Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Tim KKN UIN Walisongo Rancang Museum Dampak Abrasi

Tim KKN UIN Walisongo Rancang Museum Dampak Abrasi

  • account_circle admin1
  • calendar_month Ming, 9 Feb 2020
  • visibility 422
  • comment 0 komentar
Tinjauan area untuk perancanga Museum Dampak Abrasi di Desa Bedono Dukuh Morosari RT 4 RW 5, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak.

Tinjauan area untuk perancangan Museum Dampak Abrasi di Desa Bedono Dukuh Morosari RT 4 RW 5, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak.

lpminvest.com- Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) ke-9 UIN Walisongo merancang pembuatan Museum Dampak Abrasi di Desa Bedono Dukuh Morosari RT 4 RW 5, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Jumat (7/2/2020) masyarakat Desa Bedono yang bekerjasama dengan Proram Pembangunan dan Pemberdayaan Desa (P3MD) dibawah Kementrian Desa melakukan peninjauan area terlebih dahulu.

Yanti sebagai Tim Pengawas Desa, menegaskan bahwa perlunya dukungan dari berbagai elemen untuk menunjang kesejahteraan masyarakat pesisir.

 “Kami sangat mengharapkan adanya dukungan dari pemerintah desa, masyarakat, dan juga elemen-elemen lainnya seperti sekolah-sekolah, perguruan tinggi dan dari media masa supaya program ini dapat terlaksana. Selain itu jika ada pembangunan seperti ini goalsnya adalah masyarakat, jadi tidak dinikmati oleh segelintir orang saja melainkan semua elemen masyarakat dapat terlibat langsung, sehingga kesejahteraan rakyat dapat terjamin,” ungkapnya.

Fungsi dari perancangan pembuatan museum dampak abrasi ini adalah untuk pembelajaran dan refleksi terhadap peristiwa yang terjadi di alam.

Cahyo perwakilan dari P3MD justru menghimbau kepada semua orang untuk menyikapi abrasi dengan bijaksana.

“Kita sebagai manusia harus lebih bijak dan arif terhadap alam, karena abrasi merupakan sesuatu yang bisa kita sikapi dengan arif, artinya untuk kelestarian hidup kita harus mensikapi bahwa abrasi bukanlah suatu momok bagi masyarakat pesisir jika dapat dikelola dengan baik,” ucapnya.

Peninjauan area ini sangat penting sebelum nantinya dibentuk master plan desa wisata.

“ Kegiatan ini merupakan langkah baik sebelum dilakukannya perancangan pembangunan suatu desa wisata sebelum nantinya akan di tentukan master plan area yang mempunyai daya tarik wisata bagi masyarakat baik daerah maupun luar daerah,” pungkas Yuda selaku koordinator posko 46 KKN MIT-IX UIN Walisongo Semarang. [i]

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rijstta Fest 2016

    Rijstta Fest 2016

    • calendar_month Rab, 23 Nov 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 327
    • 0Komentar

    Lpminvest.com-Rijstta Fest 2016 bagikan kupon makan gratis kepada pengunjung yang hadir di kota lama, untuk peringati festival sejarah dan kedatangan menteri dari Belanda. Rabu (23/11/2016) Acara yang diadakan di Taman Sri Gunting- Gereja Blenduk ini, dimulai tanggal 22 hingga 23 November 2016. Serangkaian acara dalam bentuk bagi-bagi kupon makan gratis ini, bertujuan untuk menyambut kunjungan […]

  • Choirul Huda: Do It Sama dengan Duit

    Choirul Huda: Do It Sama dengan Duit

    • calendar_month Sel, 1 Mei 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 575
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Di Auditorium II Kampus III, dosen membekali mahasiswa jurusan Ekonomi Islam (EI) angkatan 2015 tentang strategi menjadi wirausaha handal sebelum melakukan Kuliah Kerja Lapangan (KKL). Senin, (30/4/18). Menjadi wirausahawan salah satu alternatif mengentaskan kemiskinan, khususnya pengangguran. Pasalnya, banyak kelebihan yang diperoleh ketika berwirausaha. “Kelebihan berwirausaha antara lain kita mendapat jaminan pekerjaan, fleksibel, lebih […]

  • SANG PEMBAHARU

    SANG PEMBAHARU

    • calendar_month Jum, 24 Apr 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 353
    • 0Komentar

    Gibran Saksena Manakah derajat dapur masa dahulu Tika mimpi dara terjerat sel-sel adat Angan melayang layang tanpa tali pengikat Dan gerak gerik langkah haruslah penuh siasat Sampailah pada suatu masa Dimana sang pembaharu datang mengibarkan bendera kebebasan Dalam wadah emansipasi Dirangkulnya perempuan Indonesia sederajat lelaki Kenang! Kenanglah dia! Wahai perempuan Indonesia Teruskan mimpi suci dan […]

  • Pondok Damai, Tumbuhkan Toleransi Pemuda Antar Agama

    Pondok Damai, Tumbuhkan Toleransi Pemuda Antar Agama

    • calendar_month Sen, 1 Mei 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 383
    • 0Komentar

    lpminvest.com-Adanya keberagaman di Indonesia, menjadikan beberapa kaum muda lintas iman berkumpul dan saling bertukar fikiran mengenai agama dan kepercayaan yang ada. “PONDOK DAMAI” lebih tepatnya nama sebuah perkumpulan yang memberikan wadah untuk kaum muda yang haus akan rasa penasaran dengan keberagaman. Pondok damai pertama kali diadakan pada tahun 2005, bertempat di Vihara Syailendra Kopeng. Kegiatan […]

  • Tax Center UIN Walisongo Usai Adakan Webinar Stimulus Pajak di Masa Pandemi

    Tax Center UIN Walisongo Usai Adakan Webinar Stimulus Pajak di Masa Pandemi

    • calendar_month Sen, 5 Okt 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 456
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Mewabahnya pandemi Covid-19 berimbas pada berbagai sektor, salah satunya perpajakan. Menyikapi hal ini, Tax Center UIN Walisongo Semarang berhasil menggelar acara pelantikan pengurus Tax Center masa bakti 2020/2021 sekaligus webinar perpajakan dengan tema Stimulus Pajak di Masa Pandemi Covid-19. “Acara ini digelar dengan tujuan untuk meningkatkan literasi dan edukasi bagi kalangan mahasiswa, praktisi […]

  • Ibu

    Ibu

    • calendar_month Kam, 10 Apr 2025
    • account_circle admin1
    • visibility 359
    • 0Komentar

    Oleh: Reza Adnan Sofa Dimasa kau dilahirkan, Mereka kegirangan, heran, Menerang setiap jimpit ruang yang kita jejaki, Dengan melihat lalu menghargai, Orang-orang seakan berlari terburu-buru ke arah yang sama, Arah yang ternyata tidak ada yang tahu itu di mana, Yang pada akhirnya tersimpulkan, Saling menginjak, dan tidak menghiraukan, Ibu pernah bilang nadinya sekuat baja, Sayang […]

expand_less