Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RESENSI » Bolehkah Sekali Saja Kumenangis

Bolehkah Sekali Saja Kumenangis

  • account_circle admin1
  • calendar_month Jum, 17 Jan 2025
  • visibility 1.090
  • comment 0 komentar

 

Identitas Film

Judul                     : Bolehkah Sekali Saja Ku Menangis

Kategori Film        : Drama Keluarga

Sutradara              : Reka Wijaya

Produser               : Umay Shahab

Penulis                  : Junisya Aurelita, Rezy Junio, Santy Diliana dan Alim Sudio

Produksi               : Sinemaku Pictures

Pemeran               : Prilly Latuconsina, Dikta Wicaksono, Surya Saputra, Dominique Sanda, Widi Mulia, Gracia JKT48, Antonio Blanco Jr., Kristo Immanuel dan Ummi Quary.

Peresensi              : Umi Nur Mardliyyah


 

Bercerita tentang kehidupan Tari, gadis yang tengah menghadapi kekerasan dalam rumah tangga. Tari harus melihat ibunya terus menerus diperlakukan dengan kasar oleh ayahnya sejak ia masih kecil. Setelah kakaknya pergi dari rumah, Tari berjuang seorang diri untuk menyelamatkan ibunya dari perilaku kasar ayahnya. Situasi ini menciptakan trauma bagi Tari sehingga membuatnya tumbuh menjadi sosok yang sulit mengungkapkan perasaannya sendiri.

Selain di keluarga, Tari juga terjebak dalam lingkungan kerja yang toxic. Tari sering dimanfaatkan untuk menyelesaikan pekerjaan rekan kerjanya. Tidak tahan dengan tekanan berat dalam hidupnya, Tari bergabung dengan Support Group, sebuah komunitas yang berfokus pada isu Kesehatan mental.

Di tengah lingkungan yang kurang mendukung bagi Tari ini, muncul lah Baskara. Ia adalah rekan kerja barunnya yang memiliki sifat tempramen karena adanya luka masa lalu. Baskara dan Tari kemudian tergabung dalam satu kelompok yang sedang memperjuangkan kenaikan jabatan. Suatu ketika Baskara melihat Tari tengah mencari indekos untuk ditinggali, kemudian ia menawarkan adanya kamar kosong di indekosnya. Tari mengiyakan tawaran tersebut. Kemudian Tari memaksa ibunya untuk diam-diam pergi dari rumah bersamanya.

Setelah beberapa hari mereka meninggalkan rumah, ayah Tari mencari keberadaan mereka hingga berhasil menemukannya di indekos Baskara. Ayah Tari dengan paksa menarik Tari untuk kembali ke rumah. Situasi ini membuat Baskara yang telah tumbuh benih cintanya kepada Tari, menjadi marah dan memukul ayah Tari hingga tersungkur. Ayah Tari semakin marah dan tetap memaksa Tari dan ibunya pulang.

Sesampainya di rumah, Tari dilarang berangkat kerja sendirian lagi. Dia hanya akan berangakat kerja dengan diantar dan dijemput oleh ayahnya. Ketika menjemput Tari, ayahnya melihat Baskara yang tempo hari memukulnya itu, ayah Tari semakin marah, sesampainya di rumah handphone Tari disita dan Tari dilarang bekerja lagi.

Suasana semakin genting, menyadarkan ibu Tari akan kekerasan rumah tangga yang dialaminya hingga membuat Tari semakin terluka. Ibu Tari pun menyadari luka yang dirasakan anak bungsunya sejak kecil, trauma yang selama ini tidak terpikirkan olehnya. Ia pun mengatakan kepada Tari bahwa akan menghadapi ini semua bersama. Mereka kemudian berkemas untuk pergi dari rumah.

Saat hendak keluar, mereka dicegat dan dimarahi oleh ayahnya. Namun kali ini mereka berdua tidak tinggal diam, mereka meluapkan segala yang dirasakan selama ini hingga membuat ayahnya menjadi takut kehilangan mereka. Beruntungnya Tari punya Support Group yang bisa menyelamatkan ia dan ibunya dari cengkraman ayahnya. Ia dan ibunya berhasil keluar dari rumah, dan menjalani kehidupan yang lebih bahagia. Kakak Tari setelah mendengar kabar baik ini pun pulang ke rumah baru Tari.

Kebahagiaan kembali Tari dapatkan ketika Ia dan Baskara masih mendapatkan kesempatan untuk naik jabatan. Kini hidup Tari dipenuhi dengan lebih banyak kebahagiaan, setelah sebelumnya banyak air mata dan kesedihan. Pada akhirnya ayah Tari pun menyadari akan kesalahannya dan menyesali perbuatannya.

Film ini mengangkat isu Kesehatan mental yang sedang marak dibicarakan. Yang tak kalah penting dalam film menjelaskan bahwa setiap luka punya tempat untuk bercerita, menangis misalnya. Film ini membawa penonton pada pendekatan dalam menyelesaikan masalah. Film ini juga mengajarkan bahwa kesedihan akan berlalu, serta akan datang kebahagiaan setelahnya. Maka dengan menyadari hal itu, film ini juga mengajarkan bahwa jangan terlalu berlarut dalam suatu kesedihan atau permasalahan, tapi fokus serta berusahalah untuk mencari jalan keluarnya.

Film ini menampilkan banyak adegan kekerasan rumah tangga yang cukup sensitif, sehingga kebijakan penonton diperlukan. Selebihnya tidak ada lagi.

 

[Pengurus Invest BPH Periode 24/25]
  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PENGANTIN

    • calendar_month Jum, 16 Des 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 524
    • 0Komentar

    Kau sunting mesra ayat jihad Dengan lagu logika sesaat Dengan senyum manis Julang anganmu berpeluk bidadari sintal Mencuat payudara legit berlapis   Tepuk sorak Iblis Picukan segera pertemuan princess Segeralah kau mati sebab kunci bidadari di sini Membuka hati dan peluk pelangi mimpi surgawi Ayat jihadmu telah dikufurkan nafsumu merangkum kematian Massif dirimu dan manusia […]

  • Tarif Trump 32%: Pemicu Lompatan Ekonomi Indonesia?

    • calendar_month Sab, 5 Apr 2025
    • account_circle admin1
    • visibility 681
    • 0Komentar

    Kebijakan terbaru Donald Trump menaikkan tarif impor kepada beberapa negara menjadi perbincangan pasar global karena berpotensi mengubah lanskap perdagangan internasional, kekhawatiran akan perang dagang dan berdampak signifikan terhadap pantai rasokan serta pertumbuhan ekonomi berbagai negara. Salah satu kebijakan ini yaitu menaikkan tarif impor kepada Negara Indonesia menjadi 32 persen. Sebagai mitra dagang dari Amerika Serikat […]

  • WR 1 UIN Walisongo Resmikan “Gazebo Moulebo Park” Program Unggulan KKN MB Posko 81 Desa Lebo

    • calendar_month Rab, 11 Sep 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 504
    • 0Komentar

    Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang, Lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat (LP2M) mengadakan kontestasi program unggulan dimana setiap kabupaten yaitu Kota Semarang, Kendal dan Batang diambil 1 kelompok yang terpilih. Dalam kontestasi tersebut, KKN Moderasi Beragama (MB) Posko 81 Desa Lebo ikut berpartisipasi dan terpilih menjadi kelompok yang menang program unggulan mewakili 43 […]

  • Najwa Shihab Gagal Hadir, Panitia Bimbang Salurkan Donasi 4000 Buku

    • calendar_month Rab, 29 Agu 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 666
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Salah satu rangkaian kegiatan dalam Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) di hari terakhir adalah gerakan donasi 4000 buku yang diikuti seluruh Mahasiswa baru UIN Walisongo Semarang. Rabu, (29/8/2018). Donasi 4000 buku ini diterima dengan baik oleh mahasiswa baru. Mereka merasa kegiatan tersebut sangat bermanfaat untuk orang-orang yang membutuhkan, khususnya di daerah yang masih […]

  • Wajah Baru; Workshop Lapangan Berevolusi Menjadi Journalist Cam

    • calendar_month Kam, 2 Nov 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 604
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Journalist Camp merupakan revolusi baru sekaligus angin segar untuk calon Kru Magang (Kruma)-23 dimana memberi wadah para writer, fotografer, desainer, serta videografer muda untuk unjuk gigi di bawah naungan LPM Invest. Acara ini merupakan rangkaian pelatihan bagi Kruma-23. Setelah pada September sebelumnya diberikan materi pada Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD), serta hunting berita pada […]

  • DIDUGA REM BLONG, TRUK KONTAINER NYERUDUK TIGA MOBIL

    • calendar_month Sab, 19 Sep 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 560
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Di tengah teriknya matahari dan kepulan gas kendaraan bermotor yang berlalu-lalang di Jalan Ngaliyan-Boja, sebuah truk kontainer bernomor polisi BL 8571AK, warna cokelat pekat yang memuat ceriping dari PT. BMG Boja menuju PT. Indofood Jakarta melaju kencang dari arah Selatan, tepatnya di Jalan Prof. Hamka 110 C Ngaliyan. Kontainer yang melaju kencang itu berusaha […]

expand_less
Exit mobile version