Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » Konsep Ekonomi Pertanian Ibnu Khaldun

Konsep Ekonomi Pertanian Ibnu Khaldun

  • account_circle admin1
  • calendar_month Jum, 4 Sep 2020
  • visibility 2.871
  • comment 0 komentar
Oleh: Dwi Ari Apriliani

Oleh: Dwi Ari Apriliani

“Hutan gunung sawah lautan, simpanan kekayaan, kini ibu sedang lara, merintih dan berdoa,” potongan lirik ini seakan mampu menggambarkan kondisi negara saat ini. Kepiluan nasib pertanian kian menyayat kalbu. Bagaimana tidak, saat ini jumlah petani banyak yang masuk ke usia tua dan minim sekali dari kalangan milenial. Tentu ini akan berpengaruh terhadap produktivitas pangan. Jauh lebih miris, lahan pertanian justru kerap dialihfungsikan untuk keperluan industry. Akibatnya, lahan untuk bertani menjadi sempit dan tercemar oleh limbah pabrik. Ini adalah salah satu masalah krusial yang terus dialami petani.

Ibn Khaldun mengidentifikasikan pertanian sebagai sumber kehidupan yang sangat strategis. Istilah “kehidupan” diartikan sebagai keinginan untuk bertahan disertai usaha untuk memperolehnya. Ketika kehidupan ini diperoleh, yaitu dari hewan ternak melalui produk dengan nilai tambah yang digunakan orang, misalnya susu dari hewan ternak, sutera dari ulat sutera, dan madu dari lebah, ataupun tanaman yang menghasilkan buah-buahan, maka itulah yang disebut dengan pertanian. Selain itu, Ibn Khaldun juga mengidentifikasi berbagai kerajinan dan perdagangan sebagai cara alami untuk memperoleh kehidupan. Dengan kata lain, pertanian, industri, dan perdagangan adalah sumber perekonomian yang mempengaruhi kualitas kehidupan sebuah masyarakat dan bangsa.

Ibn Khaldun menyampaikan perlunya diversifikasi pada produk pertanian. Dengan kata lain, penambahan value added produk pertanian melalui proses diversifikasi produk, akan meningkatkan kesejahteraan para petani itu sendiri. Mengkhawatirkan, jika kondisi petani lemah  maka para petani akan menjadi korban dari ketidakadilan kebijakan penguasa.

Contoh saja kasus yang terjadi pada petani Kendeng akibat dibangunnya PT Semen Indonesia di Kecamatan Gunem, Pegunungan Kendeng, Rembang. Bukti nyata bahwa petani sulit memperoleh keadilan lingkungan dari pemerintah tergambar jelas adanya kasus ini, yaitu ketika PT Semen ini membangun pabrik semen di area pemasok kebutuhan air bagi kawasan pertanian. Pembangunan ini membuat lingkungan rusak dan mematikan sektor pertanian di daerah sekitar. Bahkan kasus ini sampai sekarang tidak memperoleh kabar baik dari pemerintah dan nasib matapencaharian petani sekitar tercemar limbah sehingga tidak mampu untuk meproduksi segala jenis tanaman.

Kepiluhan petani tidak akan terulang ketika produk pertanian tersebut telah menjadi sumber permintaan sehingga mendorong peningkatan dari sisi penawaran, maka masyarakat akan berupaya mempelajari keterampilan apa yang diperlukan. Sebaliknya, apabila produk tersebut tidak menjadi permintaan, maka penjualannya pun akan menurun dan tidak ada upaya untuk mempelajarinya. Inilah yang dimaksudkan oleh khalifah Ali bin Abi Thalib, bahwa “harga seorang manusia bergantung pada keterampilan yang dimilikinya”. Dalam hal ini, Ibn Khaldun pun memasukkan konsep nilai tenaga kerja yang diukur dari kemampuan tenaga kerja tersebut dalam menghasilkan suatu produk. Beliau juga menekankan perlunya melibatkan permintaan negara terhadap produk pertanian dan kerajinan (manufaktur) sebagai faktor lain yang menciptakan permintaan.

Menjadi besar bukan karena mematikan kaum lemah, melainkan bahu membahu menciptakan pembaharuan pertanian agar perekonomian negara mampu berkembang. Negara menurut Ibn Khaldun, adalah pasar terbesar yang banyak menyerap beragam produk barang dan jasa tanpa banyak mengkalkulasi. Akan tetapi kenaikan harga dari berbagai produk pertanian tidak hanya dipengaruhi oleh kelangkaan biji padi-padian dan perlengkapan makanan, melainkan juga dipengaruhi oleh kenaikan biaya produksi. Ibn Khaldun juga mengidentifikasi peran negara dan pengaruhnya terhadap tingkat harga melalui pajak yang diberlakukan. Ketika pemerintah memberlakukan pajak yang rendah pada pendapatan yang tinggi, kondisi ekonomi akan berkembang. Masyarakat akan secara aktif terlibat dalam bisnis dan kegiatan produktif lainnya.

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terobosan Baru Prodi S1 PBS; Kuliah Sambil Outbound

    Terobosan Baru Prodi S1 PBS; Kuliah Sambil Outbound

    • calendar_month Sel, 19 Jan 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 845
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Progam Studi baru S1 Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo telah merancang terobosan baru mengenai kegiatan belajar-mengajar yang akan dilaksanakan pada semester genap mendatang. Pada semester gasal lalu, jurusan baru ini telah melaksanakan evaluasi prodi dengan Subbag Akademik untuk mengetahui perkembangan akademik mahasiswa; dengan mengumpulkan koordinator-koordinator kelas untuk evaluasi penilaian dan […]

  • Persiapkan KKN di Kota Wali, Mahasiswa UIN Walisongo Penuhi Auditorium

    Persiapkan KKN di Kota Wali, Mahasiswa UIN Walisongo Penuhi Auditorium

    • calendar_month Sel, 25 Sep 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 718
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Walisongo gelar orientasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan penyusunan struktur tim KKN di Audit 2 kampus III UIN Walisongo Semarang. Senin, (24/9/2018). Acara orientasi KKN ini berlangsung sebelum pembekalan KKN. Semester ini, pembekalan KKN dibagi menjadi dua kelompok, kelompok pertama digelar tanggal 25 September 2018 dan kelompok […]

  • 966 Mahasiswa UIN Walisongo Mengikuti Prosesi Wisuda

    966 Mahasiswa UIN Walisongo Mengikuti Prosesi Wisuda

    • calendar_month Ming, 20 Agu 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 931
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Sebanyak 966 Mahasiswa yang tergabung dalam jenjang diploma, sarjana, magister dan doktor mengikuti  prosesi wisuda ke-71. Acara dilaksanakan di Auditorium II Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Kamis, (27/07/17). Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Rektor Nomor 297 tahun 2017, jumlah mahasiswa yang diwisuda pada semester ini terdiri atas 196 mahasiswa jenjang pendidikan diploma, 733 wisudawan jenjang […]

  • 116 Mahasiswa Akuntansi Syariah Ikuti Distingsi

    116 Mahasiswa Akuntansi Syariah Ikuti Distingsi

    • calendar_month Ming, 1 Apr 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 662
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Jurusan Akuntansi Syariah (AKS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang kembali mengadakan Distingsi I bagi mahasiswa AKS semester dua. Bertempat di Hotel Pandanaran Semarang, distingsi tersebut diikuti 116 mahasiswa. Kegiatan distingsi tersebut diadakan guna membekali mahasiswa dalam pencapaian Standar AKS. Mengusung tema “Training Persiapan Ujian Sertifikasi Akuntansi Syariah”, kegiatan yang […]

  • Perkembangan Industri Halal di Indonesia: Peluang Besar di Tengah Tantangan Global

    Perkembangan Industri Halal di Indonesia: Peluang Besar di Tengah Tantangan Global

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 1.209
    • 0Komentar

    Oleh: Miftakhu Rozaq Industri halal saat ini menjadi salah satu sektor yang berkembang pesat dan banyak diperbincangkan, baik di tingkat nasional maupun global. Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia memiliki peluang yang sangat besar untuk menjadi pusat industri halal dunia. Hal ini menjadikan industri halal sebagai topik yang masih hangat dan […]

  • Tarik Minat Mahasiswa untuk Berinvestasi Lewat Investion

    Tarik Minat Mahasiswa untuk Berinvestasi Lewat Investion

    • calendar_month Sel, 13 Nov 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 761
    • 0Komentar

      lpminvest.com– Guna menarik minat mahasiswa UIN Walisongo Semarang untuk berinvestasi, Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) menyelenggarakan Seminar Nasional (semnas) Pasar Modal Syariah “Investion”. Rabu, (13/11/2018). Selain itu, lewat semnas yang bertema “Kujawab Problem Finansialmu dengan Gaya Investasi Milenialku”, KSPM FEBI ingin mengajarkan kepada mahasiswa tentang bagaimana teknis-teknis dalam […]

expand_less