalkan. Film yang menggambarkan kehidupan harmonis dalam keluarga ini diperankan oleh Ringgo Agus Rahman selaku Abah, Nirina Zubir sebagai Emak, Zara JKT 48 sebagai Euis dan Widuri Puteri sebagai Cemara atau Ara.

Dalam film tersebut, Abah adalah sosok Ayah yang sangat bertanggung jawab. Sosok yang selalu siap meski dalam  situasi yang sangat sulit sekalipun. Sedangkan Emak, adalah sosok perempuan yang cerdas. Emak mampu mendidik, menerima, dan menguatkan Abah dalam kondisi bagaimanapun.

Dalam film ini, rumah Abah disita oleh debt collector karena hutang perusahaan yang dilakukan oleh Kakak Iparnya, Fajar. Penyitaan dilakukan pada saat pelaksanaan pesta ulang tahun Euis yang ke-13 tahun. Akibat penyitaan tersebut, Abah dan keluarga harus tinggal di kantor untuk sementara waktu. Sempat meminta bantuan advokat untuk meminta kembali hak  milik rumahnya, namun kasusnya kalah di pengadilan. Sehingga mengakibatkan keluarganya jatuh miskin, bahkan mungkin untuk selamanya.

Akibat kejadian tersebut terpaksa Abah, Emak, Euis dan Ara harus tidur di ruangan kerja Abah di kantor, yang juga dijadikan sebagai tempat tinggal untuk sementara waktu. Sampai pada akhirnya Abah teringat akan rumah masa kecilnya yang merupakan rumah warisan peninggalan Aki (ayah Abah) yang berada di Jawa Barat.

Menempati rumah sederhana dan jauh dari perkotaan menjadi kehidupan baru yang harus dilalui oleh keluarga Abah, terutama untuk Euis dan Ara. Terlebih Euis, yang harus berpisah dari teman-temannya yang berada di Jakarta dan berpindah ke sekolah dengan fasilitas yang jauh berbeda dari sekolah sebelumnya. Sama halnya Ara yang saat ini juga mulai bersekolah. Euis dan Ara harus beradaptasi dengan lingkungan dan teman baru.

Abah mencoba mencari pekerjaan baru namun nahasnya, Abah ditolak karena tidak sesuai dengan kriteria karyawan yang dicari oleh perusahaan. Kebutuhan keluarga yang harus segera dipenuhi memutuskan Abah untuk bekerja menjadi seorang kuli bangunan, bersama dengan kawan masa kecilnya Romli. Abah bekerja keras, pagi siang dan malam. Tidak juga beristirahat, seperti kawan-kawannya meski sebenarnya Abahpun lelah. Sampai pada akhirnya Abah terjatuh dari ketinggian saat hendak mengambil adukan semen bangunan. Akibat peristiwa yang tidak diinginkan itu, Abah mengalami patah kaki sebelah kanan.

Sudah jatuh tertimpa tangga, adalah peribahasa yang pantas disematkan oleh keluarga Abah. Kesulitan datang bertubi-tubi, terlebih pada saat mengetahui bahwa Emak sedang hamil. Kondisi Abah yang tidak dapat bekerja lagi, sedang harus membiayai sekolah Ara dan Euis serta kehamilan yang semakin membesar, menjadikan Emak memutuskan untuk berjualan Opak singkong. Setiap hari, Euis dengan terpaksa harus membawa dagangannya ke sekolahan untuk dijual kepada teman-temannya. Akibat cibiran dari kawan-kawannya, menjadikan Euis marah kepada Abah dengan menyalahkan kondisi yang Euis alami sekarang. Kondisi yang sangat jauh berbeda dibandingkan dulu. Euis menginginkan agar pindah ke Jakarta dan kembali hidup dengan kondisi, fasilitas, dan teman-temannya yang dulu.

Namun, untuk berpindah ke Jakarta tentu membutuhkan biaya hidup yang tidak sedikit. Mulai dari tempat tinggal, biaya sekolah dan biaya hidup lainnya sedangkan kondisi keluarga saat ini terbilang jauh dari cukup. Namun, sebagai Abah yang menginginkan kebahagiaan putrinya, Abahpun dengan terpaksa memutuskan untuk menjual rumah warisan Aki untuk pindah ke Jakarta.

Namun berbeda dengan Ara, Ara yang masih berusia sekitar enam tahun itu, justru memiliki pandangan yang berbeda. Kondisi serba sederhana yang saat ini sedang dialami justru menjadikan Ara bahagia. Dikarenakan Ara bisa satu kamar dengan kakak perempuannya, teh Euis, dan setiap hari bisa berkumpul dengan Abah dan Emak. Kebersamaan yang dulu jarang ia dapatkan meski hidup penuh dengan kecukupan. Lambat laun, hal tersebut juga dirasakan oleh Euis. Euis pun tidak menginginkan lagi pindah ke Jakarta. Situasi saat ini yang bisa berkumpul bersama setiap harinya adalah segalanya.

Malam hari, Abah mendapatkan kabar bahwa Emak melahirkan di Rumah Sakit. Ragil, adalah bayi laki-laki yang kini melengkapi kebahagiaan Abah, Emak, Euis dan Ara. Tak hanya Ragil yang merupakan hadiah keluarga, melainkan juga kehadiran sertifikat rumah yang ternyata tidak jadi dijual sebagaimana yang diinginkan Euis dan Ara. Pada akhirnya, mereka tinggal dalam rumah warisan Aki. Meski terbatas materi, namun berlimpah kebahagiaan.

Keluarga adalah relasi yang saling menguatkan. Mengubah yang  sulit menjadi mudah, berat menjadi ringan, sempit menjadi sempat, sedikit menjadi cukup dan tangis menjadi bahagia. Karena sesungguhnya, harta yang paling berharga adalah keluarga.

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tasyakuran Warnai Peringatan Harlah FEBI Ke IV

    Tasyakuran Warnai Peringatan Harlah FEBI Ke IV

    • calendar_month Rab, 17 Jan 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 1.048
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Dalam rangka memperingati Hari Lahir (harlah-red) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) yang ke IV,  Keluarga Besar Dosen FEBI UIN Walisongo Semarang mengadakan acara tasyakuran. Selasa, (16/01/2018). Harlah yang bertempat di Gedung H Ruang H1 FEBI itu dimulai pukul 10.15 WIB dengan membaca Al-Quran dan tahlil bersama. Imam Yahya selaku Dekan FEBI dalam […]

  • Demi Membantu Ibunya, Mahasiswi Berjualan di Gedong Songo

    Demi Membantu Ibunya, Mahasiswi Berjualan di Gedong Songo

    • calendar_month Ming, 16 Okt 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 759
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Siang ini pengunjung Candi Gedong Songo, Semarang, masih tampak ramai, akses jalan menuju pintu masuk area Candi masih tampak macet, sesekali klakson mobil terdengar nyaring karena macet yang tak kunjung terurai. Raut wajah pengunjung Gedong Songo yang terjebak macet terlihat muram. Berbeda dengan mereka, Herliana (23), Perempuan berparas ayu ini tampak bahagia di balik […]

  • Ubah Pencatatan Akuntansi Manual dengan Si Apik

    Ubah Pencatatan Akuntansi Manual dengan Si Apik

    • calendar_month Kam, 15 Nov 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 683
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Dalam rangka menghadapi tantangan revolusi industri 4.0, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Akuntansi Syar’ah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) mengadakan Seminar Nasional (semnas) Akuntansi yang bertajuk “Digital Accounting dalam Revolusi Industri 4.0”. Kamis, (15/11/2018). Acara yang digelar di Auditorium II Kampus III UIN Walisongo Semarang tersebut bertujuan menambah wawasan mahasiswa, khususnya jurusan akuntansi untuk […]

  • Khatmil Alquran FEBI Minim Partisipasi Mahasiswa

    Khatmil Alquran FEBI Minim Partisipasi Mahasiswa

    • calendar_month Jum, 22 Mei 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 738
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Khatmil Qur’an dengan tema “Menjemput Magfiroh” oleh Fakuktas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang telah sukses di gelar. Namun, hanya sedikit saja mahasiswa yang mengikuti acara tersebut. Kamis, (21/05/2020). Menyadari hal itu, Syaekhu selaku penyelenggara acara mengaku banyak kendala yang menjadi penyebab kurangnya partisipasi mahasiswa. “Kurangnya partisipasi mahasiswa terjadi karena beberapa kendala, […]

  • Jurnalis di Negara Demokrasi

    Jurnalis di Negara Demokrasi

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2014
    • account_circle admin1
    • visibility 840
    • 0Komentar

    Judul buku            : Jurnalis Diburu Media Massa Penulis                  : Akhi Abdurahman Penerbit                : Cakrawala Cetakan                : Pertama, 2009 Tebal                    : 67 halaman Resensor              : Tatang Turhamun Ratusan media di indonesia telah lahir saat ini, yang berhubungan dengan demokrasi pasti ada kaitanya dengan pers. Ketika banyak media yang […]

  • Tetap raih comlaude meski aktif organisasi, ini tips dari Risa

    Tetap raih comlaude meski aktif organisasi, ini tips dari Risa

    • calendar_month Ming, 24 Agu 2025
    • account_circle admin1
    • visibility 2.503
    • 0Komentar

    Risalatul Muawanah berhasil memperoleh Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebesar 3,95 dan mengantarkannya sebagai wisudawan terbaik Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, pada acara wisuda Sabtu (23/08/2025) yang bertempat di Gedung Prof. Tgk. Ismail Ya’kub (Auditorium II), Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Risa merupakan mahasiswa asal pekalongan dan sekaligus mahasiswa […]

expand_less