Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Postingan Akun Instagram Kemdikbud Digeruduk Komentar

Postingan Akun Instagram Kemdikbud Digeruduk Komentar

  • account_circle admin1
  • calendar_month Ming, 15 Apr 2018
  • visibility 285
  • comment 0 komentar

WhatsApp Image 2018-04-15 at 16.27.50

lpminvest.com – Kata kejujuran dan integritas beberapa hari ini mendadak viral di media sosial media instagram. Hal itu bermula dari komik strip yang diposting Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Republik Indonesia melalui akun instagramnya @kemdikbud.ri. Postingan tersebut berisi ajakan untuk berbuat jujur bagi pelajar dalam menghadapi ujian nasional (UN). Jumat, (13/4/2018).

Dalam komik strip tersebut dikisahkan seorang siswa membuat contekan sebelum UN. Namun ia mengurungkan niatnya setelah ia bertemu teman siswinya. Sang siswi merupakan anak yang giat belajar untuk menghadapi UN, karena baginya laki-laki yang yang rajin dan berprestasi terlihat keren, tetapi laki-laki jujur lebih keren lagi. Mengetahui hal tersebut, siswa itu menjadi sadar bahwa perbuatannya merupakan hal yang buruk.

Postingan komik strip yang pertama kali diunggah oleh Kemdikbud itu pun mendapat 13.289 like dan 3582 komentar  dari netizen. Yang menjadikannya heboh adalah serangan netizen kepada Kemdikbud terkait soal UN. Komentar yang kebanyakan  dilontarkan oleh pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) itu berisi kekecewaannya pada soal UN yang dikeluarkan Kemdikbud. Menurut beberapa komentar, soal UN tidak realistis dan tidak sama seperti kisi-kisi yang sebelumnya telah diberikan.

Seperti komentar yang dilontarkan akun @zaza.ftanut, “Materi yang di kisi-kisi, yang di kurikulum, beda jauh sama yang keluar. Masa soal yang keluar soal SBMPTN. Kita belajar untuk mempersiapkan UN yang bagus. Jadi yang gak jujur di sini siapa? Masih kurikulum, yang diuji soal SBM. Ah, lucunya negeriku.”

Lain halnya dengan komentar dari akun @adeeldina_ , ia menuliskan “Kemarin habis UN cerita ke ibu soalnya susah, saya yang dimarahin karena katanya gak belajarlah, maleslah, nyepeleinlah. Padahal saya sudah belajar tiga tahun :)”.

Serangan berbagai komentar netizen pun ditanggapi @kemdikbud.ri dengan santai. Dari banyaknya komentar, @kemdikbud.ri banyak membalasnya dengan balasan komentar yang sama, yaitu “Tetap kejujuran dan integritas adalah yang penting.”

Balasan komentar tersebut seperti yang ditujukan untuk akun @bilepotan, yang dalam komentarnya menulis, “Yang dilihat bukan kejujuran di Indonesia ini. Tapi nilai.”

Begitu juga pada akun @sasashabrinaa, “Pak ada tambahan nilai buat yang jujur gak? Karena pada akhirnya, hasil nilai lebih menjunjung tinggi.” juga dibalas @kemdikbud.ri dengan jawaban yang sama. (Faiq-[i])

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Minimalisir Intoleransi melalui Sikap Dewasa Beragama

    Minimalisir Intoleransi melalui Sikap Dewasa Beragama

    • calendar_month Sen, 27 Mar 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 319
    • 0Komentar

     Di era demokrasi Indonesia saat ini, kasus intoleransi yang terjadi di mayarakat nampaknya semakin marak. Sebagaimana yang tercatat dalam Komnas HAM pada tiga tahun terakhir, yaitu 76 kasus pada tahun 2014, 87 kasus tahun pada tahun 2015 dan 97 kasus sepanjang tahun 2016. Hal ini menunjukkan bahwa tren peningkatan kasus intoleransi atas kebebasan beragama dan […]

  • Membaca Bagian Dari Kebutuhan Hidup

    Membaca Bagian Dari Kebutuhan Hidup

    • calendar_month Sab, 29 Nov 2014
    • account_circle admin1
    • visibility 396
    • 0Komentar

    IDENTITAS BUKU Judul buku      : Bisa Baca Secepat Kilat Penulis             : Rizem Aizid Penerbit           : BukuBiru Cetakan           : Pertama, 2011 Tebal               : 172 hal Resensor          : Tatang Turhamun TULISAN merupakan sarana yang digunakan seorang penulis untuk menyampaikan segala informasi kepada pembaca. Segala bentuk media yang terdapat sebuah tulisan baik yang berupa buku, koran, artikel, maupun […]

  • Narasumber KPK RI Berhalangan Hadir Menuai Kekecewaan Maba

    Narasumber KPK RI Berhalangan Hadir Menuai Kekecewaan Maba

    • calendar_month Sab, 26 Agu 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 243
    • 0Komentar

    lpminvest.com-  Pemberian materi Pedidikan anti korupsi pada hari ketiga proses Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tuai kekecewaan sebagian mahasiswa. (Rabu, 23/8/17). Rencana pemberian materi pendidikan anti korupsi dari KPK RI hanya disampaikan oleh satu narasumber. Padahal seharusnya disampaikan oleh dua narasumber yang mana tiap narasumber akan mengisi empat fakultas. Berdasarkan keterangan, pengisian materi oleh KPK […]

  • Enam Tips Atasi Penyakit Insecure

    Enam Tips Atasi Penyakit Insecure

    • calendar_month Kam, 19 Nov 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 340
    • 0Komentar

      Mengingatkan salah satu iklan kartu provider 3 Indie+ pada tahun 2013 silam, dalam iklan tersebut diperagakan oleh beberapa anak kecil menceritakan permasalahan yang dialami oleh orang dewasa dan dibagian akhir iklan tersebut ada seorang anak yang mengatakan bahwa “ Jadi orang gede menyenangkan, tapi susah dijalanin ,“ lantas hal tersebutlah yang menjadi realita anak […]

  • Harlah FEBI Ke-6, Bagikan Doorprize TV & Kulkas

    Harlah FEBI Ke-6, Bagikan Doorprize TV & Kulkas

    • calendar_month Jum, 13 Des 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 247
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Dalam rangka memperingati hari lahir (harlah) yang keenam tahun, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang adakan kegiatan jalan sehat. Rektor beserta petinggi besar FEBI turut menghadiri acara ini. Panggung utama acara ini berada di alun-alun FEBI, tepatnya di depan Gedung H. Jumat, (13/12/2019). Dalam sambutannya, Saifullah Dekan FEBI mengaku bahwa peringatan […]

  • Cahaya di Tengah Mendung, Part 2

    Cahaya di Tengah Mendung, Part 2

    • calendar_month Rab, 1 Mar 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 271
    • 0Komentar

    “Om, kapan-kapan main lagi yuk.” “Kalau Om sedih ke halaman aja, tiap sore kita main di sana.” “Kita pulang dulu ya, Om.” Aku melambai ringan membalas tiga anak yang sekarang berpamitan itu. Raut bahagia tercetak jelas di wajah mereka, bahkan menular sesaat padaku. Ternyata mereka tinggal di lantai yang berbeda, untuk itu aku membiarkan ketiga […]

expand_less