Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Peringati Hari Pangan Sedunia, Mahasiswa KKN Pamerkan Brownies Singkong

Peringati Hari Pangan Sedunia, Mahasiswa KKN Pamerkan Brownies Singkong

  • account_circle admin1
  • calendar_month Jum, 16 Okt 2020
  • visibility 430
  • comment 0 komentar

lpminvest.com- (16/10/20). Singkong adalah tumbuhan pangan yang dapat tumbuh di mana pun, bahkan tanah di pekarangan warga pun dapat menumbuhkan Singkong. Di Dusun Welang, Kabupaten Kendal, kebanyakan warganya pun menanam singkong. Hasilnya, singkong di dusun tersebut melimpah. Sayangnya, hasil yang melimpah tidak diikuti pemanfaatan yang optimal. Singkong masih dijual sebagai bahan mentah dengan nilai ekonomis rendah. “Pohong nek disade sak kilone mung pados tigangewu (re: singkong satu kilo cuma laku tiga ribu),” keluh Mutiah salah satu warga.

Mengetahui kondisi tersebut, mahasiswa KKN Reguler dari Rumah Angkatan 75 yang tergabung dalam kelompok 93 dan berbasis di Kabupaten Kendal menawarkan cara baru olah singkong. Bertempat di Aula Majelis Ta’lim Miftahul Huda, Welang, mahasiswa KKN kompak memamerkan brownies singkong dan membagikannya kepada Ibu-ibu Jamiyah Waqiah seusai pengajian. Antusiasme Ibu-ibu terhadap brownies singkong pun muncul. Menurut mereka, brownies singkong adalah olahan baru yang belum pernah terpikikirkan.

“Biasane nek kulo yo pohong tak damel ndok gludhug karo gethuk. Iki kok iso dadi brownies. Rasane koyo brownies temenan (biasanya singkong saya jadiin ndok gludhug atau gethuk. Ini kok bisa jadi bronis. Rasanya juga beneran brownies),” kelakar Ibu Rupik, salah satu Jamiyah. Atika, salah satu anggota kelompok 93 menimpali kelakar tersebut dengan menjelaskan proses pembuatan brownies dari singkong.

“Pertama, singkong diiris tipis dan direndam selama tiga hari dengan pergantian air sehari sekali. Kedua, rendaman singkong dijemur sampai kering. Ketiga, haluskan singkong yang kering sampai jadi tepung. Nah, tepung singkong ini yang dipakai sebagai pengganti tepung terigu untuk membuat brownies,” papar Atika.

Hal ini semakin membangkitkan minat Ibu-ibu dalam menyimak perubahan singkong wujud menjadi brownies.

Sebelum sesi “pamer brownies” di tutup, Koordinator Kelompok 93, Jauhari mengajak ibu-ibu bernostalgia.

“Kalau kemarin ada yang melihat kami ambil singkong di kebun dan jemur singkong, nah singkong itu yang saat ini jadi brownies. Jadi, ibu-ibu juga bisa bikin di rumah apalagi di dusun ini banyak singkong,” ujar Jauhari.

Jauhari juga memaparkan bahwa harga tepung singkong bisa sampai tigapuluh ribu satu kilonya, beda jauh sama harga singkong mentah. Nida_[i]

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Parade Budaya Turut Meriahkan PBAK UIN Walisongo

    • calendar_month Sen, 21 Agu 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 376
    • 0Komentar

    lpminvest.com–  Pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Walisongo  2017 turut dimeriahkan oleh penampilan Parade Budaya. Pementasan budaya bertempat di lapangan utama pelaksanaan upacara pembukaan, lapangan sepakbola Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Pertunjukkan parade budaya ini menampilkan berbagai kesenian meliputi; tari Gambang Semarang oleh kelompok tari mahasiswa Jurusan Pendidikan Anak Usia Dini (PIAUD); Pemeragaan […]

  • Ini Daftar Fakultas Pemenang Lomba Orasi Aksi Orsenik 2018

    • calendar_month Jum, 21 Sep 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 360
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Orasi aksi merupakan salah satu cabang perlombaan yang dipertandingkan di hari pertama Orientasi Olahraga, Seni, Ilmiah dan Keterampilan (Orsenik) 2018. Orasi aksi diselenggarakan di depan perpustakaan pusat Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Jumat, (21/9/2018). Pilihan tema yang diangkat pada orasi aksi yaitu lingkungan, korupsi, dan pendidikan. Adapun jumlah masa yang disepakati untuk menyampaikan satu […]

  • Expo UKM-UKK Warnai PBAK Hari Kedua di FEBI

    • calendar_month Kam, 4 Agu 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 399
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Hari kedua Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Walisongo Semarang diwarnai expo Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tingkat fakultas. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang dilaksanakan secara daring, expo UKM kali ini digelar secara tatap muka. Expo UKM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) sendiri berlokasi di lapangan FEBI pada Kamis, (4/8/2022). Expo UKM mendapatkan […]

  • Aizzah, Mahasiswa FEBI Menjuarai Sharia Accounting Event Days 2020

    • calendar_month Sen, 4 Mei 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 381
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Aizzah Sifaur Robbyah mahasiswi UIN Walisongo Semarang Prodi Akuntansi Syari’ah berhasil meraih juara pertama di Syariah Accounting Event  Days Institut Agama Islam Negeri Madura yang bertajuk Kenali Dirimu, Hancurkan Batasmu, Tunjukkan Kemampuanmu Untuk Menghadapi Disrupsi Masa Depan. Event diikuti kurang lebih 20 Universitas di Indonesia termasuk di dalamnya UIN Walisongo Semarang sendiri. Minggu (03/05/2020) […]

  • Gus Muwafiq; Sikapi Perbedaan dengan Ilmu Pengetahuan

    • calendar_month Ming, 15 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 400
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Forum Persaudaraan Antar Etnis Nusantara (PERANTARA), mengadakan kegiatan Dialog Kebangsaan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu, (14-15/9/2019), di Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah. Acara ini diawali dengan suguhan penampilan tari Sigeh Pengunten oleh mahasiswa perantau asal Lampung untuk menyambut tamu undangan, salah satunya Gubernur Jawa Tengah. Agan Maraka menyatakan tujuan acara ini ialah menjadikan […]

  • Bekal Bisnis Usai Bertandang di Yogyakarta

    • calendar_month Ming, 28 Jul 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 366
    • 0Komentar

    Sabtu, (27/7/2019) di dinginnya pagi kebun buah Mangunan Yogyakarta, aku beserta rombonganku dari Semarang sangat antusias bersiap menerima materi kewirausahaan. Dalam ruangan berukuran tujuh kali lima belas meter, aku dan semua peserta Santripreneur Camp 2019 yang berseragam serba putih meluapkan rasa ingin tahu bak lele yang sedang berebut makanan. Meski terkadang harus berebut tempat ternyaman […]

expand_less
Exit mobile version