Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » SASTRA » CERPEN » Ia, yang Terpaksa Melacur

Ia, yang Terpaksa Melacur

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sen, 17 Okt 2016
  • visibility 707
  • comment 0 komentar

AKU tak benar-benar mengenalnya, hanya saja aku sempat tahu nama belakangnya, Syafa, kala itu, kira-kira dua tahun yang lalu, aku berjalan di sore yang riuh di Jalan Prof. Hamka Ngaliyan Semarang. Tak sengaja ia berada di halte bus depan Ngaliyan Square, karena dari jauh ia memandangku tajam, lalu ketika dekat, kuberanikan diri untuk menghentikan langkahku sejenak di halte tempat ia menunggu bus. Walaupun aku tidak hendak menunggu bus, hanya saja tiba-tiba aku ingin berkenalan dengannya. “Maaf, ikut duduk ya, saya kelelahan mau ikut istirahat,” aku berucap ke perempuan bermata sabit itu.

“Silahkan mas,” begitu ia menjawabnya, tentu dengan nada dingin, sedingin sorot matanya.

“Apakah aku boleh tahu Nona hendak kemana?,” tanyaku, bermaksud memulai pembicaraan.

“Aku hendak ke terminal Terboyo mas,” ia menjawab seperlunya.

“Nama Nona siapa? Kalau saya boleh tahu,” selidikku sembari aku mengalihkan arah badanku ke arahnya, “sreeetttt..,” yang semula aku menghadap ke arah jalan.

“Namaku Syafa, maaf ada apa ya mas,” ia menjawab dan kembali melempar tanya.

“Nggak ada apa-apa Nona, hanya saja dari tadi aku melihat Nona dari kejauhan, Nona tampak memandangku, aku penasaran, ada apa?,” aku menjawab lalu kembali bertanya.

“Oh, iya mas, soalnya dari tadi di halte ini sepi banget, saya takut, maaf, makannya saya tadi memperhatikan mas, karena ada laki-laki dan di sini dalam keadaan sepi,” ia menjelaskan.

“Paham!” jawabku singkat.

Tidak lama perbincanganku dengan Nona Syafa, bus Trans Semarang datang dari arah Boja, “saya duluan mas,” ia pamit, “Boleh saya minta nomor kontak Nona? Siapa tahu kita bisa bersua di lain waktu,” tanyaku yang hanya dibalas dengan senyum simpul, tampak lesung pipi yang sangat indah. Sungguh.

Aku bingung, permintaanku hanya dibalas dengan senyum, apa maksudnya, setelah senyuman itu kemudian ia melangkahkan kakinya ke arah pintu masuk bus, aku tak langsung beranjak dari dudukku, tanpa sadar kuperhatikan laju bus yang dinaikinya sampai bus benar-benar hilang dari pandanganku. Baru kemudian aku melanjutkan perjalananku, karena aku ada janji dengan teman di sebuah cafe tepat di ujung jalan.

***

Malam pun  tiba, di rumah, masih ramai seperti malam biasanya, namun, entah kenapa rasa sepi mulai menggangguku, tidak seperti biasanya, biasanya aku ikut larut dalam keramaian itu. Maka kuputuskan untuk beranjak ke kamar belakang, kamar yang biasanya kugunakan untuk menulis esay, cerpen, opini, atau apa saja yang butuh kutulis.

Aku duduk menghadap laptop yang masih terlipat, segera kubuka dan kuhidupkan, bermaksud untuk menulis opini yang akan kukirim ke koran Minggu, namun, jari tetaplah jari, yang akan bergerak ketika digerakkan, gerakan jari harus diikuti dengan pikiran yang fresh, agar tulisan terarah dan berisi. Bebal, malam ini sungguh otakku bebal, terganggu senyum simpul perempuan di halte sore tadi. Tapi sayang, aku hanya tahu nama belakangnya saja, aku gagal mendapat kontaknya. Gelisah mulai menyergap.

Aku beranjak dari kursi jengki tempat biasa aku menulis, aku berbaring di kasur lantai bersama dengan serakan buku-buku. Aku memandang ke arah langit-langit rumah, aku kaget, kenapa ada wajah perempuan sore tadi?, “aiihh..,” aku menyadari kalau aku terbayang-bayang dengan perempuan bernama belakang Syafa itu.

“Tok.. tok.. tok..,” suara dari belik pintu.

“Masuk,” sautku

“Kamu ngapain kok sendirian, nggak nimbrung di ruang tv sama adik-adikmu?,” tanya tamuku.

Ia yang mengetuk pintu yang mengganggu lamunanku itu bernama Rozi, ia temanku sejak kecil, “wah, kebetulan, sini aku mau cerita,” segera kusuruh ia duduk di sampingku.

Kuceritakan mengenai perempuan yang kutemui sore tadi, ia hanya mengangguk mendengarkan dengan seksama ceritaku, lalu ia bertanya “ciri-cirinya gimana?, kok sepertinya aku tidak asing dengan nama perempuan yang mengganggu pikiranmu itu,” tanyanya tanpa basa-basi.

“Nama perempuan itu Syafa,” jawabku setelah menyedot rokok kretek yang sedari tadi hanya kuletakkan di lekukan atas asbak kaca.

“Oalahhhhh…..,” setengah berteriak menandakan ia tahu perempuan yang ku maksud.

“Aku kenal dia, dia temanku kuliah, ia benar akan ke Terboyo, karena memang ia mondok tidak jauh dari terminal Terboyo,” jawabnya, yang langsung kusambut dengan teriakan “horeeeee…,” ia terperangah melihat aku berteriak, “kenapa hore?,” tanyanya. “Kalau kamu tahu perempuan bermata sabit itu berarti kan aku bisa minta kamu kontak dia,” jawabku.

“Gampang kalau soal itu,” ia menyanggupi permintaanku.

***

Temanku, yang mengganggu lamunanku itu bercerita panjang lebar mengenai latar belakang perempuan berlesung pipi sore tadi. Tak kusangka, ternyata di balik senyumannya, ia, si perempuan indah itu, menyimpan lara yang mendalam, ia adalah perempun yang sedang mondok di sekitar terminal Terboyo, ia juga bekas pelacur, ia mondok karena setiap ia melayani laki-laki setiap malamnya hatinya meronta tak karuan, lalu ia putuskan berhenti, dan mencari ketenangan di pondok, mungkin kalau menurut pelacur lain, melakukan sex untuk bekerja dan sekaligus mendapatkan uang, tapi tidak dengan Syafa, ia melacur karena dipaksa keadaan, ibunya terlilit utang ke rentenir, padahal ibunya sedang sakit keras, hanya ia anak satu-satunya, bapaknya meninggal dua tahun lalu. Maka ia harus menanggung beban sedemikian berat untuk membantu ibunya melunasi hutang, dan mencari uang untuk biaya berobat rutin setiap minggunya.

Air mataku meleleh, tanpa sadar pipiku basah, air mata tak tertahankan, dalam hati sontak berucap, “ternyata ia memendam beban yang begitu berat, bahkan, aku yang sebagai laki-laki belum tentu mampu menanggung beban seberat itu,”.

***

Semoga, semoga saja aku dipertemukan kembali dengan perempuan bernama belakang Syafa itu, perempuan yang rela melacur untuk membantu ibu yang sangat ia cintai, dan semoga perempuan berlesung pipi itu tetap kuat menjalani hidupnya, sungguh, aku ingin bersua kembali di lain kesempatan, tentu aku akan menghibur laranya. Bersabarlah kau, wahai perempuan kuat yang mengganggu malamku. Selamat malam dan selamat istirahat, biar aku mempersiapkan diriku untuk bersua kembali denganmu, barangkali diberi kesempatan. Semoga saja.

Oleh: M. Maulana Ali_Pemred LPM Invest

  • Penulis: admin1

Rekomendasi Untuk Anda

  • Temu Sharing; UKM KOBI dan Febipreneur UIN Sunan Kalijaga

    Temu Sharing; UKM KOBI dan Febipreneur UIN Sunan Kalijaga

    • calendar_month Jum, 15 Nov 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 675
    • 0Komentar

    lpminvest.com- UKM Komunitas Bisnis (KOBI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang kedatangan 26 anggota dari Lembaga Kegiatan Mahasiswa Fakultas (LKMF) Febipreneur UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kegiatan studi banding ini berlangsung di Laboratorium Minibank FEBI. Jumat, (15/11/2019). “Kunjungan kami untuk melakukan studi banding dan temu sharing dengan UKM KOBI,” terang Rizky Ramadhan selaku […]

  • Video Jokowi Hampir Capai Satu Juta Viewer

    Video Jokowi Hampir Capai Satu Juta Viewer

    • calendar_month Rab, 12 Apr 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 720
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Joko Widodo (Jokowi) belakangan ini menjadi viral di youtube. Pasalnya presiden ke-7 Indonesia ini mengunggah video tanya jawab atau lebih popular disebut QnA Video. Hal ini dilakukan guna memberikan media kepada netizen untuk bertanya langsung kepada Presiden melalui laman facebook. Kesempatan bertanya diberikan kepada anak muda berusia 13-20 tahun dalam bentuk video youtube yang […]

  • ASING

    ASING

    • calendar_month Jum, 12 Jan 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 512
    • 0Komentar

    ASING Oleh : Aisyah Hakimatunnisa Tuan, apakah kau tau? Kita adalah asingMenyerupai sebuah langit yang tak kenal dengan hujanDiturunkan oleh awan abu sebelum hujan menyapa langit indah itu Seperti raga yang tak berjiwaYang bertahan, berdiriDiancam oleh banyak sayatan luka Aku tak tahu, TuanEntah dirimu atau aku yang memiliki ego tinggiAtaukah memang kita sama-sama tidak tau?Tentang […]

  • 116 Mahasiswa Akuntansi Syariah Ikuti Distingsi

    116 Mahasiswa Akuntansi Syariah Ikuti Distingsi

    • calendar_month Ming, 1 Apr 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 564
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Jurusan Akuntansi Syariah (AKS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang kembali mengadakan Distingsi I bagi mahasiswa AKS semester dua. Bertempat di Hotel Pandanaran Semarang, distingsi tersebut diikuti 116 mahasiswa. Kegiatan distingsi tersebut diadakan guna membekali mahasiswa dalam pencapaian Standar AKS. Mengusung tema “Training Persiapan Ujian Sertifikasi Akuntansi Syariah”, kegiatan yang […]

  • Bekali Kepengurusan Baru, FEBI Selenggarakan Pelatihan Kepemimpinan

    Bekali Kepengurusan Baru, FEBI Selenggarakan Pelatihan Kepemimpinan

    • calendar_month Rab, 31 Jan 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 613
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan yang bertempat di Green Valley, Bandungan. Acara ini dilaksanakan selama dua hari, dimulai sejak hari Selasa – Rabu (30 – 31/1/2024). Kegiatanya diikuti oleh 40 peserta, yakni 5 peserta hasil screening Dewan Mahasiswa (DEMA) FEBI dan 35 peserta dari seluruh Organisasi Mahasiswa […]

  • FEBI dan Nafsul Mutmainnah Achievment Gelar Pelatihan Public Speaking untuk Aktivis Mahasiswa

    FEBI dan Nafsul Mutmainnah Achievment Gelar Pelatihan Public Speaking untuk Aktivis Mahasiswa

    • calendar_month Kam, 5 Nov 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 715
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Kamis (05/11/2020) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang mengadakan Pelatihan Public Speaking. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menyongsong kreativitas terutama dalam bidang komunikasi. Acara yang digelar dengan nuansa Islami itu, dibantu oleh Grup Nafsul Mutmainnah Achievment (NMA) selaku pemandu acara. Pembekalan public speaking ini bertempat di Miniatur Kampung Surga, Kecamatan Bandungan, Kabupaten […]

expand_less