Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Dinilai Tidak Diakui Kampus, Ini Klarifikasi Lutfi Mahasiswa Pemilik IPK 3,94

Dinilai Tidak Diakui Kampus, Ini Klarifikasi Lutfi Mahasiswa Pemilik IPK 3,94

  • account_circle admin1
  • calendar_month Kam, 8 Mar 2018
  • visibility 262
  • comment 0 komentar
Lutfi Nur Fadillah, Mahasiswa jurusan Ilmu Falak, Fakultas Syariah dan Hukum yang mendapatkan IPK 3,94.

Lutfi Nur Fadillah, Mahasiswa jurusan Ilmu Falak, Fakultas Syariah dan Hukum mendapatkan IPK 3,94.

lpminvest.comLutfi Nur Fadillah adalah salah satu mahasiswa jurusan Ilmu Falak  Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) angkatan 2014 yang mengikuti prosesi wisuda ke-72. Bertempat di auditorium 2 Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Rabu, (7/03/2018).

Lutfi sapaan akrabnya, sempat mendadak  viral di sosial media dikarenakan prestasinya yang mendapat IPK 3,94,  namun dirasa tidak mendapat pengakuan di lingkungan UIN Walisongo. Padahal IPK yang didapatkan menyamai IPK predikat ‘Mahasiswa Terbaik’.

Kepada kru lpminvest.com, Lutfi memberi penjelasan bahwa tidak menjadi masalah ketika dirinya tidak diumumkan menjadi mahasiswa terbaik. Karena menurutnya, IPK yang didapatkannya bukanlah apa-apa, yang terpenting adalah proses pada saat perkuliahan.

“Sebelumnya, saya sendiri tidak tahu bahwa ternyata di Fakultas Syariah dan Hukum ini ada yang mendapatkan IPK sama. bahkan bisa dikatakan paling tinggi di lingkungan UIN Walisongo. Saya pribadi bersyukur bisa mendapatkan IPK yang cukup memuaskan. Selain itu juga target untuk bisa lulus di semester ini dapat tercapai,” tutur perempuan pemilik zodiak Libra tersebut.

Menurutnya, pengakuan mendapatkan IPK tinggi hanya berlaku pada saat seremonial wisuda, dan baginya hanya sekadar numpang lewat. Jadi tidak menjadi masalah kalau IPK nya tidak disebut. Saya yakin, pihak fakultas  juga tidak serta merta dalam mengambil keputusan.

“Kemarin, pada saat pelaksanaan wisuda fakultas, Dekan, Kajur dan Sekjur juga sempat mengungkapkan bahwa mereka  sulit untuk mengambil keputusan. Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan, seperti perolehan IPK yang sama, satu fakultas, sama-sama perempuan, sama-sama semester tujuh, dan sama-sama mendapatkan nilai 4 pada saat sidang munaqosyah. Jadi, saya kira pasti pihak birokrasi lebih sulit dalam menentukan keputusan. Toh, yang namanya mahasiswa terbaik kan hanya satu,” jelas perempuan kelahiran Bojonegoro.

Mengenai permasalahan dirinya yang mendadak viral di media sosial, ia tidak melarang bagi siapapun yang memasang fotonya (baca : status), karena menurutnya hal itu adalah hak setiap orang dan juga merupakan wujud rasa peduli mereka.

“Saya tidak melarang bagi mereka yang post status tentang diri saya, tapi saya rasa hal itu sudah cukup. tidak perlu dilakukan lagi. Semuanya sudah selesai, dan saya pribadi-pun menerimanya. Prestasi akademik yang saya peroleh bukanlah apa-apa, bagi saya yang terpenting adalah akhlak. Untuk apa akademik bagus, jika tidak sebanding dengan perilaku,” tandas perempuan yang pernah tergabung dalam organisasi HMJ Ilmu Falak. (ulia_[i])

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • QRIS Cross-Border dalam Genggaman UMKM

    QRIS Cross-Border dalam Genggaman UMKM

    • calendar_month Ming, 5 Nov 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Langit petang membersamai Dela (20) yang sedang membeli cemilan tahu gejrot di depan samping kiri gerbang kampus III UIN Walisongo Semarang pada hari kamis (05/10/23). Ia menempuh perjalanan yang ramai dan lancar sekitar 10 menit dari tempat tinggalnya demi sebuah tahu gejrot yang lezat dan bergizi. “Jajan di (penjual) tahu gejrot udah 2 kali,” jawabnya. […]

  • MADRE

    MADRE

    • calendar_month Sab, 22 Des 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Tak ada bahan, Kalimatku habis Sedari aku menjudulkan namamu Bagaimana bisa merangkai kata Sedang engkau lebih indah Dari syair-syair para pujangga   Tak ada bahan, Tintaku kering Seiring aku mengaksarakan namamu Bagaimana mau bersajak Sedang kasihmu terlampau luas untuk kujejak   Tak ada bahan, Kertasku raib Sejak kuniatkan untuk menulismu Bagaimana mampu menulis bait Sedang […]

  • 90 Peserta Ikuti PPL PSAK 24 Imbalan Kerja

    90 Peserta Ikuti PPL PSAK 24 Imbalan Kerja

    • calendar_month Rab, 25 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 221
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Sejumlah 90 orang mengikuti Pendidikan Profesi Lanjutan (PPL) yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo Semarang. Peserta PPL terdiri dari dosen, praktisi, dan akuntan di Jawa Tengah. Rabu, (25/9/2019). Pendidikan khusus tersebut menghadirkan Farah, Dosen Universitas Indonesia Jakarta sebagai pemateri. PPL yang dilaksanakan di Auditorium I Kampus I UIN Walisongo […]

  • Biaya Wisuda Luring Pertama di Masa Pandemi, Wisudawan Tidak Merasa Keberatan

    Biaya Wisuda Luring Pertama di Masa Pandemi, Wisudawan Tidak Merasa Keberatan

    • calendar_month Sel, 24 Mei 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 247
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Masa pandemi sedikit longgar yang ditandai dengan keadaan ekonomi cukup stabil. Hal tersebut dicerminkan dengan pengakuan wisudawan yang tidak keberatan dalam memenuhi biaya acara wisuda periode Mei 2022 UIN Walisongo Semarang. Bertempat di Auditorium 2 Kampus 3, para wisudawan tampil maksimal dengan balutan toga dan baju yang telah dipersiapkan. Berbicara mengenai biaya wisuda tentunya […]

  • Ternyata Begini Ribetnya Mendaftar Wisuda

    Ternyata Begini Ribetnya Mendaftar Wisuda

    • calendar_month Sel, 24 Mei 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 173
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Selasa, (24/5/2022) UIN Walisongo Semarang melepaskan sebanyak 544 wisudawan. Hal ini merupakan momen yang banyak ditunggu-tunggu karena acara wisuda kali ini digelar secara offline, setelah sempat vakum selama kurang lebih dua tahun yang hanya digelar secara online. Bertempat di Auditorium 2 Kampus 3, banyak wisudawan yang antusias dan senang dalam mengikuti acara wisuda […]

  • Bagaimana Kerikil Pagi Hari di Telapak Kaki

    Bagaimana Kerikil Pagi Hari di Telapak Kaki

    • calendar_month Rab, 8 Apr 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Pagi yang terik, sinar matahari mencakar wajah dan membakar tubuhku yang semalam gigil meminta kehangatan Tuhan. Sial, aku kesiangan lagi. Ayam sudah berhenti berkokok dan anak-anak sekolah sudah sepi dari jalanan. Tidak, aku lupa. Sekolah sudah lama diliburkan karena situasi seperti ini. Lalu anakku? Dia masih tertidur pulas. Bukan karena sekolah libur, dia memang tidak […]

expand_less