Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » SASTRA » CERPEN » Ia, yang Terpaksa Melacur

Ia, yang Terpaksa Melacur

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sen, 17 Okt 2016
  • visibility 841
  • comment 0 komentar

AKU tak benar-benar mengenalnya, hanya saja aku sempat tahu nama belakangnya, Syafa, kala itu, kira-kira dua tahun yang lalu, aku berjalan di sore yang riuh di Jalan Prof. Hamka Ngaliyan Semarang. Tak sengaja ia berada di halte bus depan Ngaliyan Square, karena dari jauh ia memandangku tajam, lalu ketika dekat, kuberanikan diri untuk menghentikan langkahku sejenak di halte tempat ia menunggu bus. Walaupun aku tidak hendak menunggu bus, hanya saja tiba-tiba aku ingin berkenalan dengannya. “Maaf, ikut duduk ya, saya kelelahan mau ikut istirahat,” aku berucap ke perempuan bermata sabit itu.

“Silahkan mas,” begitu ia menjawabnya, tentu dengan nada dingin, sedingin sorot matanya.

“Apakah aku boleh tahu Nona hendak kemana?,” tanyaku, bermaksud memulai pembicaraan.

“Aku hendak ke terminal Terboyo mas,” ia menjawab seperlunya.

“Nama Nona siapa? Kalau saya boleh tahu,” selidikku sembari aku mengalihkan arah badanku ke arahnya, “sreeetttt..,” yang semula aku menghadap ke arah jalan.

“Namaku Syafa, maaf ada apa ya mas,” ia menjawab dan kembali melempar tanya.

“Nggak ada apa-apa Nona, hanya saja dari tadi aku melihat Nona dari kejauhan, Nona tampak memandangku, aku penasaran, ada apa?,” aku menjawab lalu kembali bertanya.

“Oh, iya mas, soalnya dari tadi di halte ini sepi banget, saya takut, maaf, makannya saya tadi memperhatikan mas, karena ada laki-laki dan di sini dalam keadaan sepi,” ia menjelaskan.

“Paham!” jawabku singkat.

Tidak lama perbincanganku dengan Nona Syafa, bus Trans Semarang datang dari arah Boja, “saya duluan mas,” ia pamit, “Boleh saya minta nomor kontak Nona? Siapa tahu kita bisa bersua di lain waktu,” tanyaku yang hanya dibalas dengan senyum simpul, tampak lesung pipi yang sangat indah. Sungguh.

Aku bingung, permintaanku hanya dibalas dengan senyum, apa maksudnya, setelah senyuman itu kemudian ia melangkahkan kakinya ke arah pintu masuk bus, aku tak langsung beranjak dari dudukku, tanpa sadar kuperhatikan laju bus yang dinaikinya sampai bus benar-benar hilang dari pandanganku. Baru kemudian aku melanjutkan perjalananku, karena aku ada janji dengan teman di sebuah cafe tepat di ujung jalan.

***

Malam pun  tiba, di rumah, masih ramai seperti malam biasanya, namun, entah kenapa rasa sepi mulai menggangguku, tidak seperti biasanya, biasanya aku ikut larut dalam keramaian itu. Maka kuputuskan untuk beranjak ke kamar belakang, kamar yang biasanya kugunakan untuk menulis esay, cerpen, opini, atau apa saja yang butuh kutulis.

Aku duduk menghadap laptop yang masih terlipat, segera kubuka dan kuhidupkan, bermaksud untuk menulis opini yang akan kukirim ke koran Minggu, namun, jari tetaplah jari, yang akan bergerak ketika digerakkan, gerakan jari harus diikuti dengan pikiran yang fresh, agar tulisan terarah dan berisi. Bebal, malam ini sungguh otakku bebal, terganggu senyum simpul perempuan di halte sore tadi. Tapi sayang, aku hanya tahu nama belakangnya saja, aku gagal mendapat kontaknya. Gelisah mulai menyergap.

Aku beranjak dari kursi jengki tempat biasa aku menulis, aku berbaring di kasur lantai bersama dengan serakan buku-buku. Aku memandang ke arah langit-langit rumah, aku kaget, kenapa ada wajah perempuan sore tadi?, “aiihh..,” aku menyadari kalau aku terbayang-bayang dengan perempuan bernama belakang Syafa itu.

“Tok.. tok.. tok..,” suara dari belik pintu.

“Masuk,” sautku

“Kamu ngapain kok sendirian, nggak nimbrung di ruang tv sama adik-adikmu?,” tanya tamuku.

Ia yang mengetuk pintu yang mengganggu lamunanku itu bernama Rozi, ia temanku sejak kecil, “wah, kebetulan, sini aku mau cerita,” segera kusuruh ia duduk di sampingku.

Kuceritakan mengenai perempuan yang kutemui sore tadi, ia hanya mengangguk mendengarkan dengan seksama ceritaku, lalu ia bertanya “ciri-cirinya gimana?, kok sepertinya aku tidak asing dengan nama perempuan yang mengganggu pikiranmu itu,” tanyanya tanpa basa-basi.

“Nama perempuan itu Syafa,” jawabku setelah menyedot rokok kretek yang sedari tadi hanya kuletakkan di lekukan atas asbak kaca.

“Oalahhhhh…..,” setengah berteriak menandakan ia tahu perempuan yang ku maksud.

“Aku kenal dia, dia temanku kuliah, ia benar akan ke Terboyo, karena memang ia mondok tidak jauh dari terminal Terboyo,” jawabnya, yang langsung kusambut dengan teriakan “horeeeee…,” ia terperangah melihat aku berteriak, “kenapa hore?,” tanyanya. “Kalau kamu tahu perempuan bermata sabit itu berarti kan aku bisa minta kamu kontak dia,” jawabku.

“Gampang kalau soal itu,” ia menyanggupi permintaanku.

***

Temanku, yang mengganggu lamunanku itu bercerita panjang lebar mengenai latar belakang perempuan berlesung pipi sore tadi. Tak kusangka, ternyata di balik senyumannya, ia, si perempuan indah itu, menyimpan lara yang mendalam, ia adalah perempun yang sedang mondok di sekitar terminal Terboyo, ia juga bekas pelacur, ia mondok karena setiap ia melayani laki-laki setiap malamnya hatinya meronta tak karuan, lalu ia putuskan berhenti, dan mencari ketenangan di pondok, mungkin kalau menurut pelacur lain, melakukan sex untuk bekerja dan sekaligus mendapatkan uang, tapi tidak dengan Syafa, ia melacur karena dipaksa keadaan, ibunya terlilit utang ke rentenir, padahal ibunya sedang sakit keras, hanya ia anak satu-satunya, bapaknya meninggal dua tahun lalu. Maka ia harus menanggung beban sedemikian berat untuk membantu ibunya melunasi hutang, dan mencari uang untuk biaya berobat rutin setiap minggunya.

Air mataku meleleh, tanpa sadar pipiku basah, air mata tak tertahankan, dalam hati sontak berucap, “ternyata ia memendam beban yang begitu berat, bahkan, aku yang sebagai laki-laki belum tentu mampu menanggung beban seberat itu,”.

***

Semoga, semoga saja aku dipertemukan kembali dengan perempuan bernama belakang Syafa itu, perempuan yang rela melacur untuk membantu ibu yang sangat ia cintai, dan semoga perempuan berlesung pipi itu tetap kuat menjalani hidupnya, sungguh, aku ingin bersua kembali di lain kesempatan, tentu aku akan menghibur laranya. Bersabarlah kau, wahai perempuan kuat yang mengganggu malamku. Selamat malam dan selamat istirahat, biar aku mempersiapkan diriku untuk bersua kembali denganmu, barangkali diberi kesempatan. Semoga saja.

Oleh: M. Maulana Ali_Pemred LPM Invest

  • Penulis: admin1

Rekomendasi Untuk Anda

  • Beda dari Sebelumnya, Wisuda Fakultas Diselenggarakan di Joglo FEBI

    Beda dari Sebelumnya, Wisuda Fakultas Diselenggarakan di Joglo FEBI

    • calendar_month Sen, 22 Mei 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 773
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Pelapasan atau pamitan mahasiswa calon wisudawan Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI) tidak seperti sebelumnya termasuk pelaksanaan kegiatannya. Seperti yang diketahui, wisuda fakultas yang dijadikan sebagai moment pamitan mahasiswa biasanya diadakan di hotel namun kali ini dilaksanakan di Joglo FEBI pada Senin, (22/5/2023) Acara pamitan mahasiswa FEBI dihadiri oleh 64 mahasiswa dari 106 mahasiswa calon […]

  • Wisuda dibagi 2 Sesi, Ribuan Mahasiswa UIN Walisongo Resmi Diwisuda

    Wisuda dibagi 2 Sesi, Ribuan Mahasiswa UIN Walisongo Resmi Diwisuda

    • calendar_month Ming, 24 Agu 2025
    • account_circle admin1
    • visibility 1.499
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Bertepatan di hari Sabtu (23/08/2025) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang melaksanakan rangkaian kegiatan Wisuda Doktor (S.3) Ke-39, Magister (S.2) Ke-64, dan Sarjana (S.1) Ke-97 di Gedung Prof. Tgk. Ismail Ya’kub (Auditorium II), Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Dengan diikuti oleh  2.023 mahasiswa yang terdiri dari 13 orang Doktor, 79 Magister, dan 1931 Sarjana. […]

  • Bekali Praktik Pers, Invest Selenggarakan Workshop Lapangan di Bandungan

    Bekali Praktik Pers, Invest Selenggarakan Workshop Lapangan di Bandungan

    • calendar_month Ming, 23 Okt 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 758
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Lembaga intra kampus LPM Invest mengadakan kegiatan Workshop Lapangan 2022 pada Sabtu-Minggu, (22-23/10/2022). Kegiatan praktik pers bagi calon Kru Magang (re: anggota baru) itu merupakan kegiatan lanjutan dari Workshop Materi yang sebelumnya telah terselenggara. Diikuti oleh wadyabala baru LPM Invest, Workshop Lapangan diadakan di Home Stay nDeso, Umbul Sidomukti, Bandungan. Output dari kegiatan ini […]

  • Kapolri Listyo Sigit Narasumberi Stadium General Peringatan Sumpah Pemuda UIN Walisongo

    Kapolri Listyo Sigit Narasumberi Stadium General Peringatan Sumpah Pemuda UIN Walisongo

    • calendar_month Sab, 29 Okt 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 790
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Hari Sumpah Pemuda diperingati setiap tanggal 28 Oktober tiap tahunnya. UIN Walisongo Semarang turut memperingatinya dengan mengadakan Stadium General yang diisi oleh Kepala Polisi Republik Indonesia (KAPOLRI) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Usungan tema yang diangkat yakni “Pemuda dan Dinamika Kebangsaan” dengan tagline ‘Memaknai Peringatan Sumpah Pemuda sebagai Momentum Konsolidasi Kebangsaan’. Kegiatan bertempat […]

  • Tantangan Bonus Demografi; Investasi Jadi Solusi

    Tantangan Bonus Demografi; Investasi Jadi Solusi

    • calendar_month Rab, 13 Nov 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 861
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Investion 2019 adalah seminar nasional pasar modal syariah yang diselenggarakan Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM). Seminar ini dihadiri oleh tiga narasumber yakni Herry Gunawan Muhammad, Davis Giola Lesmana, dan Fanny Rifqi El Fuad. Seminar nasional pasar modal syariah yang bertajuk Sukses Sejak Dini Dimulai dengan Investasi Halal Masa Kini  ini berlangsung di Audit II […]

  • Kalahkan Monster Oligarki, DEMA FEBI Selenggarakan Nobar “Sa Pu Hutan”

    Kalahkan Monster Oligarki, DEMA FEBI Selenggarakan Nobar “Sa Pu Hutan”

    • calendar_month Kam, 9 Des 2021
    • account_circle admin1
    • visibility 1.030
    • 0Komentar

      lpminvest.com–Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (DEMA FEBI) UIN Walisongo Semarang menyelengarakan acara Nonton Bareng (Nobar) film yang bertajuk Sa Pu Hutan, episode ketiga dari seri film “Demi 1%.” Acara tersebut dibuka untuk umum, pada Kamis, (9/12/2021). Nobar ini di selenggarakan untuk kalahkan monster oligarki, serta melindungi bumi dari kerusakan lingkungan dan […]

expand_less