Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Pondok Damai, Tumbuhkan Toleransi Pemuda Antar Agama

Pondok Damai, Tumbuhkan Toleransi Pemuda Antar Agama

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sen, 1 Mei 2017
  • visibility 833
  • comment 0 komentar

doc. rizqi ilahiyyah

lpminvest.com-Adanya keberagaman di Indonesia, menjadikan beberapa kaum muda lintas iman berkumpul dan saling bertukar fikiran mengenai agama dan kepercayaan yang ada. “PONDOK DAMAI” lebih tepatnya nama sebuah perkumpulan yang memberikan wadah untuk kaum muda yang haus akan rasa penasaran dengan keberagaman.

Pondok damai pertama kali diadakan pada tahun 2005, bertempat di Vihara Syailendra Kopeng. Kegiatan ini diinisiasi oleh 3 orang, Tedi Kholiludin, Roni Candra Kristiyanto, dan Lukas Awi Tristanto. Namun, perjalanan podok damai yang notabennya sudah berlangsung selama 10 kali tidak semulus yang dibayangkan. Pada tahun 2013, terjadi misscommunication antar anggota yang mengakibatkan vakumnya kegiatan tersebut.

“Pondok damai ini sendiri bisa diselenggarakan 1 tahun sekali atau bahkan setahun 2 kali, hal tersebut kembali lagi kepada volunteer kepanitiaan,” ucap Yohanes Okta Gimanto. Sabtu, (22/2/017)

Pada tahun 2017, kegiatan pondok damai kesepuluh diselenggarakan pada tanggal 21-23 April yang bertempat di Vihara Budhagaya Watu Gong, Semarang. Penyewaan tempat acara pondok damai kesepuluh didapatkan dari link yang dimiliki panitia, serta tidak dikenakan biaya dalam penyewaan tempat.

Kegiatan ini diikuti oleh 31 peserta yang mewakili dari beberapa agama yaitu Islam, Kristen, Katolik, Budha, dan Hindhu.

“Pada tahun ini, sebenarnya kita ingin mengadakan acara pondok damai X di gereja Katolik, karena kita belum pernah menyelenggarakan disana. Akan tetapi karena tidak ada link  yang menghubungkan kita kesana, akhirnya kita tidak jadi mengadakan acara tersebut di gereja Katolik,” imbuh Manto kepada kru lpm invest.

Jalannya pondok damai memberikan kesan khusus bagi pesertanya sebagaimana yang dituturkan oleh Vania salah satu peserta daru Universitas Katolik (Unika) Semarang.

“Dimulai dari dukanya yang ada dari beberapa agama tidak dapat hadir dalam acara. Kalau suka sih banyak, bisa ketemu temen-temen lama, sama kenalan dengan teman-teman baru, menghabiskan waktu bersama. pesertanyapun aktif dan inisiatif apalagi ketika game atau ice breaking,” jelas Vania.

Hal serupa juga diungkapkan Eka (20) peserta beragama Budha mahasiswa dari STIAB Smaratungga dalam wawancaranya pasca kegiatan Pondok Damai.

“Pondok damai merupakan acara terabsurd yang pernah aku ikuti, dimana semua orang menjadi narasumber oleh orang-orang yang haus akan rasa penasaran, tempat yang tanpa ditekankan pada ketoleransian tapi secara naluri mereka paham akan perlunya toleransi itu sendiri. Tempat dimana berkumpulnya manusia yang legowo dan tidak marah bahkan dengan guyonan yang dianggap sangat sensitive, acara yang banyak debatnya tapi tidak ngoyo. Kita semua damai dalam pondok ini”

 Via/kiki [i]

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ayah Pahlawan Tanpa Sejata

    • calendar_month Jum, 22 Mar 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 1.152
    • 0Komentar

    Judul : Ayah Penerbit : Republika Penerbit Penulis : Irfan Hamka Tahun terbit : 2013 Tebal : 291 Halaman ISBN : 978-602-8997-71-3 Peresensi : Nabila Rahmania Buku “Ayah” karya Buya Hamka merupakan sebuah karya sastra yang menggugah dan memukau. Dalam buku ini, Buya Hamka menggambarkan hubungan yang mendalam antara seorang ayah dan anak-anaknya melalui berbagai […]

  • Suara Dalam Diam

    • calendar_month Jum, 7 Feb 2025
    • account_circle admin1
    • visibility 790
    • 0Komentar

    Oleh : Khoirunnisa Nasution Di sudut kota yang bising dan tua, Teriak lidah-lidah tak bersuara. Opini bak angin berlari, Tapi siapa peduli? Siapa mendengar? Dalam baris-baris sunyi yang tertulis, Jiwa-jiwa berbicara, tapi tak tertangkap. Dari hati-hati yang sempat retak, Tumbuh harapan walau nampak rapuh. Wahai zaman, berhentilah sejenak, Dengar suara kecil yang berteriak. Opini bukan […]

  • Masih Kurang Meratanya Perbankan Syariah

    • calendar_month Jum, 29 Des 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 700
    • 0Komentar

    Perbankan syariah/perbankan Islam suatu sistem perbankan yang pelaksanaannya berdasarkan tuntunan syariah Islam. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa selain perbankan banyak sekali sektor ekonomi dan sektor lainnya yang mungkin akan di targetkan oleh pejabat Indonesia terkait kinerja semua sektor yang berlahan-lahan akan mulai di giring ke jalur syariah. Seperti yang sudah kita lihat sekarang sedang […]

  • Mas Ojek Online Dapat Orderan Jadi Wisudawan Terbaik FEBI

    • calendar_month Kam, 6 Agu 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 827
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Sesuai Keputusan Rektor UIN Walisongo Semarang Nomor 211 tahun 2020, ada 292 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) yang resmi dicopot gelar mahasiswanya di acara Pelepasan Wisudawan Virtual. Meskipun berlangsung di live streaming Face Tracking Animation di youtube UIN Walisongo Semarang, akan tetapi antusias wisudawan dan mahasiswa tetap tinggi. Hal ini terbukti dalam […]

  • Jakie są najnowsze aktualizacje oprogramowania w Bearo Casino?

    • calendar_month Rab, 11 Jun 2025
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 363
    • 0Komentar

    Key facts: Min deposit 10 PLN | Wagering 37x | Avg RTP 96.3% | Payouts 23-47h | 1,840 games Witajcie w Bearo Casino! Cieszymy się, że jesteście z nami, i chcemy pomóc Wam w zrozumieniu najnowszych aktualizacji oprogramowania. W tym artykule przedstawimy Wam, jak łatwo zarejestrować się, jak skorzystać z dostępnych bonusów oraz jakie metody […]

  • Memaknai 72 Tahun Kemerdekaan

    • calendar_month Rab, 16 Agu 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 979
    • 0Komentar

    Indonesia dengan segala kekayaan sumber daya alam yang melimpah bak surga dunia, begitu menggoda negara Eropa, seperti Portugis, Belanda, Inggris, bahkan yang sedaratan Asia dengan Indonesia, Jepang. Sejenak menilik sejarah, Portugis pertama kali menginjakkan kaki ke Indonesia di bawah pimpinan D’Abreu pada 1512 tepatnya di Ternate. Awal tujuan ke Indonesia hanya untuk mendapatkan rempah-rempah. Portugis […]

expand_less
Exit mobile version