Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » SASTRA » CERPEN » Bersama di Lereng Kelir

Bersama di Lereng Kelir

  • account_circle admin1
  • calendar_month Ming, 18 Okt 2015
  • visibility 549
  • comment 0 komentar

Setelah melewati tanjakan yang hampir vertikal itu, akhirnya sampai di Dusun Sirep Desa Kelurahan kecamatan Jambu. Udaranya sejuk, masyarakatnya ramah, burung-burung berkicau bersautan, entah burung apa, mungkin burung Emprit dan Kutilang yang sedang menyambut kedatangan pengurus dan kru baru Lembaga Penerbitan Mahasiswa (LPM-red) Invest Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo Semarang.

Tanggal 17 Oktober 2015 telah ditentukan sebagai tanggal untuk mengadakan ‘workshop lapangan’ bagi kru baru oleh senior-pengurus-lembaga pers mahasiswa termuda di lingkungan UIN Walisongo ini.

Beberapa jam kemudian setelah kedatangan kami, dengan diselimuti hawa dingin, acara pertama kami mulai-pembukaan-oleh kepala dusun setempat, atau yang biasa dipanggil dengan sebutan Bapak Rofik, Ia seorang tokoh masyarakat yang sangat ramah menyambut kedatangan kami,  sembari menikmati sebatang rokok yang diapit kedua jarinya “seduuuutttt…. ”, dilanjut pemutaran film dokumenter tentang kopi khas Dusun sirep.

O iya, Dusun Sirep ini kami pilih bukan hanya karena udara sejuk yang membawa kesan romantisnya saja, namun juga karena Dusun ini menjadikan kopi sebagai komoditas utama masyarakat setempat untuk mengangkat perekonomian mereka. Kami-pengurus-mempunyai tujuan agar kru baru dapat memberitakan perekonomian Dusun tersebut sebagai ajang pembelajaran bagi mereka dalam mewartakan sesuatu hal.

Siang Itu, kru baru mulai dibagi ke-dalam empat kelompok, kemudian setelah selesai membagi kelompok, mereka harus memenuhi hak cacing untuk santap siang, sekitar pukul 13.00 Wib, mereka harus membuat satu majalah lengkap dengan rubrikasi yang telah pengurus tentukan, pengerjaan tersebut harus selesai pagi harinya tanggal 18 Oktober, yaitu ke-esokan harinya. Dengan cara manual-tulis tangan-.

Sesekali sembari foto selfie (narsis-red). Pengurus mengawasi kru baru yang sedang wawancara ke warga setempat. Dengan cara Foto narsis inilah, kami mendekatkan diri dengan teman-teman wadyabala Invest-sebutan untuk kru LPM Invest-agar terasa lebih dekat dan hangat. Atau lebih tepatnya; menciptakan kehangatan dalam kedinginan.

Tidak terasa hari mulai gelap, namun tidak sampai pekat. Itu artinya, kru baru harus sudah sampai di tempat pembuatan majalah. Satu persatu datang namun tidak sedikit pula yang datang dengan bergerombol, wajah lecek, bibir manyun, sembari menenteng buku saku di tangan kiri dan pulpen di tangan kanan, sesekali menyapa pengurus “mbak…. Mas….. kesel meni….” (mbak.. mas…. Lelah sekali). Beberapa kru baru juga menimpal “ah…. Capek banget og…. Katanya kita kesini refresing, lha kok malah dikasih tugas…. Alamat nggak tidur semaleman nih…”, sontak saja saya balas keluh mereka dengan tertawa lepas. Bukan menertawakan karena ingin menyiksa batin, hanya saja saat itu, wajah mereka benar-benar lucu.

Adzan berkumandang terdengar dari kejauhan, pengurus maupun peserta melaksanakan sholat dan kemudian peserta melanjutkan kembali tugas mereka. Sementara peserta melaksanakan tugas mereka, pengurus melaksanakan evaluasi, kira-kira sampai jam 03.00 Wib. Ngantuk, lelah dan dingin menambah berat evaluasi malam itu. Di tambah lagi itu malam minggu, malam yang biasa disakralkan oleh sebagian orang yang ber-pacar. O iya, di LPM Invest banyak yang ber-pacar namun merasa jomblo.

***

Alarm Handpone jadulku berdering, itu artinya sudah menunjukkan pukul 07.00 Wib. Baiklah, saatnya menyambut pagi. Dengan udara yang dingin, kantuk yang masih menghantui, perut yang minta diisi, akhirnya kuraih segelas teh hangat di atas meja, saya coba nikmati teh itu dengan cara mencium bibir gelas yang sudah kuraih, sampai pada akhirnya ku-sruput teh itu “srupuuuuttt”.

Agak samar-samar terdengar ada orang memanggil memberi perintah “Mon…. itu anak-anak diajak outbound)”, “Iya” sahutku dengan masih tetap dalam pisisi kedinginan dan kaki diatas meja. Akhirnya saya putuskan untuk mengajak kru baru bermain sejenak sembari menunggu makan pagi mereka siap untuk disantap.

Beberapa menit setelah bermain, akhirnya panggilan yang ditunggu-tunggu pun datang, “mon (panggilan akrabku)… makan pagi udah siap…..”, “iya” aku menimpal pemberitahuan yang ditunggu-tunggu itu, dibarengi dengan tepuk tangan riuh kru baru yang mulai kelaparan. Dengan wajah beringas, mereka langsung ke-ruang makan, seperti halnya serigala bertemu mangsanya. Siap terkam.

Sewaktu kru baru makan, keadaan hening sejenak-sampai sepi tidak ada suara sedikitpun-mungkin mereka sedang menikmati makan paginya, maklum, biasanya mereka makan makanan anak kos (nasi kucing), dan kali ini, mereka menemu makanan yang agak bergizi. Jadi, mereka tidak ingin melewatkan kenikmatan dari makanannya itu. sedikitpun.

Setelah makanan habis, bersih, tidak tersisa, akhirnya acara ditutup oleh kepala Dusun. Ia Berpesan; Semoga dua hari di Dusun Sirep dapat bermanfaat bagi adik-adik, belajar yang tekun mumpung masih muda. Begitulah sedikit catatan perjalanan ini, semoga menjadi kenangan yang indah. Heheu.

(Lana_Invest).

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tingkatkan Toleransi, Srawung Kaum Muda Lintas Agama adakan  Pagelaran Budaya

    Tingkatkan Toleransi, Srawung Kaum Muda Lintas Agama adakan Pagelaran Budaya

    • calendar_month Ming, 5 Mar 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 535
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Toleransi antar umat beragama nampaknya sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat, khususnya Indonesia. Namun dewasa ini marak terjadi konflik yang mengatasnamakan agama. Adanya hal ini, menginisiasi kaum muda kota Semarang yang tergabung dalam Srawung Kaum Muda Lintas Iman untuk melaksanakan kegiatan Selebrasi Pagelaran Budaya, dengan tujuan merekatkan tali persaudaraan dan menjalin toleransi antar […]

  • 74 Tahun Indonesia Merdeka; Apa Kabar Literasi Kita?

    74 Tahun Indonesia Merdeka; Apa Kabar Literasi Kita?

    • calendar_month Sab, 17 Agu 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 497
    • 0Komentar

    Kata merdeka dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki tiga makna. Pertama, bebas. Maksud bebas di sini tentu sudah kita rasakan sejak 17 Agustus 1945, yakni bebas dari penjajah. Hal ini tidak terlepas dari peran pahlawan yang gugur di medan perang maupun yang berjuang memproklamirkan kemerdekaan Republik Indonesia. Kedua, tidak terkena atau lepas dari tuntutan. […]

  • Bakti Mahasiswa Bidikmisi UIN Walisongo, Tanam 300 Pohon

    Bakti Mahasiswa Bidikmisi UIN Walisongo, Tanam 300 Pohon

    • calendar_month Jum, 6 Des 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 488
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Bakti Mahasiswa Bidikmisi untuk Hijau Kampusku UIN Walisongo ialah tajuk agenda pananaman 300 pohon buah. Kegiatan diikuti oleh 263 mahasiswa bidikmisi angkatan 2019 yang terdiri dari delapan fakultas. Area penanaman pohon yakni di sekitar gedung Rektorat baru kampus 3 UIN Walisongo Semarang (ISDB). Jumat (6/12/2019). “Kegiatan ini sangat monumental untuk masa depan, karena pohon […]

  • UIN Walisongo Selenggarakan Wisuda Terakhir di Tahun 2022

    UIN Walisongo Selenggarakan Wisuda Terakhir di Tahun 2022

    • calendar_month Sel, 8 Nov 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 528
    • 0Komentar

    lpminvest.com- UIN Walisongo gelar wisuda dengan meluluskan 609 orang yang terdiri dari 4 doktor, 25 orang magister (S2), dan sebanyak 580 Sarjana pada Selasa (8/11/2022). Wisuda dengan gelaran Sidang Senat Terbuka itu bertempat di Kampus 3 Auditorium 2 UIN Walisongo secara luring. Acara besar tersebut menjadi acara wisuda terakhir kalinya di tahun 2022 ini. Pembukaan […]

  • Politik Zakat di Indonesia

    Politik Zakat di Indonesia

    • calendar_month Sab, 12 Agu 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 500
    • 0Komentar

    Oleh : Imam Yahya Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo Semarang Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama  Islamic Development Bank (IDB), merilis informasi  bahwa pada tahun 2015 target pendapatan zakat umat Islam Indonesia sebanyak Rp 4.2 trilliyun (metrotvnews.com/18/1/2015). Sebuah angka yang fantastis bagi fund ricing yang mengedepankan nilai-nilai religiusitas. Target ini dilandasi potensi […]

  • Biarkan Semesta Yang Bekerja

    Biarkan Semesta Yang Bekerja

    • calendar_month Rab, 18 Des 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 801
    • 0Komentar

    Oleh: Thoriqotul Hidayah Biarkan semesta yang bekerja Tanpa kau paksa, tanpa kau tanya Ada caranya sendiri, meski tak selalu jelas Menenun nasib dengan benang yang bebas Kau tak perlu tahu ke mana angin berlari Atau kapan hujan akan berhenti Cukup serahkan langkah pada waktu Dan biarkan dunia menjawab rindu Takdir, bagai bintang di malam pekat […]

expand_less