Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Wadek I FEBI: Filantropi Zakat dan Wakaf sebagai Instrumen Indeks Pembangunan Manusia

Wadek I FEBI: Filantropi Zakat dan Wakaf sebagai Instrumen Indeks Pembangunan Manusia

  • account_circle admin1
  • calendar_month Rab, 25 Sep 2019
  • visibility 374
  • comment 0 komentar
WhatsApp Image 2019-09-25 at 23.21.58

Wakil Dekan I, Nur Fatoni menyampaikan sambutan di acara Talkshow pada Festival Ekonomi Islam (FEIs) 2019 di Auditorium II Kampus III UIN Walisongo.

lpminvest.com – Nur Fathoni Wakil Dekan I Bidang Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang mengharapkan filantropi zakat dan wakaf tidak lagi hanya dikaitkan dengan kedermawanan dalam Islam saja. Menurutnya, filantropi zakat dan wakaf kini dapat menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Mahasiswa (IPM).

Hal itu diungkapkan saat menyampaikan sambutan di acara Talkshow pada Festival Ekonomi Islam (FEIs) 2019 di Auditorium II Kampus III UIN Walisongo. Acara yang diselenggarakan FEBI UIN Walisongo Semarang itu bertema “Filantropi Zakat (Zakat Wakaf) Menuju Suistanable Economic Development di Era Revolusi Industri 4.0″.

“Selama ini kita anggap filantropi sebagai charity (kedermawanan), sekarang sudah tidak lagi. Sekarang filantropi harus dikaitkan dengan Indeks Pembangunan Manusia. Secara lokalnya filantropi dikaitkan dengan penurunan kemiskinan dimana semua itu dibutuhkan satu komando sistem. Umat Islan sebagai umat mayoritas ternyata banyak yang belum kaya, jadi dengan adanya instrumen Zakat, Infaq, dan Shadaqah (ZIS) dengan filantropi untuk membangun Indeks Pembangunan Manusia,” ungkap Nur Fatoni.

Baca juga : 90 Peserta Ikuti PPL PSAK 24 Imbalan Kerja

Adapun Ahmad Daroji Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jawa Tengah mengungkapkan, potensi zakat dan wakaf di Indonesia yang sangat besar dapat dimanfaatkan untuk pembangunan perekonomian negara. Hal itu dapat terwujud jika potensi zakat dan wakaf dikelola secara lebih produktif.

Ternyata ada orang yang mengatakan dari wakaf itu bisa potensi Rp 200 triliun nah itu kan dikalkulasi andaikata wakaf dengan zakat satu sama-sama bisa Rp 400 triliun lebih itu kan modal yang sangat luar biasa bagi pembangunan. Uang Rp 400 triliun itu sudah bisa memindah Jakarta ke Kalimantan untuk pindah Ibukota itu  cukup,” kata Daroji kepada kru lpminvest.com. (Hanny/Diana_[i]).

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Enam Tips Atasi Penyakit Insecure

    Enam Tips Atasi Penyakit Insecure

    • calendar_month Kam, 19 Nov 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 333
    • 0Komentar

      Mengingatkan salah satu iklan kartu provider 3 Indie+ pada tahun 2013 silam, dalam iklan tersebut diperagakan oleh beberapa anak kecil menceritakan permasalahan yang dialami oleh orang dewasa dan dibagian akhir iklan tersebut ada seorang anak yang mengatakan bahwa “ Jadi orang gede menyenangkan, tapi susah dijalanin ,“ lantas hal tersebutlah yang menjadi realita anak […]

  • Ahmad Furqon; Mahasiswa Harus Lulus Tepat Waktu

    Ahmad Furqon; Mahasiswa Harus Lulus Tepat Waktu

    • calendar_month Sab, 8 Apr 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 349
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Mahasiswa Ekonomi Islam tahun angkatan 2014 mengikuti sarasehan yang bertempat di auditorium I Lt. 2 Kampus 1 UIN Walisongo Semarang. Jumat, (7/04). Ahmad Furqon, menjelaskan bahwa pelaksanaan sarasehan bertujuan agar mahasiswa dapat lulus tepat waktu, yaitu maksimal pada semester delapan. “Sosialisasi ini dilaksanakan agar mahasiswa memiliki target, salah satunya adalah mahasiswa Ekonomi Islam dapat […]

  • Bingkai Rob Merisak Hidup Warga Timbulsloko

    Bingkai Rob Merisak Hidup Warga Timbulsloko

    • calendar_month Sab, 14 Okt 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 256
    • 0Komentar

    Minggu, (17/09/2023) Doah (53). Kala itu tengah rebahan sembari menonton televisi 16 inch di rumah kayunya di Dusun Timbulsloko, Sayung, Demak. Matanya tak bisa lepas dari drama di televisi tersebut yang menampilkan kemewahan sebuah kota. Hal itu kontras dengan kampungnya di Timbulsloko yang kini terancam tenggelam. Deburan ombak kecil ikut menemani Doah dalam fokusnya terdengar […]

  • Fun Futsal Competition: Ajang Pererat Silaturahmi Mahasiswa EI

    Fun Futsal Competition: Ajang Pererat Silaturahmi Mahasiswa EI

    • calendar_month Jum, 4 Nov 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 282
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Fun Futsal Competition merupakan salah satu rangkaian acara dalam event Sharia Economic Celebration (SEC) pada Jumat (04/11/2022) yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ekonomi Islam (EI). Acara Fun Futsal Competition bertempat di Gedung Serba Guna (GSG) UIN Walisongo Semarang dan diikuti oleh 11 tim yang terdiri dari mahasiswa EI angkatan 2020 sampai angkatan […]

  • Stadium General, Menilik Sisi Akidah dan Ekonomi Islam Nusantara

    Stadium General, Menilik Sisi Akidah dan Ekonomi Islam Nusantara

    • calendar_month Sel, 25 Feb 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 291
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Civitas akademika Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) berpusat dalam Stadium General. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium II Kampus III UIN Walisongo dengan bertajuk Islam Nusantara Tinjauan Akidah dan Perkembangan Ekonomi.  Selasa, (25/2/2020). Menghadirkan dua narasumber yaitu Turmudzi Dosen Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Walisongo Semarang dan Akhmad Syakir Kurnia Dosen Universitas Diponegoro. […]

  • Bekal Bisnis Usai Bertandang di Yogyakarta

    Bekal Bisnis Usai Bertandang di Yogyakarta

    • calendar_month Ming, 28 Jul 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Sabtu, (27/7/2019) di dinginnya pagi kebun buah Mangunan Yogyakarta, aku beserta rombonganku dari Semarang sangat antusias bersiap menerima materi kewirausahaan. Dalam ruangan berukuran tujuh kali lima belas meter, aku dan semua peserta Santripreneur Camp 2019 yang berseragam serba putih meluapkan rasa ingin tahu bak lele yang sedang berebut makanan. Meski terkadang harus berebut tempat ternyaman […]

expand_less