Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Gender » Mengubah Persepsi, Jangan Kambing Hitamkan Pakaian Perempuan

Mengubah Persepsi, Jangan Kambing Hitamkan Pakaian Perempuan

  • account_circle admin1
  • calendar_month Rab, 4 Des 2019
  • visibility 840
  • comment 0 komentar
WhatsApp Image 2019-12-04 at 5.37.48 PM

Oleh: Nabila Baitul Izza Kru Magang LPM Invest 2019

Kasus kekerasan seksual terhadap perempuan masih sering terjadi di era modern sekarang ini. Banyak anggapan yang menilai bahwa kekerasan seksual tersebut disebabkan cara berpakaian korban yang terbuka sehingga mengundang nafsu pelaku. Namun pada kenyataannya, pakaian korban saat mendapat perlakuan kekerasan seksual tidak selalu terbuka atau seksi.

Kekerasan seksual sendiri merupakan semua tindakan yang menyebabkan korban merasa dilecehkan karena berorientasi pada seksualitas. Kekerasan seksual menurut Komisi Nasional (Komnas) Perempuan ada 15 bentuk, diantaranya: perkosaan, intimidasi seksual termasuk ancaman atau percobaan perkosaan, pelecehan seksual, eksploitasi seksual, perdagangan perempuan untuk tujuan seksual, prostitusi paksa, perbudakan seksual, pemaksaan perkawinan, pemaksaan kehamilan, pemaksaan aborsi, pemaksaan kontrasepsi dan sterilisasi, penyiksaan seksual, penghukuman tidak manusiawi dan bernuansa seksual, praktik tradisi bernuansa seksual yang membahayakan atau mendiskriminasi perempuan, dan kontrol seksual.

Komnas Perempuan mencatat selama 12 tahun (2001-2012), sedikitnya ada 35 perempuan menjadi korban kekerasan seksual setiap harinya. Pada tahun 2012 setidaknya telah tercatat sebanyak 4.336 kasus kekerasan seksual, dimana 2.920 kasus diantaranya terjadi di ranah publik/komunitas, dengan mayoritas bentuknya adalah perkosaan dan pencabulan (1620). Data mengenai kekerasan seksual semakin mengkhawatirkan, dimana pada tahun 2013, kasus kekerasan seksual bertambah menjadi 5.629 kasus. Hal tersebut berarti dalam waktu 3 jam setidaknya ada 2 perempuan mengalami kekerasan seksual.

Dewasa ini, kekerasan seksual tidak lagi hanya dilakukan secara langsung kepada fisik korban. Kini, seiring berkembangnya teknologi informasi, kekerasan seksual juga marak di lakukan di media sosial, yaitu seperti suatu akun yang mendiskriminasi unggahan foto perempuan lewat komentar yang tidak pantas dan berbau seksual. Isi komentar tersebut bahkan sampai mengajak ke ranah hubungan seksual. Hal semacam itu paling banyak dijumpai di kolom komentar Facebook atau Instagram.

Anggapan mengenai penyebab kekerasan seksual terhadap perempuan adalah karena pakaian yang dikenakannya memang sudah umum di Indonesia. Perempuan seolah dikekang oleh aturan tidak tertulis yang beredar di masyarakat untuk sangat-sangat memperhatikan cara berpakaiannya jangan sampai mengundang nafsu lawan jenis. Hal tersebut seakan-akan menjadi momok yang menakutkan bagi perempuan untuk mengekspresikan dirinya lewat pakaian. Anggapan tentang pakaian perempuan yang seperti itu berakibat pada cemoohan dan hujatan kerap kali justru ditujukan kepada korban (perempuan). Bahkan tak jarang hal tersebut dilontarkan oleh sesama perempuan. Jadi yang perlu diingat dan ditekankan adalah bahwa perempuan bukanlah pelaku, akan tetapi mereka adalah korban yang harus didampingi dan didukung agar bisa kembali bangkit dari keterpurukan yang dialami.

Lalu, apakah benar bahwa pakaian menjadi sebab terjadinya kekerasan seksual? Tentu tidak. Pernyataan tersebut hanyalah persepsi yang keliru dan harus diluruskan. Pada awal tahun 2018, di Belgia diadakan pameran yang menunjukkan pakaian-pakaian yang dikenakan korban kekerasan seksual. Dari banyaknya pakaian yang dipamerkan, ternyata justru mayoritas merupakan pakaian tertutup dan tidak mengandung unsur “mengundang nafsu” diantaranya seperti kemeja longgar dan celana panjang. Dari situ dapat diambil pemahaman bahwa kekerasan seksual tidak disebabkan karena pakaian korban yang dinilai terbuka atau mengundang nafsu. Penyebab pelecehan seksual  terletak pada pola berpikir dan keseksualitasan yang tidak terkontrol oleh para pelaku. Jika seseorang bisa mengontrol diri dan mengontrol nafsu seksualitasnya, maka tidak akan terjadi kasus kekerasan seksual. Dengan begitu pakaian yang dikenakan korban tak akan menjadi masalah lagi karena setiap manusia punya hak untuk mengekspresikan diri melalui penampilannya dalam berpakaian.

Nah, sebagai upaya untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual perlu adanya edukasi sejak dini dari lingkungan keluarga. Selain itu anak diharapkan dapat lebih bisa menjaga diri dari pelaku tindak kekerasan seksual dan nantinya tidak akan melakukan hal tersebut kepada orang lain. Upaya selanjutnya adalah dengan meningkatkan iman dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Seseorang yang memiliki keimanan yang kuat biasanya akan lebih bisa mengontrol hawa nafsunya.

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jayakan Desa, Pondasi Membangun Indonesia Raya

    Jayakan Desa, Pondasi Membangun Indonesia Raya

    • calendar_month Sel, 16 Jan 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 817
    • 0Komentar

    Judul buku          : Membangun Indonesia dari Desa Penulis                 : Prof. Gunawan Sumodiningrat dan Ari Wulandari Penerbit               : Media Pressindo Tahun`                : 2016 Tebal                    : xxi + 262 halaman Peresensi             : Amimah Ulul Mualifah Demi kemajuan Indonesia, pemerintah terus berupaya melakukan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia secara merata, tidak hanya di perkotaan […]

  • Penampilan Seni Meriahkan Puncak Acara FEBI SEWINDU

    Penampilan Seni Meriahkan Puncak Acara FEBI SEWINDU

    • calendar_month Jum, 17 Des 2021
    • account_circle admin1
    • visibility 928
    • 0Komentar

    lpminvest.com- FEBI Sewindu merupakan tajuk acara peringatan hari ulang tahun (harlah) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo ke-8 tahun. Serangkaian acara diselenggarakan demi memeriahkan harlah FEBI dan puncaknya diselenggarakan inaugurasi, Jumat, (17/12/2021). Berlokasi di Auditorium 2 Kampus 3, acara inaugurasi yang dibintangi oleh beberapa penampilan kesenian. Pelaksanaan FEBI Sewindu ini dilaksanakan dengan sangat […]

  • Pintar Bagi Waktu antara Kuliah dan Pondok, Siti Nur Aisyah Sabet Gelar Wisudawan Terbaik

    Pintar Bagi Waktu antara Kuliah dan Pondok, Siti Nur Aisyah Sabet Gelar Wisudawan Terbaik

    • calendar_month Sen, 25 Mei 2026
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 841
    • 0Komentar

    Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo mengadakan wisuda sarjana (S1) ke-100, magister (S2) ke-67, dan doktor (S3) ke-42 pada Sabtu, (21/05/2026). Meluluskan 642 mahasiswa, acara digelar di Auditorium II Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Siti Nur Aisyah, mahasiswa program studi Perbankan Syariah berhasil menjadi wisudawan terbaik Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Mengangkat skripsi berjudul “Pengaruh […]

  • Mahasiswa KKN MIT Posko 102 Edukasi Cuci Tangan Pakai Sabun bagi Anak TK dan PAUD Asri Tlogodowo

    Mahasiswa KKN MIT Posko 102 Edukasi Cuci Tangan Pakai Sabun bagi Anak TK dan PAUD Asri Tlogodowo

    • calendar_month Rab, 2 Sep 2026
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 411
    • 0Komentar

    Demak — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT Posko 102 UIN Walisongo Semarang mengadakan edukasi Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) bagi anak-anak TK dan PAUD Asri Tlogodowo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, pada Jumat (7/8). Kegiatan tersebut diikuti oleh anak-anak dari kelompok TK kecil, TK besar, dan PAUD sebagai bagian dari upaya mengenalkan kebiasaan hidup bersih […]

  • Mahasiswa KKN Mencoba Patahkan Stigma Bahasa Inggris Susah, Lewat Aplikasi English For Kids

    Mahasiswa KKN Mencoba Patahkan Stigma Bahasa Inggris Susah, Lewat Aplikasi English For Kids

    • calendar_month Ming, 18 Okt 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 811
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler dari Rumah (KKN RdR) menginisiasi program belajar bahasa Inggris kepada siswa Sekolah Dasar (SD). Kegiatan belajar di lakukan di serambi Mushola Baitur Ridho RT 01/ RW 01 Kelurahan Dombo, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Minggu, (18/10/2020) Kegiatan ini di lakukan sebagai upaya mematahkan stigma anak, bahwa belajar bahasa Inggris itu […]

  • Press Release “Grand Opening Wednesday Market”

    Press Release “Grand Opening Wednesday Market”

    • calendar_month Sel, 28 Feb 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 732
    • 0Komentar

    Career Center merupakan lembaga persiapan dan pengembangan karir, yang berkerja secara profesional dan modern, didukung oleh para tenaga ahli, para profesional, praktisi di berbagai bidang dan kalangan akademisi yang bertujuan mewujudkan suatu sistem dan pengelolaan karir yang efisien dan efektif. Walisongo Career Center (WCC) UIN Walisongo Semarang merupakan lembaga non-struktural yang mempunyai tugas untuk memfasilitasi […]

expand_less