PUISI
Puisi Untuk Ibu
- calendar_month Rab, 31 Jan 2018
- visibility 648
- 0Komentar
Oleh: Dyah Naf’ul Ummah Ibu, aku tak sepenuhnya mengerti tentangmu Tak sepenuhnya ingat akan kasihmu Bahkan aku tak pernah memahami Semua perjuangan untuk aku, anakmu Ibu, kutuliskan beberapa bait puisi ini untukmu Hanya rangkaian kata sederhana Dengan harapan penggugur rindu Di kala senja Dan penenang hati di kala lara Ibu, aku tahu Takdir telah memisahkan […]
Tikus Bergelar
- calendar_month Jum, 29 Des 2017
- visibility 611
- 0Komentar
Oleh : Amimah Ulul Demi kefanaan berupa harta meruah Demi tak cukup sesuap nasi, mengaharap hidangan di meja yang meriah Perut membuncit, gelegek pun mendesah Ah… nikmatlah sudah.. Berhias kacamata kinclong bergaya sok songong Wara wiri di gedongan ala orang budiman Penuh gaya di podium, bercakap lantang tentang kerakyatan Si tikus terus bergerilya Di balik […]
Aurum
- calendar_month Rab, 31 Agu 2016
- visibility 564
- 0Komentar
Aku kabarkan lagi, Aurum itu Papua Dikulum lain bangsa Setengah abad lamanya, Tanah gerilya tentara Belanda sampai Amerika Sampai para badut domestik dibuat telanjang Yang Mahal harganya. Televisi sudah mirip kipas angin Mengurangi Suhu panas di Papua Dengan meng-klik para germo artisan Membuat bunyi-bunyian dari notasi iklan. O, Koran-koran Yang menungging di halaman reklame Dimana […]
SANG PEMBAHARU
- calendar_month Jum, 24 Apr 2015
- visibility 610
- 0Komentar
Gibran Saksena Manakah derajat dapur masa dahulu Tika mimpi dara terjerat sel-sel adat Angan melayang layang tanpa tali pengikat Dan gerak gerik langkah haruslah penuh siasat Sampailah pada suatu masa Dimana sang pembaharu datang mengibarkan bendera kebebasan Dalam wadah emansipasi Dirangkulnya perempuan Indonesia sederajat lelaki Kenang! Kenanglah dia! Wahai perempuan Indonesia Teruskan mimpi suci dan […]
Puisi Tanpa Tendensi
- calendar_month Sel, 13 Jan 2015
- visibility 555
- 0Komentar
Oleh : Pena Merah Untukmu puisi Hanya bait tanpa arti Tiada romantisme yang tersaji Imaji melayang-layang tanpa henti Sekali lagi, untukmu puisi Duduk dengan inspirasi terpatri Kutunjukkan lika-liku duniawi Terimakasih untukmu pemberi inspirasi Sekali lagi, ini hanya bait puisi
Narasi yang Hilang
- calendar_month Sel, 13 Jan 2015
- visibility 531
- 0Komentar
Oleh : Pena Merah Awalnya hanya sebuah narasi Tetap saja seharusnya menjadi narasi Entah kenapa akhirnya tak menjadi sebuah narasi? Eungkin narasi itu telah usang Ataukah mungkin narasi itu telah hilang? Menarasikan kisah melalui tulisan itu penting ! Tapi mengapa sampai tak menjadi sebuah narasi ? Lalu kemana kelincahan jari-jariku yang biasanya membabibuta diatas […]
