Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Moderasi di Kalangan Akademisi Dinilai Lamban

Moderasi di Kalangan Akademisi Dinilai Lamban

  • account_circle admin1
  • calendar_month Rab, 1 Mar 2017
  • visibility 746
  • comment 0 komentar
Foto bersama Guru Besar dan kalangan akademisi pasca diskusi "Rahim Bangsa" di Auditorium 1 Lantai II UIN Walisongo Semarang. Selasa, (28/02/2017)

Foto bersama Guru Besar dan kalangan akademisi pasca diskusi “Rahim Bangsa” di Auditorium 1 Lantai II UIN Walisongo Semarang. Selasa, (28/02/2017)

“Kalangan akademisi dianggap terlalu lama berdiam diri untuk tidak ikut campur dalam urusan ini, sehingga saat ini kita dituntut untuk menyuarakan moderasi khususnya Islam yang moderat, Islam yang rahmatan lil ‘alamin.” (Prof. Muhibbin).

lpminvest.com– Dalam rangka meneguhkan Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo sebagai kampus yang moderat, segenap Guru Besar dan jajaran akademisi UIN Walisongo menyelenggarakan diskusi yang mengusung tema “Peneguhan Bumi Walisongo sebagai Benteng Moderasi”. Selasa, (28/02/2017).

Acara yang diselenggarakan di Auditorium 1 lantai II UIN Walisongo Semarang ini berawal dari kegelisahan  menguatnya kelompok yang saling bertentangan ideologi. Sebagaimana yang disampaikan oleh Nur Hasyim selaku dosen muda UIN Walisongo sekaligus ketua panitia diskusi.

“Ide ini berawal dari munculnya ujaran kebencian yang disampaikan di mimbar umum seperti Mimbar Jumat atau ceramah sehingga berpotensi memecah belah Islam.” Tutur Prof Muhibbin, selaku Rektor UIN Walisongo.

Dalam forum ini, Prof. Muhibbin juga menyampaikan bahwa sesungguhnya kalangan akademisi sudah seharusnya menunjukkan sikap moderat tidak hanya dalam hal wacana tetapi juga tindakan nyata.

“Kalangan akademisi dianggap terlalu lama berdiam diri untuk tidak ikut campur dalam urusan ini, sehingga saat ini kita dituntut untuk menyuarakan moderasi khususnya Islam yang moderat, Islam yang rahmatan lil ‘alamin.” tambah Muhibbin dalam pidatonya saat menjadi Pemantik diskusi.

Tidak hanya dari Rektor, salah satu Guru Besar UIN Walisongo Prof. M. Erfan Soebahar, menyatakan bahwa gagasan moderasi sesungguhnya telah muncul pada tahun 1980-an, namun baru direalisasikan saat kepemimpinan Prof. Muhibbin.

“Indonesia adalah negara Putri Duyung yang memiliki 14 ribu pulau. Andai saja Indonesia dimaknai sebagai Bumi Pertiwi yang sesungguhnya, maka akan menjadi negara yang tegas dan besar.” tandas Erfan.

Menindaklanjuti diskusi sarasehan yang mengusung moderasi di kalangan akademisi ini, UIN Walisongo akan menyelanggarakan diskusi lanjutan yang akan dilaksanakan di Wisma Perdamaian dengan mengundang seluruh Rektor Perguruan Tinggi se-Jawa Tengah pada 15 Maret 2017 mendatang. (Umi Khabibah [i]).

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Narasumber KPK RI Berhalangan Hadir Menuai Kekecewaan Maba

    • calendar_month Sab, 26 Agu 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 669
    • 0Komentar

    lpminvest.com-  Pemberian materi Pedidikan anti korupsi pada hari ketiga proses Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tuai kekecewaan sebagian mahasiswa. (Rabu, 23/8/17). Rencana pemberian materi pendidikan anti korupsi dari KPK RI hanya disampaikan oleh satu narasumber. Padahal seharusnya disampaikan oleh dua narasumber yang mana tiap narasumber akan mengisi empat fakultas. Berdasarkan keterangan, pengisian materi oleh KPK […]

  • Surgawi di Tanganmu

    • calendar_month Jum, 8 Mar 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 819
    • 0Komentar

    Senyum itu, Melengkapi mahkota kecantikan Balut hijab kian berpadu dengan akhlak Mampu membawamu di titik kemuliaan Bukan soal kepalsuan, Bukan soal hinaan, Tapi tentang tanya Bagaimana kau mampu mengalahkan bidadari surga? Pemahat sajakpun tak sanggup Mengurai bait lebih banyak tentangmu Kau terlalu mahir Menjadi pengelola samudra kasih Kau tak pernah lupa membawa serta kerinduan Untuk […]

  • Indonesia Development Forum 2022: 4 Strategi Pertumbuhan di Masa Depan

    • calendar_month Jum, 30 Des 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 929
    • 0Komentar

    Indonesia Development Forum (IDF) merupakan forum berskala Internasional ang dihadiri para petinggi luar Negeri dan turut mengundang pemerintah Indonesia dimana pembahasan utamanya adalah tentang pembangunan. Pada tahun 2022, forum IDF diadakan di Bali, Indonesia pada tanggal 21-22 November yang lalu dengan usungan tema The 2045 Development Agenda: New Industrialization Paradigma for Indonesia’s Economic Transformation”. Pembahasan […]

  • Pengumuman Seleksi LPM Invest 2019

    • calendar_month Ming, 29 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 665
    • 0Komentar

    Salam Pers. Berdasarkan tes seleksi yang telah dilakukan sebelumnya dan pertimbangan hasil tes seleksi oleh LPM Invest, berikut kami sampaikan nama-nama yang lolos seleksi kru magang LPM Invest 2019: Agie Darmawan Ryanji Harimansyah Pedi Pratama Dimas Aji Mahendra Khomsin Nuril Hakim Hidayatul Ulum Alvi Shafira Khoiri Nuriya Alya Rahma Falasifah Annisa Shorea Pinanga Aprilia Nur […]

  • UIN Walisongo Kembangkan Skill Mahasiswa Lewat Pelatihan Gratis

    • calendar_month Ming, 28 Okt 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 774
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Dalam rangka mengembangkan skill mahasiswa, Project Implementation Unit (PIU) UIN Walisongo Semarang bekerja sama dengan Islamic Development Bank (IsDB) menggelar Training Desain Grafis di Hotel Aston Inn Pandanaran Semarang. Kegiatan ini merupakan bagian dari proyek bertajuk “The Support to Quality Improvement of Islamic Higher Education Project” (IND-0164-LOAN REGISTER 10863301). Digelar secara gratis, acara yang […]

  • Lebaran di Era Digital: Ketika Silaturahmi Tak Lagi Terhalang Jarak

    • calendar_month Ming, 30 Mar 2025
    • account_circle admin1
    • visibility 824
    • 0Komentar

    Setiap tahun, umat Muslim di seluruh dunia menyambut Lebaran dengan penuh suka cita. Momen kemenangan setelah sebulan berpuasa ini selalu identik dengan tradisi saling memaafkan dan berkumpul bersama keluarga. Namun di zaman sekarang, cara kita bersilaturahmi mengalami perubahan menarik berkat hadirnya teknologi digital. Dulu, merayakan Lebaran berarti harus pulang kampung, bersalaman langsung, dan mengunjungi rumah […]

expand_less
Exit mobile version