Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » SASTRA » CERPEN » Cahaya di Tengah Mendung, Part 1

Cahaya di Tengah Mendung, Part 1

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sab, 25 Feb 2023
  • visibility 947
  • comment 0 komentar

Oleh: Alfina Winda
(Redaksi)

Hari yang buruk.

Mobil mogok, hujan lebat dan kehilangan pekerjaan. Semua hal yang aku benci datang secara berturut-turut mengakibatkan tubuh yang lelah luar biasa. Hati, pikiran, dan tubuh. Saking lelahnya, aku hanya bisa terdiam memperhatikan langit dari balik jendela bus tanpa ekspresi. Semuanya terasa begitu datar, bahkan hasrat untuk menangis tak ada.

Selain menggenggam tiket yang baru diberikan ketika naik, aku meremas kuat surat bersampul coklat digenggamanku sampai tak terbentuk. Dadaku terasa begitu nyeri, namun tak ada suara apapun yang terdengar kecuali helaan napas.

“Yang berhenti di halte depan harap bersiap ya, tolong kasih jalan.”

Seruan semangat kondektur bus membuyarkan atensiku dari memperhatikan jendela. Menyadari halte tempat pemberhentianku tak lagi jauh, aku bersiap keluar bus bersama orang-orang. Beruntung meskipun sedang hujan, bus tidak begitu ramai sehingga tak perlu berdesakan untuk mengantri.

Sama seperti dugaan, hujan lebat masih mengguyur ibukota bahkan setelah dua jam berlalu. Jalanan basah total dengan genangan air di mana-mana. Halte pemberhentian dan trotoar terasa begitu sepi tanpa orang-orang. Aku mengedarkan pandangan ke sekitar berharap menemukan payung atau seseorang yang aku kenal agar bisa dimintai tolong. Sayangnya mereka semua berlagak tidak peduli sekitar.

Sambil menghela napas keras, aku mendongak pada rintik hujan yang sama sekali tak berkurang kecepatannya. Akan lama jika menunggu reda, dan sepertinya menerobos hujan bukanlah ide buruk di tengah kepalaku yang ingin pecah. Lagipula sudah lama aku tak merasakan langsung sensasi hujan-hujanan. Mungkin sudah 15 tahun yang lalu ketika masih SD.

***

(Cahaya di Tengah Mendung)

Kawasan apartemen yang aku tinggali sebenarnya termasuk kawasan apartemen elit ibukota. Memiliki kolam renang untuk umum, taman yang luas, dan fasilitas supermarket. Buatku, lingkungan tersebut sudah menjadi tempat ternyaman walau nyatanya aku hampir tak pernah menghabiskan waktu di luar kecuali bersepeda di jalan setapak sekitar apartemen. Dan karena hujan lebat hari ini, tak ada satu pun yang berkunjung ke sana.

“Maaf Jenan, kami nggak bisa mempertahankan kamu lagi. Meskipun kamu karyawan terbaik yang kami miliki, kami butuh karyawan yang konsisten, dan ada yang lebih baik dari kamu.”

Sekelebat suara atasan yang memecatku siang ini kembali menggema di telingaku. Aku tertawa miris sambil melonggarkan dasi dan mengacak rambut sebelum melempar tas kerja menjauh. Sekarang kepalaku menengadah ke arah langit sambil tersenyum. Anggap saja ini seperti terapi, karena rasa sakit dijatuhi hujan tak sebanding dengan rasa nyeri yang aku rasakan sekarang.

Jadilah aku menghabiskan sore dengan berjalan-jalan menikmati hujan di halaman. Hanya berjalan ke sana kemari, duduk di atas rumput, dan menghitung bunga yang tumbuh di sekitar taman sampai tiga orang anak mendekat ke arahku.

“Om, mau ikut main nggak?” tanya salah satu dari mereka yang mengenakan kaus hitam polos. Aku terdiam sejenak mendengar panggilannya barusan. Apakah aku terlihat setua itu hingga dipanggil Om?

Berlagak melupakan, sekarang aku memperhatikan mereka. Sepertinya anak-anak itu juga sudah lama main hujan-hujanan karena pakaian mereka basah total disertai kulit mereka yang sedikit keriput membiru.

“Hm? Main apa?” jawabku sambil memperhatikan satu persatu. Satu anak laki-laki yang memakai kaus bergambar Spiderman, yang satu berkaus hitam polos, dan anak perempuan yang memakai shower cap bergambar kartun beruang kuning. Mereka pasti bertanya-tanya kenapa orang dewasa sepertiku duduk di tengah hujan masih dengan mengenakan setelan formal meskipun tak lagi rapi.

“Kita mau main bola tapi kekurangan orang. Om ikut yuk, nanti satu tim sama aku,” jawab si anak perempuan.

“Hm…boleh.” Aku tersenyum. Lantas bangkit dari duduk dan menyadari selisih tinggi yang sangat jauh. Kalau seperti ini, aku seperti seorang ayah yang menemani anak-anak bermain.

Meskipun merasa sedikit canggung, aku tetap mengikuti langkah ketiga anak kecil itu menuju halaman berumput yang lebih luas. Ada sebuah bola sepak yang tergeletak sembarangan di sana, juga gawang yang dibuat dari ranting pohon yang ditusukkan ke tanah.

Aku terkekeh dalam hati, anak kecil emang suka ngada-ngada

Selanjutnya aku menikmati waktu. Menikmati permintaan mereka sebagai anggota tambahan dan bermain tanpa keseriusan. Canda tawa yang menggelegar seolah meluapkan semua beban dan nyeri yang sempat aku pendam. Emosiku seolah menyatu dengan anak-anak itu. Berlari lincah tanpa takut terpeleset, menyanggupi apa yang mereka inginkan, dan tertawa tanpa beban ketika aku membuat kesalahan. Sebuah kegiatan yang sederhana, namun berhasil membuatku merasa bahagia walau sesaat.

Bersambung…

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Putri Sinditya Ramadhanti, dari Penikmat Jajanan ke Pemilik Keropang

    • calendar_month Sel, 17 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 816
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Selasa (10/9/2019) lalu, Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) memberikan suntikan modal usaha kepada tujuh mahasiswa UIN Walisongo, masing-masing sebesar Rp15 juta. Dana tersebut diberikan pada acara Penumbuhan Minat Kewirausahaan di Kalangan Pemuda yang bertempat di Auditorium 2 Kampus III UIN Walisongo. Dari ketujuh mahasiswa tersebut salah satunya adalah Putri Sinditya […]

  • Webinar Orientasi Lulusan; Ubah Pandangan Prospek Kerja Sarjana Ekonomi Islam

    • calendar_month Sab, 24 Okt 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 901
    • 0Komentar

    lpminvest.com- HMJ Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Waisongo Semarang usai menyelenggarakan Webinar Orientasi Lulusan bertajuk “Peluang dan Tantangan: Peran Sarjana Ekonomi Syariah dalam Kontribusi Pengelolaan Ekonomi Negara”, (Sabtu, 24/10/2020). Webinar dihadiri oleh tiga pembicara handal, yaitu Muhammad Zilal Hamzah selaku Dewan Penasehat DPP Ikatan ahli Ekonomi Islam Indonesia, Wahyu Jatmiako selaku […]

  • Drumband RA Al-Hidayah Tampil dalam Wisuda UIN Walisongo

    • calendar_month Rab, 24 Mei 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 848
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang melaksanakan wisuda ke-88 di gedung Prof. TGK. Ismail Yaqub pada Selasa, (23/05/2023). Meluluskan sejumlah 762 wisudawan. Berbeda dengan periode sebelumnya, wisuda kali ini dimeriahkan oleh grup drumband dari anak-anak Raudhatul Athfal (RA) Al-Hidayah UIN Walisongo. Drumband ini sudah ada dari dulu dan sempat memenangkan juara satu dan juara […]

  • Pro-Kontra Kebijakan KKL FEBI 2023

    • calendar_month Sen, 27 Mar 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 1.081
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Kuliah Kerja Lapangan (KKL) merupakan salah satu kegiatan akademik yang tertuang dalam Surat Keputusan Rektor No. 137 Tahun 2020 Pasal 4 (1). KKL menjadi salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu oleh para mahasiswa. Hal tersebut dikarenakan melalui kegiatan KKL, mahasiswa dapat terjun langsung mendapat pengalaman lapangan terkait bidang keilmuannya (jurusan) yang tidak ditemukan di […]

  • Menjadi Penulis Membutuhkan Tekad

    • calendar_month Rab, 9 Nov 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 645
    • 0Komentar

    lpminvest.com– 25 Mahasiswa UIN Walisongo mengikuti Training Indonesia Menulis Angkatan ke 80 di Hotel Aziza, Solo. Rabu, (09/11/2016). Training menulis ini diadakan oleh UIN Walisongo, bekerjasama dengan Indonesia Menulis (IM). Acara ini dibuka oleh Maria Harjani, Manajer Training Indonesia Menulis, pada pukul 08.00 Wib di Mina Ballroom. Selepas pembukaan selesai, Budi Sutedjo Dharma Oetomo, berbagi […]

  • Forum Mahasiswa Akuntansi Syariah Indonesia, Resmi Dilantik

    • calendar_month Kam, 12 Mar 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 836
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Forum Mahasiswa Akuntansi Syariah Indonesia (FORMAKSI), periode 2020 – 2021 resmi dilantik oleh Saifullah  selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Pelantikan tersebut berlangsung di Auditorium II Kampus III UIN Walisongo Semarang. Dihadiri oleh Mahasiswa UIN Walisongo Semarang dan delegasi dari 14 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) seluruh Indonesia. Kamis (12/3/2020). Saifullah, […]

expand_less
Exit mobile version