Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » Asal Muasal Musik dan Eksistensinya di Tengah Pandemi

Asal Muasal Musik dan Eksistensinya di Tengah Pandemi

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sab, 27 Jun 2020
  • visibility 194
  • comment 0 komentar
Oleh: Dwi Ari A. Sumber gambar : depositphotos.com

Oleh: Dwi Ari A.
Sumber gambar : depositphotos.com

Aku pernah sejenak ikut berdiri di kerumunan ribuan pasang kaki hanya untuk menikmati alunan syair yang berirama. Meskipun di kampus yang berada di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag), tapi seni tetaplah mengalir tanpa batasan. Musik itu universal, mampu menyatukan berbagai golongan serta diterima oleh pasang telinga dimanapun.

Sopo sing kuat nandhang kahanan, sopo sing ora kroso kelangan, ditinggal pas sayang-sayange, pas lagi jeru-jerune, koe milih dalan liyane.

Potongan lirik di atas semoga tidak menggambarkan hati sobat di tengah pandemi, hihi. Kenagan sing wis tak lakoni, tak simpen ning njero ati. Jangan sengaja melupakan kenangan, apalagi ukiran sejarah yang menjadi cikal bakal sebuah musik. Dalam bidang musik, sejarah peradaban Islam mencatat ada nama yang popular di dalamnya yaitu Abu Yusuf Yaqub Ibn Ishaq as-Sabbah al-Kindi (801 M- 873 M) dan Nasir Muhammad bin al-Farakh al-Farabi (870 M-950 M).

Banyak karya yang sudah diciptakan oleh al-Kindi antara lain di bidang metafisika, logika, matematika, fisika, astrologi, psikologi, musik, dan lainnya. Kindi diyakini sebagai tokoh musik pertama dengan teorinya yang membahas tentang konotasi kosmologikal musik. Dalam laman republika.com disebut bahwa al-Kindi memanfaatkan music sebagai media terapi untuk menghilangkan penyakit. Ada 15 karya, dan salah satu yang terkenal yaitu berjudul  musiq.

Lain hal dengan al-Farabi yang mengabadikan pengetahuannya dalam kitab khusus berjudul Kitabu al-Musiq al-Kabir. Kitab ini membahas tentang sistem pitc atau tinggi rendah nada dalam suatu bunyi dan getaran yang dihasilkan oleh instrument maupun suara manusia. Pembahasan dalam kitab yang tidak kalah penting yakni terkait daya magic music yang mampu memengaruhi dan mengendalikan aktivitas pendengar. Misal ketika musik dengan lantunan nada sedih maka pendengar secara tidak sadar akan turut merasakan kesedihan.

Di Indonesia, musik masuk dalam bagian industri kreatif yang peranannya menduduki posisi signifikan. Data dari Departemen Perdagangan Republik Indonesia dalam agenda Konvensi Pengembangan Ekonomi Kreatif 2009-2015 yang diselenggarakan pada Pekan Budaya Indonesia 2008 disebutkan bahwa kontribusi ekonomi kreatif 6,3 persen Produk Domestik Bruto (PDB) atau senilai Rp 104,73 T.

Di tengah pandemi, mungkin kita cukup hiburan dengan bermain game, mendengarkan musik, dan menonton film. Lalu, bagaimana nasib mereka yang selama ini berada di balik layar? Bagaimana mereka menjalankan industri hiburan agar tetap kreatif, sedangkan social distancing menghantui setiap langkah? Ketika membicarakan bidang musik, tentu para musisi Indonesia kehilangan sumber pendapatan ratusan juta yang biasa mengalir ketika mereka menghibur di atas panggung. Keadaan seperti ini akan menuntut para musisi semakin kreatif untuk memperoleh pendapatan, baik dengan cara menggelar konser melalui facebook ataupun instagram lalu tip via aplikasi layanan kirim uang seperti venom atau quickpay.

Segala yang ada di bumi termasuk musik, memiliki manfaat seperti yang ditegaskan oleh kedua tokoh, yakni bukan hanya sekedar hiburan. Namun sekarang ini, musik lebih identik dengan seni hiburan yang memiliki nilai ekonomis. Bahkan banyak tercipta lapangan pekerjaan yang sering kita temui di media sosial, meng-cover lagu salah satunya. Namun lagu asli tetap terbaik, karena ada nilai-nilai kreatif dalam proses pembuatannya. Tetap semangat berkarya di industri kreatif, karena ide tergolong ekslusif untuk ditiru.

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • FORNAS MESYA Deklarasikan Dukungan Pembumian Ekonomi Syariah di Indonesia

    FORNAS MESYA Deklarasikan Dukungan Pembumian Ekonomi Syariah di Indonesia

    • calendar_month Ming, 20 Okt 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 177
    • 0Komentar

    lpminvess.com –  Serangkaian acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Nasional Mahasiswa Ekonomi Syariah (FORNAS MESYA) ditutup dengan deklarasi dukungan terhadap pembumian ekonomi syariah di Indonesia. Deklarasi tersebut dilaksanakan di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang secara serentak oleh para delegasi dan dipimpin langsung oleh presiden baru FORNAS MESYA, Muhammad Rafsanjani. Sabtu, (19/10/2019). Rangkaian acara Rakernas […]

  • PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. menjadi inspirasi Bagi UMKM di Indonesia

    PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. menjadi inspirasi Bagi UMKM di Indonesia

    • calendar_month Kam, 13 Jun 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 1.664
    • 0Komentar

    PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) menjadi bagian penting dari sektor pertanian Indonesia. Sebagai bagian dari Penanaman Modal Asing (PMA), CPIN didirikan pada 7 Januari 1972 dan memulai operasinya secara komersial pada tahun yang sama. Perusahaan ini bergerak dalam pemeliharaan ayam ras, melakukan pemotongan dan pengepakan daging di rumah, mengolah dan mengawetkan daging-daging dan daging […]

  • Demi Membantu Ibunya, Mahasiswi Berjualan di Gedong Songo

    Demi Membantu Ibunya, Mahasiswi Berjualan di Gedong Songo

    • calendar_month Ming, 16 Okt 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 163
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Siang ini pengunjung Candi Gedong Songo, Semarang, masih tampak ramai, akses jalan menuju pintu masuk area Candi masih tampak macet, sesekali klakson mobil terdengar nyaring karena macet yang tak kunjung terurai. Raut wajah pengunjung Gedong Songo yang terjebak macet terlihat muram. Berbeda dengan mereka, Herliana (23), Perempuan berparas ayu ini tampak bahagia di balik […]

  • Resensi Film White Chicks: Komedi Kocak, Penyamaran Keren, dan Adegan Ikonik yang Bikin Ngakak

    Resensi Film White Chicks: Komedi Kocak, Penyamaran Keren, dan Adegan Ikonik yang Bikin Ngakak

    • calendar_month Rab, 19 Mar 2025
    • account_circle admin1
    • visibility 428
    • 0Komentar

    Identitas film Judul Film                   : White Chicks Sutradara                    : Keenen Ivory Wayans Penulis Skenario         : Keenen Ivory Wayans, Shawn Wayans, Marlon Wayans Pemain                       : Shawn Wayans, Marlon Wayans, Busy Philipps, Terry Crews Genre        […]

  • Bekali Kepengurusan Baru, FEBI Selenggarakan Pelatihan Kepemimpinan

    Bekali Kepengurusan Baru, FEBI Selenggarakan Pelatihan Kepemimpinan

    • calendar_month Rab, 31 Jan 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 198
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan yang bertempat di Green Valley, Bandungan. Acara ini dilaksanakan selama dua hari, dimulai sejak hari Selasa – Rabu (30 – 31/1/2024). Kegiatanya diikuti oleh 40 peserta, yakni 5 peserta hasil screening Dewan Mahasiswa (DEMA) FEBI dan 35 peserta dari seluruh Organisasi Mahasiswa […]

  • Peroleh Akreditasi A, UIN Walisongo Targetkan AUN-QA Tingkat ASEAN

    Peroleh Akreditasi A, UIN Walisongo Targetkan AUN-QA Tingkat ASEAN

    • calendar_month Sel, 5 Mar 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 213
    • 0Komentar

      lpminvest.com- 13 hari penantian UIN Walisongo menunggu hasil Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) berbuah manis. Meskipun Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) belum terbit, namun BAN-PT melalui whatsapp secara resmi menyatakan bahwa UIN Walisongo telah dinyatakan terakreditasi A dengan skor  368. Selasa, (5/3/2019). “Alhamdulilah kita sudah mendapatkan akreditasi A hari  ini. Info […]

expand_less