Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RESENSI » Bolehkah Sekali Saja Kumenangis

Bolehkah Sekali Saja Kumenangis

  • account_circle admin1
  • calendar_month Jum, 17 Jan 2025
  • visibility 407
  • comment 0 komentar

 

Identitas Film

Judul                     : Bolehkah Sekali Saja Ku Menangis

Kategori Film        : Drama Keluarga

Sutradara              : Reka Wijaya

Produser               : Umay Shahab

Penulis                  : Junisya Aurelita, Rezy Junio, Santy Diliana dan Alim Sudio

Produksi               : Sinemaku Pictures

Pemeran               : Prilly Latuconsina, Dikta Wicaksono, Surya Saputra, Dominique Sanda, Widi Mulia, Gracia JKT48, Antonio Blanco Jr., Kristo Immanuel dan Ummi Quary.

Peresensi              : Umi Nur Mardliyyah


 

Bercerita tentang kehidupan Tari, gadis yang tengah menghadapi kekerasan dalam rumah tangga. Tari harus melihat ibunya terus menerus diperlakukan dengan kasar oleh ayahnya sejak ia masih kecil. Setelah kakaknya pergi dari rumah, Tari berjuang seorang diri untuk menyelamatkan ibunya dari perilaku kasar ayahnya. Situasi ini menciptakan trauma bagi Tari sehingga membuatnya tumbuh menjadi sosok yang sulit mengungkapkan perasaannya sendiri.

Selain di keluarga, Tari juga terjebak dalam lingkungan kerja yang toxic. Tari sering dimanfaatkan untuk menyelesaikan pekerjaan rekan kerjanya. Tidak tahan dengan tekanan berat dalam hidupnya, Tari bergabung dengan Support Group, sebuah komunitas yang berfokus pada isu Kesehatan mental.

Di tengah lingkungan yang kurang mendukung bagi Tari ini, muncul lah Baskara. Ia adalah rekan kerja barunnya yang memiliki sifat tempramen karena adanya luka masa lalu. Baskara dan Tari kemudian tergabung dalam satu kelompok yang sedang memperjuangkan kenaikan jabatan. Suatu ketika Baskara melihat Tari tengah mencari indekos untuk ditinggali, kemudian ia menawarkan adanya kamar kosong di indekosnya. Tari mengiyakan tawaran tersebut. Kemudian Tari memaksa ibunya untuk diam-diam pergi dari rumah bersamanya.

Setelah beberapa hari mereka meninggalkan rumah, ayah Tari mencari keberadaan mereka hingga berhasil menemukannya di indekos Baskara. Ayah Tari dengan paksa menarik Tari untuk kembali ke rumah. Situasi ini membuat Baskara yang telah tumbuh benih cintanya kepada Tari, menjadi marah dan memukul ayah Tari hingga tersungkur. Ayah Tari semakin marah dan tetap memaksa Tari dan ibunya pulang.

Sesampainya di rumah, Tari dilarang berangkat kerja sendirian lagi. Dia hanya akan berangakat kerja dengan diantar dan dijemput oleh ayahnya. Ketika menjemput Tari, ayahnya melihat Baskara yang tempo hari memukulnya itu, ayah Tari semakin marah, sesampainya di rumah handphone Tari disita dan Tari dilarang bekerja lagi.

Suasana semakin genting, menyadarkan ibu Tari akan kekerasan rumah tangga yang dialaminya hingga membuat Tari semakin terluka. Ibu Tari pun menyadari luka yang dirasakan anak bungsunya sejak kecil, trauma yang selama ini tidak terpikirkan olehnya. Ia pun mengatakan kepada Tari bahwa akan menghadapi ini semua bersama. Mereka kemudian berkemas untuk pergi dari rumah.

Saat hendak keluar, mereka dicegat dan dimarahi oleh ayahnya. Namun kali ini mereka berdua tidak tinggal diam, mereka meluapkan segala yang dirasakan selama ini hingga membuat ayahnya menjadi takut kehilangan mereka. Beruntungnya Tari punya Support Group yang bisa menyelamatkan ia dan ibunya dari cengkraman ayahnya. Ia dan ibunya berhasil keluar dari rumah, dan menjalani kehidupan yang lebih bahagia. Kakak Tari setelah mendengar kabar baik ini pun pulang ke rumah baru Tari.

Kebahagiaan kembali Tari dapatkan ketika Ia dan Baskara masih mendapatkan kesempatan untuk naik jabatan. Kini hidup Tari dipenuhi dengan lebih banyak kebahagiaan, setelah sebelumnya banyak air mata dan kesedihan. Pada akhirnya ayah Tari pun menyadari akan kesalahannya dan menyesali perbuatannya.

Film ini mengangkat isu Kesehatan mental yang sedang marak dibicarakan. Yang tak kalah penting dalam film menjelaskan bahwa setiap luka punya tempat untuk bercerita, menangis misalnya. Film ini membawa penonton pada pendekatan dalam menyelesaikan masalah. Film ini juga mengajarkan bahwa kesedihan akan berlalu, serta akan datang kebahagiaan setelahnya. Maka dengan menyadari hal itu, film ini juga mengajarkan bahwa jangan terlalu berlarut dalam suatu kesedihan atau permasalahan, tapi fokus serta berusahalah untuk mencari jalan keluarnya.

Film ini menampilkan banyak adegan kekerasan rumah tangga yang cukup sensitif, sehingga kebijakan penonton diperlukan. Selebihnya tidak ada lagi.

 

[Pengurus Invest BPH Periode 24/25]
  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Meski Terlambat, Rina Jadi Wisudawan Terbaik FEBI

    • calendar_month Sel, 8 Nov 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 277
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Selasa (8/11/2022) UIN Walisongo Semarang melepaskan 609 wisudawan dan wisudawati di Auditorium 2 Kampus 3 dengan Sidang Senat Terbuka. Rina Widiyanti wisudawati asal Pati berhasil menyandang predikat wisudawan terbaik di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) yang mampu menggeser 47 wisudawan lainnya dengan perolehan IPK 3,94. Rina sempat mengalami keterlambatan dalam proses kelulusan. Selain […]

  • BUMN Pelopori Gerakan Nontunai Lewat LinkAja

    • calendar_month Ming, 14 Apr 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 161
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) gelar tasyakuran Hari Ulang Tahunnya yang ke-21. Dihadiri oleh Menteri BUMN Rini M. Soemarno beserta jajaran direksi dan pejabat kementerian BUMN, acara ini berlangsung di Pantai Marina Semarang. Menariknya, acara yang diawali dengan jalan sehat ini mendapat rekor Muri kategori transaksi terbanyak, yaitu 35 ribu transaksi dalam waktu […]

  • Maba dan Kebingungannya dalam Pemilwa

    • calendar_month Rab, 28 Des 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 201
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Pelaksanaan Pemilihan Mahasiswa (Pemilwa)  tahun 2016 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo Semarang terpantau lancar.  Tempat Pemungutan Suara (TPS) berada di Parkiran Gedung H Kampus III. Rabu, (28/12/2016). Tempat Pemungutan Suara nampak ramai oleh para mahasiswa yang akan melakukan pencoblosan. Acara pemungutan suara dimulai pukul 08.30 di setiap Fakultas. Pemilihan Mahasiswa tahun ini […]

  • Pelepasan Balon, Jadi Objek Potret Mahasiswa Baru

    • calendar_month Sel, 23 Agu 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 148
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Peresmian pembukaan OPAK yang ditandai dengan pelepasan balon oleh Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Prof Dr. Muhibbin menuai antusias mahasiswa baru, selasa (23/8/16). Pelepasan balon dilakukan tepat setelah Rektor UIN Walisongo menabuh gong kebesaran UIN Walisongo sebanayak sembilan kali. Prof Muhibbin mengatakan dalam sambutannya pada Upacara Pembukaan OPAK bahwa sembilan kali penabuhan […]

  • Aldha Wisudawan Pertama FDK yang Lulus Tanpa Skripsi

    • calendar_month Rab, 8 Nov 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 218
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Aldhania Uswatun Hasanah yang kerap dipanggil Aldha. Merupakan wisudawati asal Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negri (UIN) Walisongo Semarang jurusan Manajemen Haji & Umroh (MHU) berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) terbaik sebesar 3,91. Ia merupakan angkatan pertama yang lulus menggunakan artikel jurnal. Penelitiannya berjudul “Kolonialisasi Gelar Haji Inisiasi Belanda Waspadai Perlawanan […]

  • Massa Aksi Tolak UU Ciptaker Dihujani Gas Air Mata

    • calendar_month Jum, 14 Apr 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 121
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Aliansi Masyarakat Sipil dan Aliansi Mahasiswa se-Semarang, Jawa Tengah kembali menggelar aksi menolak UU Cipta Kerja dengan tema “UU Cipta Kerja Menyelamatkan Oligarki Menghabisi Demokrasi”. Aksi ini merupakan aksi lanjutan dari yang sebelumnya, diadakan pada selasa (14/03/2023) dan kembali mendapatkan aksi represifitas dari aparat. Aksi penolakan UU hari ini sempat diwarnai dengan adanya dorong-dorongan […]

expand_less
Exit mobile version