Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RESENSI » Gambaran Kehampaan Melalui Film Call Me Chihiro

Gambaran Kehampaan Melalui Film Call Me Chihiro

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sel, 2 Jan 2024
  • visibility 935
  • comment 0 komentar

Poster Film Call Me Chihiro, Sumber: Twitter Netfix Indonesia

Identitas Film

Judul                    : Call Me Chihiro

Produksi              : Asmik Ace, Digital Ace

Doproduksi oleh : Netflix, Asmik Ace

Distribusi             : Asmik Ace

Sutradara            : Imaizumi Rikiya

Produser             : Akira Yamano

Penulis naskah    : Kaori Sawai, Rikiya Imaizumi

Durasi                  : 134 menit

Tanggal rilis         : 23 Februari 2023

Sinopsis Film

Film ini merupakan adaptasi dari manga dengan judul Chihiro-San karya Hiroyuki Yasuda. Film dengan genre Slice Of Life ini bercerita mengenai tokoh utama Chihiro (Kasumi Arimura), mantan pekerja seksual yang beralih menjadi pelayan di sebuah toko bento kecil di kota tepi pantai.

Menggunakan sinematografis yang bagus dan tepat serta menyajikan nuansa gembira yang terasa sejak awal cerita. Dimulai dengan keseharian Chihiro di toko Bento Noko Noko. Keramahannya dalam menyapa pembeli meski terang-terangan mendapat kalimat cercaan dari Nagai pekerja paruh waktu mengenai pekerjaan Chihiro sebelumnya. Sesuai dengan genre Slice Of Life, film ini memiliki alur lambat, di mana akan disajikan bagaimana keramahan Chihiro dapat menarik orang-orang untuk menyukainya. Selain itu, film ini juga mengupas keseharian tokoh lain meskipun hanya bagian dasarnya.

Keramahan Chihiro selalu muncul dengan senyumnya yang khas. Ia selalu menanggapi dengan santai segala situasi yang terjadi. Karakter itu di tunjukkan pada part saat ia tetap tenang dan santai bahkan saat diam-diam di foto Okaji (Hana Toyoshima) yang merupakan seorang gadis SMA tahun kedua. Okaji diceritakan sebagai gadis pemalu, tertarik pada kebebasan Chihiro yang melangkah ke mana saja tanpa beban. Okaji tidak pernah nyaman di rumahnya. Ia akhirnya memberanikan diri berbicara dengan Chihiro yang kemudian mendapat tanggapan positif dari Chihiro  yang membuat Okaji entah bagaimana melekat. Perangai positif Chihiro membuat Okaji mengalami perkembangan sikap yang lebih baik.

Interaksi Chihiro dengan beberapa tokoh lain seperti Makoto (Tetta Shimada) yang merupakan anak laki-laki kelas 3 yang suka jahil tapi mandiri, Bito (Mitsuru Hirata) yang merupakan pemilik toko Bento Noko Noko, Tae (Jun Fubuki) yang merupakan istri Bito yang dirawat dan penglihatannya semakin hilang, dan Taniguchi (Ryuya Wakaba) seorang pekerja konstruksi, membuat penonton dapat memahami bagaimana daya tarik yang dibawa Chihiro dalam film. Ramah tamah terhadap siapa pun termasuk gelandangan tua yang akhirnya membawa Chihiro bertemu dengan Becchin (Itsugi Nagasawa) anak SMA tahun kedua yang nantinya juga berteman dengan Okaji. Interaksi Chihiro dengan beberapa tokoh tersebut membawa interaksi lain antar para tokoh. Cara Chihiro yang tak ragu menyapa terlebih dahulu dan terus membawa aura yang menyenangkan ketika bicara membuat orang di sekitarnya ikut senang jika diajaknya mengobrol.

Seorang sahabat baik bernama Basil (Van) yang hadir membuat film yang awalnya riang dan tawa perlahan menjadi melankolis. Curahan hati yang mengalir di antara keduanya menghadirkan nuansa sunyi dalam film. Obrolan-obrolan dengan bahasan yang lebih mendalam selalu terjadi saat tampil adegan mereka. Selain dengan Basil, hadir juga Utsumi (Lily Franky)  yang merupakan mantan bos tempat Chihiro dulu bekera. Alur yang akhirnya mengungkapkan bagaimana sejatinya hubungan antar keduanya.

Sepanjang film di putar terdapat beberapa kali adegan Chihiro yang sendiri dan sepi, serta bagaimana sorot matanya dapat selalu memancarkan kekosongan yang menghadirkan tanda tanya, apakah ia tengah berbohong? Ia selalu menjawab dengan lantang jika seseorang bertanya mengenai pekerjaannya yang dulu. Ia juga selalu berterus terang apabila suka atau tidak suka kepada sikap seseorang. Namun dengan keterbukaannya itu, sebenarnya tidak ada satu pun orang yang benar-benar mengenal Chihiro. Semua orang dapat jatuh cinta dengannya, dapat berjalan bersama bahkan hal lainnya, tapi tak satu pun mengenalnya dengan baik. Kehampaan makin tergambar ketika segmen pendek dari Chihiro bersama Tae istri pemilik toko bento, Chihiro dengan Van, dan Chihiro dengan Utsumi.

Perasaan hangat sepanjang film memunculkan perasaan seolah tengah dipeluk, nyaman, menenangkan, namun sesak, belum lagi ditambah latar suara yang mendukung tiap suasana yang hadir. Setiap karakter film dibangun cukup baik dengan permasalahan sendiri-sendiri dan penanganan masalah dengan Chihiro yang mengambil peran besar di dalam penyelesaian itu tanpa ia sadari. Meski tiap penyelesaian tokoh tak secara gamblang dijelaskan, tetapi cukup untuk menyebut bahwa Chihiro merupakan jelmaan peri yang membantu para tokoh berjalan keluar dari masalah walaupun  ia sendiri tetap kesepian. Film ini juga tidak melepas gelar mantan pekerja seksual si pemeran utama yang melibatkan adegan-adegan di mana Chihiro melakukan candaan dan adegan ke arah seksual.

Pesan dalam film tersampaikan cukup baik, meski sangat disayangkan  tokoh lainnya perlahan mendapat teman dan kasih sayang sebagai jalan keluar dari masalah namun pemeran utama justru memilih menghindari perasaan cinta, sehingga tidak ada penyelesaian pasti mengenai kehampaan Chihiro. Perjalanan menuju akhir makin terasa jika cerianya Chihiro hanyalah sampul rapi tanpa celah, penutup kehampaan yang hanya tampak jelas saat ia sendirian. Walaupun tanpa kepastian akhir sedih/bahagia, secara tersirat dapat dipahami jika pemeran utama mau menerima kasih sayang dan mencoba menerima. Ia berfikir bahwa jika ia dapat mengasihi orang lain  maka kehampaan dalam dirinya juga akan sirna sebagaimana tokoh lain yang saling mengasihi di ujung cerita.

Sayangnya dengan durasi sekitar dua jam tidak ada gambaran jelas tentang aksi semua tokoh, terlebih banyaknya permasalahan yang dituangkan dalam film. Adegan yang berlangsung juga tidak selalu digambarkan jelas asal-usulnya, sehingga mengenai alasan setiap tokoh melakukan ini dan itu dikembalikan kepada preferensi penonton. Hadirnya konflik tak hanya sebagai penyambut di awal, bahkan masa lalu Chihiro dan bagaimana pekerjaan seksualnya dulu baru dapat dipahami menuju akhir film._[i]

Oleh: Mahda Nuurainiyah (Sekretaris Redaksi)

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sang Alkemis

    Sang Alkemis

    • calendar_month Sab, 24 Jan 2026
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Judul: Sang Alkemis Penulis: Paulo Coelho Penerjemah: Tanti Lesmana Tahun Terbit: April 2025 – Cetakan Kelima Puluh Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Halaman: 224 Halaman Genre: Fiksi Filosofis Judul Asli: The Alchemist Novel Sang Alkemis karya Paulo Coelho merupakan salah satu karya sastra yang banyak dibaca oleh berbagai generasi dan budaya. Novel ini membawakan tema pencarian […]

  • NOVEL “3726 MDPL”

    NOVEL “3726 MDPL”

    • calendar_month Sab, 11 Jan 2025
    • account_circle admin1
    • visibility 15.561
    • 0Komentar

    Identitas Buku Judul                : 3726 MDPL Penulis             : Nurwina Sari Penerbit           : Romancious Tanggal terbit  : 19 September 2024 Tebal               : 280 Halaman Genre               : Romance, Fiction dan Campus life Peresensi          : Dwi Rahma Novel ini mengisahkan tentang Rangga Raja, Ketua Panitia OSPEK Fakultas Kehutanan 2023, yang juga diam-diam menyibukkan dirinya dengan mengagumi Andini, adik […]

  • Seminar dan Lokakarya HMJ S1 PBAS; Mahasiswa Harus Bangun Kepercayaan Diri Lewat Industri Perbankan

    Seminar dan Lokakarya HMJ S1 PBAS; Mahasiswa Harus Bangun Kepercayaan Diri Lewat Industri Perbankan

    • calendar_month Sen, 8 Mei 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 274
    • 0Komentar

    lpminvest.com­- Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) S1 Perbankan Syariah (PBAS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang mengadakan Semiloka (Seminar dan Lokakarya) Nasional di Gedung Teater Soshum Lantai 3, pada Senin (8/5/2023). Semiloka Nasional ini akan diadakan selama 2 hari yaitu hari senin dan kamis mendatang. Seminar Nasional ini mengusung tema “Membangun Kepercayaan Diri […]

  • Puisi Untuk Ibu

    Puisi Untuk Ibu

    • calendar_month Rab, 31 Jan 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 295
    • 0Komentar

    Oleh: Dyah Naf’ul Ummah Ibu, aku tak sepenuhnya mengerti tentangmu Tak sepenuhnya ingat akan kasihmu Bahkan aku tak pernah memahami Semua perjuangan untuk aku, anakmu Ibu, kutuliskan beberapa bait puisi ini untukmu Hanya rangkaian kata sederhana Dengan harapan penggugur rindu Di kala senja Dan penenang hati di kala lara Ibu, aku tahu Takdir telah memisahkan […]

  • 4.419 Maba UIN Walisongo 2019 Ikuti PBAK Hari Ini

    4.419 Maba UIN Walisongo 2019 Ikuti PBAK Hari Ini

    • calendar_month Sen, 19 Agu 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 336
    • 0Komentar

    lpminvest.com–  Hari ini, sebanyak 4.419 mahasiswa baru (maba) UIN Walisongo tahun ajaran 2019 mengikuti Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK). Dengan mengangkat tema Eksplorasi Spirit Kemanusiaan Menuju Indonesia Berperadaban, acara pembukaan penerimaan maba itu diadakan di Lapangan Sepak Bola UIN Walisongo. PBAK 2019 akan diselenggarakan selama empat hari ke depan, yaitu Senin sampai Kamis (19-22/08/2019). […]

  • Workshop Lapangan, Calon Kru Magang Ditantang Selesaikan Tugas dalam Semalam

    Workshop Lapangan, Calon Kru Magang Ditantang Selesaikan Tugas dalam Semalam

    • calendar_month Ming, 13 Okt 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 312
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Usai berikan pelatihan dasar jurnalistik di Workshop Materi, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Invest tantang calon kru magang turun lapangan untuk mempraktikkan materi jurnalistik tempo hari dalam acara Workshop Lapangan. Minggu, (13/10/2019). Acara bertajuk ‘Membentuk Jiwa Kritis Insan Pers dalam Membaca Realitas Sosial’ tersebut berlangsung selama dua hari, dimulai pada Sabtu pagi hingga Minggu siang di kawasan […]

expand_less