Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Mahasiswa Tuntut Ganjar Selesaikan Konflik di Urut Sewu

Mahasiswa Tuntut Ganjar Selesaikan Konflik di Urut Sewu

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sab, 19 Sep 2015
  • visibility 258
  • comment 0 komentar

Lpminvest’com- Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menuntut Gubernur Jawa Tengah untuk menyelesaikan konflik yang terjadi di Urut Sewu Kabupaten Kebumen. Kamis, (16/9).

Konflik sengketa tanah (Agraria) Urut Sewu Kebumen Jawa Tengah, masih belum terselesaikan hingga saat ini. Tindakan kekerasan yang dilakukan aparat Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) terhadap petani Urut Sewu menjadi persoalan mahasiswa.

“Tindakan yang dilakukan TNI-AD terhadap para petani sudah melanggar Undang-undang no 34 tahun 2004 tentang fungsi dan wewenang TNI.” Ujar Bima Sakti selaku Koordinasi Lapangan dalam aksi tersebut.

Lima tuntutan mahasiswa PMII terhadap Gubernur Jawa Tengah Diantaranya: 1. Tegakan Undang-undang no 34 tahun 2004 tentang fungsi dan wewenang TNI. 2. Tuntut Kodim IV Dipnegoro untuk meminta maaf kepada petani yang menjadi korban atas tindakan represifitas aparat. 3. Gubernur Jawa Tengah untuk melindungi Urut Sewu dari tindakan kekerasan yang dilakukan Kodim IV Diponesoro (TNI-AD). 4. Selesaikan konflik Petani dan TNI di Urut Sewu Kebumen. 5. Adili aparat TNI yan bertinfak sewenang-wenang terhadap petani di Urut Sewu.

Agus selaku Sekretariat Daerah (SETDA) mengatakan bahwa, mereka sudah menyiapkan tim Indevenden untuk mengatasi konflik yang terjadi di Urut Sewu. “Sudah dibentuk tim tujuh orang dari independen. Anggota tim dari UGM, sekolah tinggi pertanahan, BPN, dan BPN Kebumen yang sudah ahli.” Ungkap Agus saat menemui masa di depan gedung Gubernur JA-TENG.

Aksi yan bertempatkan di depan Kantor ubernur Jawa Tengah berlangsung aman. Lima tuntutan yang diberikan mahasiswa yang tergabung dalam PMII yang harus dijalankan Gubernur JA-TENG dan Juga Kodam IV Diponegoro, agar tindakan kekerasan yang dilakukkan aparat tidak terulang lagi.

“Kami menuntut Ganjar Pranow untuk menyelesaikan konflik tyang ada di Urut Sewu dalam Orasinya”. Pungkas Bima. (Tatang. lpm_invest)

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Virus Covid-19 Kembali Jadi Momok Penundaan KKL FEBI Dalam Negeri

    Virus Covid-19 Kembali Jadi Momok Penundaan KKL FEBI Dalam Negeri

    • calendar_month Sab, 14 Mar 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 339
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Sampai detik berita ini dirilis, ada 96 orang pasien yang terkonfirmasi positif virus Covid-19. Dilangsir dari liputan6.com, Yurianto menyatakan bahwa virus ini sudah menyebar ke sejumlah wilayah di Indonesia. Wilayah tersebut yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Tangerang, Bali, Manado, dan Pontianak. Sabtu, (14/3/2020). Menindaklanjuti informasi tersebut Ketua Jurusan S1 Perbankan Syariah Fakultas […]

  • Suarakan HAM, Ini 23 Potret Paper MOB PBAK 2019

    Suarakan HAM, Ini 23 Potret Paper MOB PBAK 2019

    • calendar_month Jum, 23 Agu 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 320
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Panitia Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaa (PBAK) 2019 UIN Walisongo telah merilis kreasi paper MOB di akun instagram PBAK @pbakuinws. Jumat, (23/8/2019) Paper MOB tersebut membentuk 23 formasi bertemakan kemanusiaan. Dari unggahan tersebut tampak paper MOB dengan  hash tag “Menolak Lupa”. Terlihat gambar-gambar tokoh kasus Hak Asasi Manusia (HAM) yang sampai sekarang belum […]

  • Narasumber KPK RI Berhalangan Hadir Menuai Kekecewaan Maba

    Narasumber KPK RI Berhalangan Hadir Menuai Kekecewaan Maba

    • calendar_month Sab, 26 Agu 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 241
    • 0Komentar

    lpminvest.com-  Pemberian materi Pedidikan anti korupsi pada hari ketiga proses Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tuai kekecewaan sebagian mahasiswa. (Rabu, 23/8/17). Rencana pemberian materi pendidikan anti korupsi dari KPK RI hanya disampaikan oleh satu narasumber. Padahal seharusnya disampaikan oleh dua narasumber yang mana tiap narasumber akan mengisi empat fakultas. Berdasarkan keterangan, pengisian materi oleh KPK […]

  • Via Harus Kembali Ke Pondok Untuk Ganti Baju

    Via Harus Kembali Ke Pondok Untuk Ganti Baju

    • calendar_month Rab, 12 Okt 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 278
    • 0Komentar

    lpminvest.com-Adanya aturan jam kuliah malam memang penuh risiko. Utamanya bagi kaum perempuan, supaya sampai di kelas banyak rintangan yang harus dilalui. Terutama saat cuaca tidak bersahabat. Rabu, (05/10/16) malam, hujan mengguyur wilayah Ngaliyan, umumnya di Kota Semarang. Jalanan Kampus Tiga UIN Walisongo Semarang tampak dipenuhi genangan air dan sedikit berlumpur. Kondisi ini membuat mahasiswa ekstra […]

  • Keseimbangan Hidup

    Keseimbangan Hidup

    • calendar_month Jum, 8 Des 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 308
    • 0Komentar

    Judul               : Hidup itu Harus Pintar Ngegas dan Ngerem Penulis             : Emha Ainun Nadjib Penerbit           : Noura Books Cetakan           : Kelima, September 2017 Halaman          : x + 230 halaman. ISBN               : 978-602-385-150-8 Peresensi         : Mukhammad Faridul Huda Buku karya Emha Ainun Najib (Cak Nun) ini merupakan buku yang tergolong ringan untuk dibaca dibanding buku-buku lain […]

  • Menyikapi Radikalisme, Guru Besar dan Akademisi Berdiskusi di UIN Walisongo

    Menyikapi Radikalisme, Guru Besar dan Akademisi Berdiskusi di UIN Walisongo

    • calendar_month Sel, 28 Feb 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 362
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Guru Besar dan Akademisi UIN Walisongo adakan diskusi “Meski Berbeda, Kita Saudara”. Diskusi ini mengusung tema “Meneguhkan Bumi Walisongo sebagai Benteng Moderat” berlangsung di Auditorium 1 lantai II UIN Walisongo Semarang. Selasa, (28/02/2017). Acara yang berlangsung pukul 13.00-16.00 ini berlatar belakang menguaknya kelompok-kelompok yang saling menyerang, baik bermotif politik, ekonomi dan lain sebagainya. Pasalnya, […]

expand_less