Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RESENSI » AKU

AKU

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sen, 17 Apr 2017
  • visibility 858
  • comment 0 komentar
Sumber: https://www.google.com/search?q=buku+aku+karya+Sjuman+Djaya&client

Sumber: https://www.google.com/search?q=buku+aku+karya+Sjuman+Djaya&client

Judul buku      : Aku ; Berdasarkan Perjalanan Hidup dan Karya Penyair Chairil Anwar

Penulis             : Sjuman Djaya

Penerbit           : PT Metafor Intermedia Indonesia

Cetakan           :  ke II, 2003

Tebal               : 155 hlm

Resensator       : Sahrul Amar Saksena

            Sebuah kejadian mengerikan terbayang ketika membuka isi buku Aku. Tergambar peristiwa perang dunia ke-II saat Bom atom meledak di kota Hiroshima. Gedung-gedung runtuh, aspal menyala, dan ribuan anak manusia hangus terbakar. Sementara, di lain tempat, di suatu kota, Jakarta, kuda paling binal, berbulu putih, berlari dan meringkik, sekaligus seolah dia bicara ;

Kalau sampai waktuku

Kumau tak seorang kan merayu

Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang

Dari kumpulannya terbuang’.

            Berangkat dari kejadian perang, ringkikan seekor kuda, dan beberapa larik puisi, menjadi pembuka paling tepat saat Sjuman Djaya mulai menulis skenario tentang Hidup Chairil. Suatu kejadian yang persis mengkiaskan diri seorang penyair yang tidak pernah dihargai para kritikus sastra. Seorang seniman yang liar, dan dicap sebagai perusak nilai sastra karena dianggap tidak ada serangkain rima atau hiasan kata-kata dalam puisinya. Meski kemudian, pada masanya ia terkenal sebagai ’Pelopor Puisi Bebas angkatan 45’, dialah Chairil Anwar.

            Chairil, hidup dan memulai karirnya pada masa penjajahan Jepang di Indonesia. Sebuah masa yang bengis, sadis, juga penuh gejolak perlawanan oleh bangsa Indonesia. Dalam perjalanannya, Chairil sempat beberapa kali tergabung dalam kesatuan tentara republik ketika melawan tentara Jepang. Ya, meski hanya sekedar membuat poster dan slogan, ataupun sekedar melempar granat lalu sembunyi lantas lari. Tapi ada suatu peristiwa yang lebih menegangkan dari itu semua. Ialah ketika Chairil babak belur dihajar Letnan Shimitsu di kantor Kenpe Tai, karena ketahuan mencuri sprei opsir Jepang itu.

            Gaya alur maju digunakan Sjuman dalam menulis skenario perjalanan hidup seorang Binatang ini. Mengantarkan pembacanya pada peristiwa-peristiwa penting semasa Chairil remaja sampai ia menjadi penyair kondang. Entah ketika ia masih di Medan, suatu waktu ketika ia mulai terkenal, atau ketika ia mengejar cintanya.  Sehingga dapat kita pahami bahwa Chairil merupakan sosok yang liar, tangguh, keras kepala, juga romantis. Sjuman mampu memasuki watak Chairil. Sehingga dalam penulisannya ia mampu menggambarkan perasaan Chairil secara tepat ketika ia mengalami suatu hal. Entah dari reaksinya ketika bertemu orang-orang, dari puisinya, atau dari kondisi sekitar keseharian Chairil. Mengingat buku ini dibuat untuk skenario film, maka apa yang terjadi didalamnya harus tergambar secara jelas, lugas, dan mudah dipahami oleh setiap pembaca. Untuk mewujudkan itu semua, maka Sjuman menceritakannya dengan bahasa sederhana, dekat dengan bahasa keseharian masa itu, singkat, tapi indah dan tepat sesuai Ejaan yang Disempurnakan (EYD). Sehingga pembaca pemulapun tidak terlalu berat untuk memahami isi keseluruhan ceritanya.

            ‘Sebuah Film yang bagus lahir dari skenario yang bagus’. Barangkali kalimat itu yang memperkrasai Sjuman ketika membuat skenario perjalanan hidup Chairil Anwar ini, sehingga dibuat penuh hati-hati. Kalau dari segi alur dan gaya penulisannya sudah memenuhi syarat ‘baik’ seperti tertulis di atas. Maka lain dengan penulisan puisi-puisi karya Chairil. Tidak disertakannya judul dan ketidaklengkapan Sjuman menulis isi keseluruhan sajak-sajak Chairil, menjadikan pembaca greget atau bahkan kecewa ketika membacanya. Apalagi pecinta atau pengagum puisi Chairil sangat banyak di tanah air ini. Sehingga pembaca merasa kurang referensi ketika mencari puisi-puisi Chairil.

Chairil mampu mengobarkan api semangat perjuangan dan menumbuhkan kesadaran kemanusiaan bagi pembacanya, entah pada zamannya, ataupun masa kini. Atau bahkan mampu membuat tentara Jepang merasa terancam atas puisi-puisi Chairil. Sayangnya reaksi-reaksi ketika membaca puisi Chairil kala itu tidak diceritakan oleh Sjuman. Hanya sebagian sahabat dekatnya Chairil saja. Sehingga kekaguman masyarakat dan kegeraman tentara Jepang kala itu atas Chairil tidak tergambarkan secara penuh dan gamblang. Padahal terkenalnya atau mencuatnya nama seseorang ialah ketika ia banyak diperbincagkan ditengah-tengah masyarakat.

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengenal Prasah, Tradisi Seserahan di Desa Sidigede Jepara

    • calendar_month Sab, 3 Sep 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 914
    • 0Komentar

    Indonesia merupakan negara yang kaya, tak hanya terbatas pada sumber daya alam namun juga dikenal memiliki aneka ragam budaya, ras, suku bangsa, kepercayaan, agama, dan bahasa. Keanekaragaman ini merupakan wujud dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tapi tetap satu. Semboyan yang berasal dari bahasa Jawa Kuno tersebut menjelaskan bahwa keanekaragaman yang ada di […]

  • Simak Persiapan Paper Mob Univesitas

    • calendar_month Jum, 4 Agu 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 355
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Paper Mob Universitas dilaksanakan di Lapangan Kampus 3 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang dihari Pertama Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) pada hari Jumat (14/8/2023). Paper Mob ini mengangkat tema agraria dan kemanusiaan, peduli lingkungan untuk kemanusian. Dibalik suksesnya kegiatan paper mob ada panita yang sudah mempersiapkan segalanya dengan matang. Persiapan yang dilakukan […]

  • Imam Yahya, Menulis Adalah Bagian dari Zikir Ala Insan Akademik

    • calendar_month Kam, 21 Mei 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 326
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Pada khataman yang kelima, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo semarang mengadakan malam puncak Khatmil Qur’an FEBI bertajuk “Menjemput Magfiroh”. Acara dihadiri oleh Dekan FEBI dan para pejabat Fakultas, dosen, serta mahasiswa yang dilakukan secara daring via google meet. (21/05/2020). Dalam sambutannya Saefullah selaku Dekan FEBI menyampaikan tujuan terselanggaranya acara ini sebagai […]

  • Kartiniku

    • calendar_month Kam, 15 Mar 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Katamu, Aku adalah hadiah terindah Tuhan Yang dititipkan melalui rahimmu Sebagai penerang malam Dikala engkau dalam kesunyian   Katamu, Kau mungkin bukan ibu yang sempurna Tetapi, kau ingin menjadi ibu terbaik Untukku dan keluargamu Dan ketahuilah ibu.. Kau ibu terbaik yang pernah aku minta   Tuhan, Terimakasih telah memberiku cinta tanpa syarat dari seorang ibu […]

  • Usai, Berikut Nama Para Pemenang Olimpiade dan Call For Paper FEIS 2019

    • calendar_month Rab, 25 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 543
    • 0Komentar

      lpminvest.com – Rangkaian acara Festival Ekonomi Islam (FEIS) 2019 ditutup dengan pengumuman para pemenang lomba olimpiade dan call for paper. Pada acara puncak ini juga diisi dengan seminar nasional yang mendatangkan Ketua Baznas Jawa Tengah Ahmad Daroji, Tuan H. Ahmad Shukri Yusoff Ketua Pegawai  Eksekutf PPZ-MAIWP Malaysia serta Pakar zakat dan wakaf UIN Walisongo […]

  • LPM INVEST PRESENT, LAUNCHING MAJALAH OIKOS EDISI 14

    • calendar_month Rab, 16 Okt 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 563
    • 0Komentar

    Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Invest resmi luncurkan Majalah Oikos Edisi 14 hari ini. Majalah edisi kali ini mengangkat mengenai Investasi Syariah. Investasi merupakan sarana penting untuk membangun kekayaan dan mencapai kesejahteraan finansial. KIta hidup di negara Indonesia yang sebagian besar masyarakatnya mayoritas memeluk agama islam yag turut berkontribusi juga dalam pasar modal syariah. Namun, bagi […]

expand_less
Exit mobile version