Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Miliki Tiga Tantangan Demokrasi, Alumni SPM Khawatir Masyarakat Jadi Apatis

Miliki Tiga Tantangan Demokrasi, Alumni SPM Khawatir Masyarakat Jadi Apatis

  • account_circle admin1
  • calendar_month Ming, 29 Apr 2018
  • visibility 281
  • comment 0 komentar

Nampak para pemateri pada Diskusi Publik bertajuk “Peluang Politisi Muda di Pemilu 2019”. Sabtu, (28/4/2019).

lpminvest.com – Inklusifitas partai politik (parpol) berdampak besar terhadap kemajuan dan kualitas demokrasi. Semakin inklusif partai politik di suatu negara maka semakin berkualitas demokarasi di negara tersebut. Hal ini dinyatakan oleh Abdul Arif, alumni Sekolah Politisi Muda dalam diskusi publik bertajuk “Peluang Politisi Muda di Pemilu 2019” di Citradream, Jl. Imam Bonjol No. 187, Semarang. Sabtu, (28/4/2018).
Menurutnya, inklusifitas tersebut tercermin dalam tatanan perekrutan politik. Parpol harus memberikan kesempatan yang sama bagi siapapun untuk masuk dalam partai untuk membuktikan kinerja dan kualitasnya.
“Siapa yang berkualitas dan paling berdedikasi dan tahan banting, dialah yang tampil. Tidak memandang apakah dia darah biru apa tidak, tidak memandang apakah dia dari keluarga pemilik saham partai atau tidak, tidak memandang apakah dia memiliki kekuatan finacial atau tidak, sepanjang dia memenuhi kriteria kualifikasi yang kualitatif maka dia berhak untuk tampil pada posisi-posisi penting,” terangnya.
Lebih lanjut Arif mengatakan Palpol yang rekrutmen politiknya cenderung tertutup akan menjadi alat yang mewakili kepentingan pihak yang kuat saja. Ini menyebabkan demokrasi Indonesia tidak mampu naik kelas.
Selain rekruitmen politik, yang menjadi tantangan demokrasi lainnya adalah penegakan hukum dan pragmatisme politik. Arif menilai bahwa penegakan hukum di Indonesia masih tajam ke bawah tumpul ke atas. Masih adanya negosiasi politik di antara para penegak hukum.
Adapun pragmatisme politik berkaitan dengan transaksionalisme. Menurutnya, transaksionalisme merupakan cara berpolitik yang dituntun oleh transaksi. Celakanya adalah kebanyakan para calon menilai bahwa jika tanpa transaksionalisme maka dikhawatirkan tidak dapat menang pemilu.
Hal tersebut menjadi kekhawatiran bagi Arif. Baginya proses demokrasi yang pemilihan umumnya (pemilu) bukan berdasarkan kualitas dan kapasitas para calon, tetapi karena berdasarkan transaksionalisme merupakan racun yag mematikan Indonesia.
Selain itu, ia juga khawatir masyarakat semakin apatis karena wakil-wakil rakyatnya tidak berkualitas karena hasil transaksionalisme politik.
“Lebih bahaya lagi kalau mereka menjadi tidak percaya lagi pada demokrasi. Seperti Jerman, yang karena keapatisan mereka, mereka menyerahkan kedaulatan kepada seorang fasis. Saya khawatir, kalau kita gagal menjawab transaksionalisme ini dua atau tiga pemilu yang akan datang masyarakat akan putus asa kepada elit politik, putus asa kepada demokrasi, bisa berbalik kepada sistem otoriter lagi,” jelas pria berkemeja putih itu. (Amimah-[i])

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aktivis Bawah Pohon

    Aktivis Bawah Pohon

    • calendar_month Sab, 19 Sep 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Apakah sebelumnya kalian pernah mendengar istilah ini? Aktivis bawah pohon. Begitu kami  menyebut mereka para mahasiswa dan mahasiswi yang membuka stand di bawah pohon, sebelumnya saya juga terinspirasi dari seorang dosen saya yang bercerita melihat para mahasiswa yang sedang berkumpul disepanjang jalan kampus III UIN Walisongo dibawah-bawah pohon. Memilih tempat di bawah pohon bukanlah tanpa […]

  • Surgawi di Tanganmu

    Surgawi di Tanganmu

    • calendar_month Jum, 8 Mar 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 318
    • 0Komentar

    Senyum itu, Melengkapi mahkota kecantikan Balut hijab kian berpadu dengan akhlak Mampu membawamu di titik kemuliaan Bukan soal kepalsuan, Bukan soal hinaan, Tapi tentang tanya Bagaimana kau mampu mengalahkan bidadari surga? Pemahat sajakpun tak sanggup Mengurai bait lebih banyak tentangmu Kau terlalu mahir Menjadi pengelola samudra kasih Kau tak pernah lupa membawa serta kerinduan Untuk […]

  • Aku Berbisnis, Maka Aku Ada

    Aku Berbisnis, Maka Aku Ada

    • calendar_month Ming, 17 Apr 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Tingginya angka pengangguran di Indonesia menunjukkan bahwa pemerintah sampai hari ini belum mampu mewujudkan kesejahteraan rakyatnya. Teriakan buruh yang masih nyaring kita dengar, mengindikasikan bahwa ada permasalahan ketenagakerjaan di Republik ini. Badan Pusat Statistik mencatat, angka pengangguran pada Agustus 2015 mencapai 7,6 juta orang dengan tingkat pengangguran terbuka mencapai 6,18 persen. Menurut Martius (2004), salah […]

  • Perjalanan Hidup Sastrawan Sekaligus Ulama Asal Minangkabau

    Perjalanan Hidup Sastrawan Sekaligus Ulama Asal Minangkabau

    • calendar_month Sel, 5 Mar 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 502
    • 0Komentar

    Identitas Film Judul               : Buya Hamka Vol. I Sutradara         : Fajar Bustomi Produser          : Frederica, Chand Parwez Servia Ditulis oleh     : Alim Sudio, Cassandra Massardi Pemeran          : Vino G.Bastian, Laudya Cynthia Bella Perusahaan      : Falcon Pictures Produksi          : Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kharisma StarVison Plus Tanggal Rilis   : 19 April 2023 Durasi Vol. I    : […]

  • Pengumuman Calon Kru Magang LPM Invest 2020

    Pengumuman Calon Kru Magang LPM Invest 2020

    • calendar_month Kam, 22 Okt 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 354
    • 0Komentar
  • Meniru Cara Sunan Kalijaga, Aldi Berhasil Raih Medali Emas

    Meniru Cara Sunan Kalijaga, Aldi Berhasil Raih Medali Emas

    • calendar_month Jum, 20 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 434
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Berkostum nyentrik ala Sunan Kalijaga, Aldi Hasani Harfi Fadhlani berhasil meraih medali emas untuk cabang lomba khitobah bahasa Indonesia di hari kedua Orsenik 2019. Kamis, (19/9/2019). Dengan menampilkan budaya Jawa dan alat peraga wayang bak sunan Kalijaga, Aldi dengan penuh percaya diri menyampaikan khotbahnya dengan baik. “Karena saya membawa budaya Jawa dan wayang kulit, […]

expand_less