Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » PERAN SANTRI DI TENGAH PANDEMI

PERAN SANTRI DI TENGAH PANDEMI

  • account_circle admin1
  • calendar_month Kam, 22 Okt 2020
  • visibility 448
  • comment 0 komentar

Oleh Tika Yuliasari (1703036001)
Prodi Manajemen Pendidikan Islam FITK UIN Walisongo Semarang
Kelompok KKN 134

Tepat 22 Oktober 2015 Presiden Joko Widodo telah menetapkan Hari Santri Nasional (HSN) yang berlangsung di Masjid Istiqlal, Jakarta. Maksud dari Penetapan Hari Santri Nasional ini adalah untuk mengenang dan meneladani semangat jihad para santri yang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Hal ini merujuk pada sejarah resolusi jihad pada tanggal 22 Oktober 1945 di Surabaya  yang dicetuskan oleh pendiri NU KH. Hasyim Asyari, untuk mencegah kembalinya tentara kolonial Belanda yang mengatasnamakan NICA, ulama pendiri NU KH.

Hasyim Asyari menyerukan jihad yang mengatakan bahwa membela Negara Kesatuan Republik Indonesia dari penjajah hukumnya adalah fardlu ain atau wajib bagi setap individu. Kemudian seruan tersebut dapat membakar semangat para santri untuk menyerang markas Brigade 49 Mahratta Pimpinan Brigadir Jendral Aulbretin Walter Southern. Dari cerita tersebut dapat dilihat bahwa kemerdekaan Indonesia memang tidak terepas dari para santri dan ulama karena dalam perjuangan bangsa Indonesia tak hanya tentara yang berperang melawan penjajah.

 Istilah kata santri sangat familiar dengan tinggal di pesantren. Namun menurut KH Mustofa Bisri atau Gus Mus bahwa santri tidak hanya orang yang tinggal di pesantren, tetapi julukan santri juga untuk semua orang yang memiliki akhlak dan sifat yang baik juga hormat kepada gurunya. Seiiring dengan perkembangan zaman, santri masa kini dan masa dulu sangatlah berbeda. Jika santri dahulu menyerukan jihad untuk membela tanah air dari penjajah, maka santri masa kini memaknai jihad sebagai bentuk partisipasi aktif dalam pembangunan di Indonesia. Selain itu santri masa kini tidak hanya mampu membaca kitab kuning atau menghafal Alquran, tetapi santri masa kini harus mempunyai dan memperbanyak kebiasaan, pengalaman, pendidikan, dan mengikuti perkembangan teknologi kekinian.

    Dalam menghadapi pandemi COVID-19 saat ini, peran penting para santri masa kini sangatlah dibutuhkan dan harus menjadi garda terdepan bagi bangsa Indonesia. selain menjadi garda terdepan, santri diharapkan mampu menjadi teladan dan dapat memberi contoh dalam penanganan C OVID-19. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai protokol kesehatan, melindungi para kiai, menerapkan budaya-budaya kesehatan baru dilingkungan ponpes, serta membentuk Satuan Tugas Jago Santri. Termasuk sosialisasi supaya tidak menjauhi atau mengucilkan keluarga pasien yang poitif terpapar COVID-19 dan tidak menolak jenazah warga yang meninggal akibat COVID-19.

Peran santri di masa kini bersifat fleksibel yang ditugaskan sebagai profesi apa saja santri mampu memberdayakan dirinya sendiri. Santri juga harus terus belajar dan berusaha meningkatkan kapasitas diri di tengah-tengah masyarakat yang sedang dilanda pandemi. Maka dari itu, berbanggalah menjadi santri karena setiap langkah kebaikan dan keikhlasan yang kalian tempuh senantiasa mendapat barokah dari kiai, ustadz, guru, dan almamater.

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kesenjangan Memicu Radikalisme; Lembaga Filantropi Islam Dapat Berperan

    • calendar_month Jum, 12 Nov 2021
    • account_circle admin1
    • visibility 481
    • 0Komentar

    Perdamaian dunia nampaknya masih menjadi mimpi dan cita-cita bagi seluruh masyarakat di penjuru dunia. Hal tersebut terlihat dari masih banyaknya kelompok radikal yang mengarah kepada terorisme di beberapa negara Timur Tengah, Eropa, bahkan Indonesia. Mereka menentang pemerintahan legal dengan mengatasnamakan keadilan dan jihad. Selain itu, mereka juga memiliki motif untuk kesejahteraan baik secara lahiriah maupun […]

  • Reanes Putra: Manfaatkan Masalah Jadi Peluang Bisnis

    • calendar_month Sen, 8 Apr 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 379
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Dalam rangka meramaikan Dies Natalis UIN Walisongo ke 49, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam menyelenggarakan Seminar dan Workshop Entrepreneurship Mahasiswa bertemakan “Dinamika Bisnis Islam dalam Era Revolusi Industri 4.0”. Pada kesempatan tersebut, Suprapto Suwaji, General Manager Ritra Logistik menerangkan mengenai logistik halal. Ia menjelaskan bahwa cara mengelola logistik halal, yaitu meliputi proses packaging, transportasi, […]

  • Nah, Ini Formasi MOB Mahasiswa Baru UIN Walisongo 2016

    • calendar_month Sen, 22 Agu 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 382
    • 0Komentar

     

  • Debat Sengit Bahasa Arab; Tak Disangka FUHUM Raih Medali Emas

    • calendar_month Rab, 10 Nov 2021
    • account_circle admin1
    • visibility 498
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Rabu, (10/11/21) Orientasi Olahraga, Seni, Ilmiah, dan Keterampilan (ORSENIK) UIN Walisongo mengadakan cabang lomba (cabor) Debat Bahasa Arab. Lomba tersebut diikuti oleh mahasiswa angkatan 2020 dan 2021, diadakan lewat pertemuan virtual Zoom Meeting. Suasana lomba begitu sengit, hingga membuahkan jajaran para juara hingga Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHUM) meraih gelar juara. Azzah Luqinatul Husna […]

  • Ayah Pahlawan Tanpa Sejata

    • calendar_month Jum, 22 Mar 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 639
    • 0Komentar

    Judul : Ayah Penerbit : Republika Penerbit Penulis : Irfan Hamka Tahun terbit : 2013 Tebal : 291 Halaman ISBN : 978-602-8997-71-3 Peresensi : Nabila Rahmania Buku “Ayah” karya Buya Hamka merupakan sebuah karya sastra yang menggugah dan memukau. Dalam buku ini, Buya Hamka menggambarkan hubungan yang mendalam antara seorang ayah dan anak-anaknya melalui berbagai […]

  • Ibu

    • calendar_month Kam, 10 Apr 2025
    • account_circle admin1
    • visibility 359
    • 0Komentar

    Oleh: Reza Adnan Sofa Dimasa kau dilahirkan, Mereka kegirangan, heran, Menerang setiap jimpit ruang yang kita jejaki, Dengan melihat lalu menghargai, Orang-orang seakan berlari terburu-buru ke arah yang sama, Arah yang ternyata tidak ada yang tahu itu di mana, Yang pada akhirnya tersimpulkan, Saling menginjak, dan tidak menghiraukan, Ibu pernah bilang nadinya sekuat baja, Sayang […]

expand_less
Exit mobile version