Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Moderasi di Kalangan Akademisi Dinilai Lamban

Moderasi di Kalangan Akademisi Dinilai Lamban

  • account_circle admin1
  • calendar_month Rab, 1 Mar 2017
  • visibility 664
  • comment 0 komentar
Foto bersama Guru Besar dan kalangan akademisi pasca diskusi "Rahim Bangsa" di Auditorium 1 Lantai II UIN Walisongo Semarang. Selasa, (28/02/2017)

Foto bersama Guru Besar dan kalangan akademisi pasca diskusi “Rahim Bangsa” di Auditorium 1 Lantai II UIN Walisongo Semarang. Selasa, (28/02/2017)

“Kalangan akademisi dianggap terlalu lama berdiam diri untuk tidak ikut campur dalam urusan ini, sehingga saat ini kita dituntut untuk menyuarakan moderasi khususnya Islam yang moderat, Islam yang rahmatan lil ‘alamin.” (Prof. Muhibbin).

lpminvest.com– Dalam rangka meneguhkan Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo sebagai kampus yang moderat, segenap Guru Besar dan jajaran akademisi UIN Walisongo menyelenggarakan diskusi yang mengusung tema “Peneguhan Bumi Walisongo sebagai Benteng Moderasi”. Selasa, (28/02/2017).

Acara yang diselenggarakan di Auditorium 1 lantai II UIN Walisongo Semarang ini berawal dari kegelisahan  menguatnya kelompok yang saling bertentangan ideologi. Sebagaimana yang disampaikan oleh Nur Hasyim selaku dosen muda UIN Walisongo sekaligus ketua panitia diskusi.

“Ide ini berawal dari munculnya ujaran kebencian yang disampaikan di mimbar umum seperti Mimbar Jumat atau ceramah sehingga berpotensi memecah belah Islam.” Tutur Prof Muhibbin, selaku Rektor UIN Walisongo.

Dalam forum ini, Prof. Muhibbin juga menyampaikan bahwa sesungguhnya kalangan akademisi sudah seharusnya menunjukkan sikap moderat tidak hanya dalam hal wacana tetapi juga tindakan nyata.

“Kalangan akademisi dianggap terlalu lama berdiam diri untuk tidak ikut campur dalam urusan ini, sehingga saat ini kita dituntut untuk menyuarakan moderasi khususnya Islam yang moderat, Islam yang rahmatan lil ‘alamin.” tambah Muhibbin dalam pidatonya saat menjadi Pemantik diskusi.

Tidak hanya dari Rektor, salah satu Guru Besar UIN Walisongo Prof. M. Erfan Soebahar, menyatakan bahwa gagasan moderasi sesungguhnya telah muncul pada tahun 1980-an, namun baru direalisasikan saat kepemimpinan Prof. Muhibbin.

“Indonesia adalah negara Putri Duyung yang memiliki 14 ribu pulau. Andai saja Indonesia dimaknai sebagai Bumi Pertiwi yang sesungguhnya, maka akan menjadi negara yang tegas dan besar.” tandas Erfan.

Menindaklanjuti diskusi sarasehan yang mengusung moderasi di kalangan akademisi ini, UIN Walisongo akan menyelanggarakan diskusi lanjutan yang akan dilaksanakan di Wisma Perdamaian dengan mengundang seluruh Rektor Perguruan Tinggi se-Jawa Tengah pada 15 Maret 2017 mendatang. (Umi Khabibah [i]).

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MADRE

    • calendar_month Sab, 22 Des 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 691
    • 0Komentar

    Tak ada bahan, Kalimatku habis Sedari aku menjudulkan namamu Bagaimana bisa merangkai kata Sedang engkau lebih indah Dari syair-syair para pujangga   Tak ada bahan, Tintaku kering Seiring aku mengaksarakan namamu Bagaimana mau bersajak Sedang kasihmu terlampau luas untuk kujejak   Tak ada bahan, Kertasku raib Sejak kuniatkan untuk menulismu Bagaimana mampu menulis bait Sedang […]

  • Sukses Muda, Harapan Setiap Pemuda

    • calendar_month Sab, 15 Nov 2014
    • account_circle admin1
    • visibility 669
    • 0Komentar

    IDENTITAS BUKU Judul Buku      : Kaya Sejak Mahasiswa Penulis             : Yanuar Arifin Penerbit           : Buku Biru Cetakan           : Pertama Tahun              : 2010 Kota Terbit      : Jogjakarta Tebal               : 169 Halaman Resensor          : Iswatun Ulia, semester I Mahasiswa UIN Walisongo Semarang “Kesuksesan bukanlah kunci dari kebahagiaan. Sebaliknya, kebahagiaan adalah kunci dari kesuksesan. Apabila kamu menyukai sesuatu […]

  • AKU

    • calendar_month Sen, 17 Apr 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 1.539
    • 0Komentar

    Judul buku      : Aku ; Berdasarkan Perjalanan Hidup dan Karya Penyair Chairil Anwar Penulis             : Sjuman Djaya Penerbit           : PT Metafor Intermedia Indonesia Cetakan           :  ke II, 2003 Tebal               : 155 hlm Resensator       : Sahrul Amar Saksena             Sebuah kejadian mengerikan terbayang ketika membuka isi buku Aku. Tergambar peristiwa perang dunia ke-II […]

  • Biarkan Semesta Yang Bekerja

    • calendar_month Rab, 18 Des 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 1.058
    • 0Komentar

    Oleh: Thoriqotul Hidayah Biarkan semesta yang bekerja Tanpa kau paksa, tanpa kau tanya Ada caranya sendiri, meski tak selalu jelas Menenun nasib dengan benang yang bebas Kau tak perlu tahu ke mana angin berlari Atau kapan hujan akan berhenti Cukup serahkan langkah pada waktu Dan biarkan dunia menjawab rindu Takdir, bagai bintang di malam pekat […]

  • FEBI Komitmen Tindak Lanjuti Go Green and Smart Campus

    • calendar_month Jum, 13 Des 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 546
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Program FEBI Go Green menjadi bagian dari rangkain acara peringatan Hari Ulang Tahun Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang yang keenam. Program ini  ditandatangani oleh Imam Taufiq, Rektor UIN Walisongo Semarang besera Dekan dan Wakil Dekan FEBI. Jumat, (13/12/2019) “Penandatanganan FEBI Go Green adalah bentuk komitmen untuk mendukung gerakan Go Green and Smart […]

  • Mahasiswa Tuntut Ganjar Selesaikan Konflik di Urut Sewu

    • calendar_month Sab, 19 Sep 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 553
    • 0Komentar

    Lpminvest’com- Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menuntut Gubernur Jawa Tengah untuk menyelesaikan konflik yang terjadi di Urut Sewu Kabupaten Kebumen. Kamis, (16/9). Konflik sengketa tanah (Agraria) Urut Sewu Kebumen Jawa Tengah, masih belum terselesaikan hingga saat ini. Tindakan kekerasan yang dilakukan aparat Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) terhadap petani Urut […]

expand_less
Exit mobile version