Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RESENSI » Resensi Film: Jangan Buang Ibu (2026) Realita Pahit di Balik Kesuksesan Anak

Resensi Film: Jangan Buang Ibu (2026) Realita Pahit di Balik Kesuksesan Anak

  • account_circle Redaktur LPM Invest
  • calendar_month Sen, 13 Jul 2026
  • visibility 940
  • comment 0 komentar

Identitas Film

  • Judul: Jangan Buang Ibu
  • Sutradara: Hadrah Daeng Ratu
  • Penulis Naskah: Adaptasi dari novel “Jangan Buang Ibu, Nak” karya Wahyu Derapriyangga
  • Tahun Rilis: 25 Juni 2026
  • Durasi: 112 Menit
  • Genre: Drama Keluarga
  • Pemeran Utama: Nirina Zubir, Refal Hady, Amanda Manopo

            Tema keluarga selalu memiliki tempat khusus di hati penonton Indonesia. Namun, Jangan Buang Ibu hadir bukan sekadar untuk memancing air mata melainkan menampar kita dengan realita sosial yang semakin sering terjadi di masyarakat modern. Di bawah arahan sutradara Hadrah Daeng Ratu yang dikenal ahli mengaduk emosi film ini berani mengangkat isu sensitif tentang “berbakti” dan seberapa jauh kesibukan duniawi bisa mengikis rasa empati seorang anak. Film ini sangat layak diulas karena menawarkan cermin refleksi yang relevan bagi generasi masa kini.

            Film ini mengikuti kisah seorang ibu tunggal yang telah mengorbankan masa mudanya demi membesarkan anak-anaknya hingga meraih kesuksesan. Namun, ketika sang ibu mulai menua dan membutuhkan perhatian kondisi dinamika keluarga berubah drastis. Anak-anaknya kini terjebak dalam pusaran ambisi dan kesibukan kota besar. Karena merasa tidak lagi memiliki waktu dan kapasitas untuk merawat sang ibu mereka mengambil keputusan berat dengan menitipkannya ke panti jompo. Dari sinilah konflik batin dimulai menguji ikatan darah dan makna keluarga yang sesungguhnya.

            Dari segi tema dan pesan, Jangan Buang Ibu sangat tajam menyoroti transisi nilai-nilai keluarga tradisional ke arah pragmatisme modern. Film ini tidak menceramahi, tetapi membiarkan penonton merenungkan sendiri batasan antara kewajiban anak dan realitas hidup.

            Alur cerita dibangun dengan tempo pelan namun pasti. Sutradara tidak terburu-buru menyajikan konflik meledak-ledak. Emosi dibangun perlahan lewat adegan-adegan keseharian yang terasa sangat dekat dengan kita.

            Untuk penokohan dan kualitas akting, Nirina Zubir memberikan penampilan yang luar biasa brilian. Ia tidak banyak menangis histeris melainkan menampilkan kesedihan lewat tatapan kosong dan tubuh yang menua. Refal Hady dan Amanda Manopo juga patut dipuji. Mereka berhasil membawakan karakter anak yang kompleks mereka bukanlah tokoh “jahat” atau antagonis murni, melainkan manusia biasa yang kebingungan membagi prioritas antara karier, keluarga baru, dan orang tua.

            Kelebihan utama film ini terletak pada naskah yang realistis dan akting Nirina Zubir yang sangat meyakinkan. Film ini berhasil membuat penonton bersimpati tanpa harus memaksa karakter lain menjadi sosok yang seutuhnya kejam.

            Namun, film ini tidak lepas dari kekurangan terdapat beberapa karakter pendukung di panti jompo yang terasa kurang digali latar belakangnya sehingga terasa hanya menempel sebagai pelengkap penderitaan tokoh utama. Selain itu pada pertengahan film alur terasa sedikit lambat (bertele-tele) yang mungkin akan membuat sebagian penonton merasa bosan sebelum mencapai klimaks.

Secara keseluruhan, Jangan Buang Ibu adalah sebuah karya sinema yang berhasil dan penting untuk disaksikan. Film ini sangat cocok ditonton oleh penonton dewasa muda, mereka yang telah berkeluarga, atau siapa saja yang masih memiliki orang tua. Ini bukan sekadar film hiburan melainkan ruang introspeksi diri. Dengan segala kelebihan dan sedikit kekurangannya film ini layak mendapatkan apresiasi tinggi.

[Pengurus LPM Invest Periode 2025/2026]
  • Penulis: Redaktur LPM Invest

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UIN Walisongo Borong Medali di Ajang Kompetisi IPPBMM 2021

    UIN Walisongo Borong Medali di Ajang Kompetisi IPPBMM 2021

    • calendar_month Ming, 4 Jul 2021
    • account_circle admin1
    • visibility 758
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Jumat (25/6/2021), kontingen UIN Walisongo Semarang berhasil memborong medali dalam ajang bergengsi Invitasi Pekan Pengembangan Bakat dan Minat Mahasiswa (IPPBMM) 2021. Perolehannya sebanyak 9 medali di antaranya 2 emas, 1 perak, dan 6 perunggu. Medali dan gelar juara yang diperoleh merupakan sumbangan dari cabang lomba tenis meja, catur, karate, pencak silat, dan karya tulis […]

  • Lebaran Tanpa Mudik

    Lebaran Tanpa Mudik

    • calendar_month Jum, 7 Jun 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 956
    • 0Komentar

    Bukan hanya baju baru, angpau, bingkisan, atau kue kering. Mudik juga salah satu prioritas yang dipersiapkan masyarakat Indonesia menjelang lebaran (Idul Fitri). Di mana tradisinya, para perantau baik yang bekerja maupun yang berjihad mencari ilmu berbondong-bondong pulang ke kampung halaman untuk menikmati lebaran bersama keluarga. Uniknya, boleh jadi hal ini hanya terjadi di Indonesia. Konon […]

  • Doorprize dan Musik; Daya Tarik Acara FEBI SEWINDU

    Doorprize dan Musik; Daya Tarik Acara FEBI SEWINDU

    • calendar_month Jum, 17 Des 2021
    • account_circle admin1
    • visibility 1.131
    • 0Komentar

    lpminvest.com- FEBI Sewindu merupakan acara peringatan hari lahir (Harlah) yang ke delapan tahun Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo, Jumat (17/12/2021). Acara yang diselenggarakan dari pagi hingga sore itu bervariasi, mulai dari jalan sehat, pembagian doorprize, pemilihan Duta FEBI, hingga pertunjukan menarik dari beberapa grup musik. Panggung utama acara ini berada di Gedung […]

  • Clouds: Ketika Musik Menjadi Salam Perpisahan Terindaah

    Clouds: Ketika Musik Menjadi Salam Perpisahan Terindaah

    • calendar_month Ming, 18 Jan 2026
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 1.129
    • 0Komentar

    Judul Film: Clouds Sutradara: Justin Baldoni Pemeran Utama: Fin Argus, Sabrina Carpenter, Neve Campbell Genre: Drama, Musikal Durasi: 121 menit Tahun Rilis: 2020 Peresensi : Fitrotun Amaliyah               Clouds menceritakan tentang Zach Sobiech, seorang remaja yang menyukai musik dan menjalani masa mudanya seperti remaja pada umumnya. Hidup Zach berubah ketika ia harus menghadapi kondisi […]

  • Jurnalis di Negara Demokrasi

    Jurnalis di Negara Demokrasi

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2014
    • account_circle admin1
    • visibility 869
    • 0Komentar

    Judul buku            : Jurnalis Diburu Media Massa Penulis                  : Akhi Abdurahman Penerbit                : Cakrawala Cetakan                : Pertama, 2009 Tebal                    : 67 halaman Resensor              : Tatang Turhamun Ratusan media di indonesia telah lahir saat ini, yang berhubungan dengan demokrasi pasti ada kaitanya dengan pers. Ketika banyak media yang […]

  • Mahasiswa Kenalkan Tarian Adat Lewat Seminar

    Mahasiswa Kenalkan Tarian Adat Lewat Seminar

    • calendar_month Sel, 22 Okt 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 803
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Tari Sigeh Pengunten dari Lampung turut memeriahkan acara Seminar Nasional Akuntansi di Audit 2 Kampus III UIN Walisongo Semarang. Tarian ini dibawakan oleh anggota organisasi daerah Keluarga Mahasiswa dan Pelajar Lampung (KAMAPALA). Selasa, (22/10/2019). Menurut Mia Chandra Dewi, tarian Sigeh Pengunten ditampilkan untuk menyambut tamu dalam acara-acara tertentu. “Yang membedakan tarian ini dengan yang […]

expand_less