Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » Menelisik Sisi Positif dari Game Online

Menelisik Sisi Positif dari Game Online

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sen, 12 Sep 2022
  • visibility 363
  • comment 0 komentar

(Little boy playing video game in the dark room. Source: istockphoto.com)

Dilihat dalam beberapa tahun belakangan, industri esport berkembang sangat pesat. Menurut data Global Games Market Report 2021, Indonesia menempati posisi 17 pasar game terbesar dengan pertumbuhan yang sangat cepat. Konsep game online sendiri adalah menjadikan permainan yang dimainkan untuk menuju ke ranah profesional. Hal ini memberikan pengaruh cukup besar bagi masyarakat khususnya kaum muda milenial. Maka dari itu, banyak anak-anak muda yang memanfaatkan hal tersebut untuk bermain game online.

Di Indonesia, dunia gaming sudah didukung oleh pemerintah dengan dibentuknya Indonesia ESports Association (IESPA), Federasi Esports Indonesia (FEI), Asosiasi Olahraga Video Game Indonesia (AVGI) dan yang terakhir Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI). Organisasi tersebut adalah bukti pemerintah dalam mendukung dan memfasilitasi segala kebutuhan suatu komunitas dalam menyelenggarakan event perlombaan, dimana event tersebut juga bertujuan untuk memberikan panggung bagi pemain amatir maupun profesional yang ingin unjuk kemampuan dalam bermain game online.

Menyoal game online sendiri, tidak asing di telinga masyarakat terkait dampak dari game online itu sendiri. Mulai dari kecanduan yang berlebihan, malas, konsentrasi menurun, merusak mata bahkan sampai kematian. Apakah efek dari game online selalu mengarah pada kerugian? Tentu saja tidak. Banyak orang yang sukses dari game online. Dalam dunia gaming terdapat istilah ProScene, istilah tersebut dapat diartikan seseorang yang tengah menjalani karir gaming profesionalnya sebagai seorang pemain. Jalan yang ditempuh untuk menjadi seorang gamers profesional tidaklah mudah, banyak yang harus dilalui.

Tak hanya menjadi pemain professional, namun banyak orang yang memanfaatkan adanya industri e-sport dengan membuka bisnis. Mulai dari menjual item in game, top up diamond bahkan membuka jasa joki akun bagi yang minat. Konsep dari jasa joki akun yaitu pihak penjoki mendapatkan customer dan akan diproses penjokiannya sampai selesai dengan persyaratan yang telah disepakati kedua belah pihak. Terdapat satu game dimana dalam bisnis jasa joki akun bisa meraup keuntungan yang banyak yaitu game Mobile Legend. Game buatan Moonton tersebut kini ramai dimainkan di kalangan masyarakat. Dibalik ramainya game tersebut, terdapat seorang owner yang meraup keuntungan besar dari hasil bisnisnya membuka jasa joki dalam game Mobile Legends: Bang Bang (MLBB).

Dilansir dari Suara.com bahwa terdapat seseorang yang mengaku berpindah haluan dari pemain game lewat tim e-sport menjadi menjalankan bisnis joki dan top up game. Bangkit namanya, menjadi joki Mobile Legends sudah digelutinya sejak tahun 2017 lalu dan kini bisnisnya itu makin berkembang seiring dengan populernya dunia game online. Karena ketekunannya lah juga, bisnisnya masih ada dan bertahan hingga kini.

Tak kalah menarik, para pegiat media sosial juga memanfaatkan industri esport malalui tontonan live streaming YouTube yang diisi dengan konten game online. Streamer tersebut meraup keuntungan yang lebih banyak ketimbang atlet profesional maupun tukang joki. Hal ini juga bisa dilakukan oleh siapapun dengan bermodalkan telpon pintar, alat streaming dan kecakapan dalam berkomunikasi dengan penonton.

Tobias Justin atau yang kerap dipanggil Jess No Limit lahir di Jakarta pada 5 Februari 1996 lalu. Dia salah satu streamer yang sukses dalam dunia gaming asal Indonesia. Justin sempat menjadi atlet profesional yang terkenal dengan hero ‘fanny’nya yang agresif. Sekarang Justin sudah mempunyai 24,7 juta subscribers di kanal YouTubenya. Sehingga ia mendapat keuntungan dan popularitas dari live streaming game online di perangkatnya.

Dalam hal ini bisa diambil suatu pernyataan bahwa game online tidak selalu berbicara tentang kerugian. Banyak hal yang menguntungkan dalam dunia gaming, seperti membuka peluang bisnis jasa joki akun, menjual item in game, dan top up diamond, menjadi pemain game profesional maupun streamer game online yang dapat memberikan keuntungan tak hanya materil tetapi juga popularitas. Kasyif_[i]

 

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tumbuhkan Wadah Sastra LPM Invest Luncurkan Vestologi Edisi Perdana

    Tumbuhkan Wadah Sastra LPM Invest Luncurkan Vestologi Edisi Perdana

    • calendar_month Ming, 20 Okt 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Vestlogi edisi perdana ini merupakan kumpulan karya sastra dan puisi dari para penulis muda. Bacaan dengan nuansa baru dari LPM Invest hadir untuk mewarnai dunia sastra. Setiap tulisan dalam majalah ini membawa pembaca pada berbagai kisah yang mengharukan, penuh refleksi, dan menyentuh hati. Dimulai dari cerita cinta tak sampai dalam “Nestapa Sang Pujaan” hingga narasi […]

  • Ini Daftar Fakultas Pemenang Lomba Orasi Aksi Orsenik 2018

    Ini Daftar Fakultas Pemenang Lomba Orasi Aksi Orsenik 2018

    • calendar_month Jum, 21 Sep 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 220
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Orasi aksi merupakan salah satu cabang perlombaan yang dipertandingkan di hari pertama Orientasi Olahraga, Seni, Ilmiah dan Keterampilan (Orsenik) 2018. Orasi aksi diselenggarakan di depan perpustakaan pusat Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Jumat, (21/9/2018). Pilihan tema yang diangkat pada orasi aksi yaitu lingkungan, korupsi, dan pendidikan. Adapun jumlah masa yang disepakati untuk menyampaikan satu […]

  • Etos Dagang Kaum Sarungan

    Etos Dagang Kaum Sarungan

    • calendar_month Sen, 29 Agu 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 302
    • 0Komentar

    Belakangan, telinga kita akrab dengan istilah santripreneur di tengah derasnya pewartaan tentang pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) di tanah air. Pesantren sebagai entitas dari masyarakat diharapkan mampu menyelesaikan problem sosial dan ekonomi yang tengah terjadi dalam kehidupan masyarakat. Barangkali, masyarakat tidak akan meragukan kapasitas pesantren dalam urusan pendalaman ilmu agama, sebagai bukti banyaknya lulusan pesantren […]

  • Dekan FEBI; Alumni Harus Memiliki Modal Sosial

    Dekan FEBI; Alumni Harus Memiliki Modal Sosial

    • calendar_month Ming, 3 Mar 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 255
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Keluarga Alumni (KALAM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo Semarang melaksanakan sarasehan alumni yang bertajuk Konsolidasi dan Sinergi Alumni yang Maju dan Terdepan. Acara berlangsung di ballroom Candi Indah Hotel Semarang, dengan dihadiri oleh Dekan, Wakil Dekan III, Kasubag dan beberapa pejabat civitas akademika FEBI. Minggu, (3/03/2019). Ketua Umum terpilih, Ahmad Luthfi menuturkan […]

  • Seminar Bisnis Digital Semarang Raih Rekor Muri

    Seminar Bisnis Digital Semarang Raih Rekor Muri

    • calendar_month Sen, 4 Nov 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 335
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Menghadirkan pembicara Didik Mulato, ribuan pebisnis di Semarang menghadiri undangan Seminar Bisnis Digital yang diadakan di UTC Convention Center Semarang. Acara yang diselenggarakan oleh Komunitas Bisnis Digital ini sudah berlangsung di 27 Provinsi. Salah satunya di kota Atlas inilah acara tersebut berhasil meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (Muri) dengan jumlah peserta seminar terbanyak […]

  • Guna Menghemat Dana Pemerintah, UIN Walisongo Gunakan Tenaga Out Sourching

    Guna Menghemat Dana Pemerintah, UIN Walisongo Gunakan Tenaga Out Sourching

    • calendar_month Sab, 12 Sep 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 278
    • 0Komentar

    lpmInvest-Mulai tanggal 01 Juni 2015, Semua tenaga keamanan atau satpam yang ada di UIN Walisongo secara serentak berganti dengan yang baru. Banyak yang bertanya tanya mengenai kebijakan tersebut, apalagi setelah melihat beberapa satpam yang dulu  kini beralih profesi. Satpam tersebut berjumlah dua puluh tujuh orang, diantaranya tiga belas satpam yang telah menjadi  pegawai negeri (PNS) […]

expand_less