Raih IPK 3.88, Septi Kumala Dewi Buktikan Organisasi dan Prestasi Akademik Bisa Berjalan Serasi
- account_circle Redaktur LPM Invest
- calendar_month Ming, 24 Mei 2026
- visibility 65
- comment 0 komentar

lpminvest.com- Sabtu, (21/05/2026) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang mengadakan wisuda Sarjana (S1), Magister (S2), Doktor (S3). Bertempat di Auditorium II Kampus 3 UIN Walisongo Semarang, periode ini meluluskan 15 wisudawan terbaik dari 8 fakultas termasuk progam pascasarjana (S3)
Septi sukses menuntaskan masa studinya dengan menorehkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3.88. Ia lulus setelah berhasil mempertahankan skripsinya yang berjudul “Pengaruh Environmental, Social, and Governance (ESG), Profitabilitas, dan Leverage terhadap Harga Saham pada Perusahaan yang Terdaftar di IDX ESG Leaders Periode 2021-2024”. Melalui riset ini Septi mengkaji seberapa besar pengaruh kepedulian lingkungan dan sosial perusahaan terhadap ketertarikan investor di pasar modal.
Di balik nilai akademiknya yang nyaris sempurna Septi bukanlah tipikal mahasiswa “kupu-kupu” (kuliah-pulang). Sejak menapaki semester awal, ia sudah memberanikan diri mengikuti berbagai perlombaan akademik dan aktif terjun di dunia keorganisasian kampus. Rahasia dari segala pencapaiannya tersebut terletak pada manajemen waktu yang disiplin dan metode belajar yang efektif.
“Sejak awal kuliah, aku sudah menargetkan untuk mencari pengalaman di luar kelas, tapi pantang mengorbankan nilai. Metode belajarku itu fokus pada review berkala. Setelah kelas selesai atau saat akhir pekan, aku selalu merangkum inti materi. Jadi, ketika ujian tiba, aku tidak perlu sistem kebut semalam. Walaupun jadwal organisasi dan lomba sedang padat, menyisihkan waktu walau hanya satu jam sehari untuk akademik sangat membantu agar tidak kewalahan,” ujar Septi menceritakan strateginya.
Keberhasilan Septi tentu tidak berdiri sendiri, ada doa dan restu keluarga yang selalu mengiringi setiap langkahnya. Di mata keluarga Septi dikenal sebagai anak yang sangat penurut, rajin, dan komunikatif. Sesibuk apa pun kegiatannya di kampus ia tidak pernah absen memberikan kabar ke kampung halaman.
“Septi itu anaknya sangat penurut, rajin belajar sejak kecil, dan tidak pernah macam-macam. Yang paling membuat hati orang tua tenang, dia selalu mengabari setiap kegiatannya. Mau pergi rapat organisasi, ikut lomba, atau bimbingan skripsi, pasti dia chat atau telepon dulu untuk minta doa. Komunikasi yang tidak pernah putus itulah yang membuat kami selalu mendukung seratus persen apa pun kegiatan positifnya di kampus,” ujar Orang tua Septi dengan raut wajah bangga.
Meraih IPK Cumlaude sembari aktif berorganisasi membuktikan bahwa batasan hanyalah soal bagaimana seseorang mengatur skala prioritas. Menutup wawancara di hari bahagianya Septi membagikan motivasi bagi rekan-rekan mahasiswa yang masih berjuang merampungkan studi.
“Untuk teman-teman mahasiswa, temukanlah metode belajar yang paling pas dengan diri kalian sendiri jangan sekadar ikut-ikutan gaya orang lain. Eksplorasi diri kalian lewat organisasi dan lomba, karena di situlah karakter kita dibentuk. Dan yang paling penting seberat apa pun tugas kuliah yang sedang dihadapi, jangan pernah lupa meminta doa restu dan rajin memberi kabar kepada orang tua, karena rida mereka adalah jalan pintas kesuksesan kita,” pungkasnya memberikan tips.
- Penulis: Redaktur LPM Invest

Saat ini belum ada komentar