Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Ramai Tagar Dijebak UIN WS, Bentuk Kekecewaan terhadap Kampus Kemanusiaan Walisongo

Ramai Tagar Dijebak UIN WS, Bentuk Kekecewaan terhadap Kampus Kemanusiaan Walisongo

  • account_circle admin1
  • calendar_month Rab, 20 Jul 2022
  • visibility 233
  • comment 0 komentar

(Tagar #dijebakuinws menjadi trending di media sosial twitter)

lpminvest.com – Selasa (19/7/2022) jagat Twitter dihebohkan dengan tagar dijebak UINWS. Tagar ini terus ditulis oleh mahasiswa UIN Walisongo Semarang sebagai aksi protes atas turunnya Surat Keputusan (SK) Rektor UIN Walisongo Semarang Nomor 2138/Un.10.0/R.1/KM.02.05/06/2022 tentang Penetapan Penempatan Mahasiswa yang Diterima Melalui Jalur UM-PTKIN Tahun Akademik 2022/2023 pada Ma’had Al Jami’ah UIN Walisongo Semarang.

Keputusan Rektor tersebut berisi tentang penyebaran calon mahasiswa baru yang lolos melalui jalur UM-PTKIN dengan nilai kurang pada tiga mata ujian, yaitu Bahasa Arab, Baca Tulis Alquran (BTQ), dan keislaman. Mereka diwajibkan bertempat tinggal di Ma’had Al Jami’ah UIN Walisongo selama satu tahun pertama dengan biaya Rp 6.000.000 (enam juta rupiah) pertahun.

Hal itu memicu kontroversi dikalangan calon mahasiswa baru (camaba) UIN Walisongo Semarang. Di jagat Twitter para camaba berbondong-bondong menyampaikan kekecewaannya atas keputusan tersebut yang dianggap tidak transparan dan tidak ada sosialisasi maupun pemberitahuan sebelumnya. Mereka menulis ungkapan kekecewaan melalui akun Twitter masing-masing. Tagar #dijebakUINWS masih terus dinaikkan di Twitter hingga kini dan menurut informasi, aksi tersebut akan terus dilakukan hingga universitas mencabut SK terkait.

(Tagar #dijebakuinws disertai dengan meme tentang apa yang dirasakan mahasiswa baru. Sumber: akun twitter @telkomles)

Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA-U) telah mendata sekitar 321 mahasiswa jalur UM-PTKIN yang benar-benar memiliki kendala untuk memenuhi aturan itu dan besar kemungkinan tidak melanjutkan kuliah di UIN Walisongo Semarang. Dikeluarkannya SK tersebut serta ramainya tagar di media sosial, DEMA-U telah melakukan beberapa upaya diantaranya mereka sebelumnya sempat  melakukan audiensi bersama Wakil Rekrtor 1 dan 3 agar segera rapat dengan para pimpinan untuk  mengkaji ulang keputusan rektor UIN Walisongo Nomor  2138/Un.10.0/R.1/KM.02.05/06/2022 itu. Namun, hingga sore kemarin pimpinan belum juga melakukan rapat.

Presiden Mahasiswa UIN Walisongo semarang menuturkan bahwa DEMA-U selaku penengah akan terus mendorong pimpinan agar terjadi jalan keluar yang baik.
“Dengan ramainya tagar ini kami selaku penengah antara birokrat dengan mahasiswa tidak diam saja, kami masih terus mendesak agar para pimpinan melakukan rapat secepatnya dan mengkaji ulang keputusan tesebut,“ ucap Shofiyul Amin lewat pesan WhatsApp.

Salah satu camaba prodi Perbankan Syariah mengungkapkan kekecewaannya kepada Kru Magang LPM Invest.

“Menurut saya hal tersebut kurang tepat karena dengan diwajibkannya Ma’had bagi maba 2022 akan memberatkan sebagian mahasiswa dari jalur mandiri. Karena biaya UKT juga sudah besar ditambah dengan biaya Ma’had yang besar pula karena tidak semua mahasiswa berlatar belakang ekonomi yang cukup,”  ungkap Mela. Kasyif&Lisda_[i]

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menutup Akhir Tahun 2014 Ala FEBI  

    • calendar_month Sel, 6 Jan 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 145
    • 0Komentar

    lpminvest.com-Penghujung tahun 2014, Badan Pelaksana Kegiatan Mahasiswa (BPKM) Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam (FEBI)  mengadakan acara Gebyar Akhir Tahun FEBI. Acara tersebut dilaksanakan sebagai peringatan perpindahan dari tahun 2014 ke 2015, acara ini diadakan di Audit II kampus III Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Selasa (30/12/14). Acara yang bertajuk “Pengajian Budaya Menutup Tahun 2014” […]

  • Santri Mengurangi Antrean PNS

    • calendar_month Sab, 20 Feb 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Berangkat dari falsafah Santri, bahwa pesantren lahir dari masyarakat dan untuk masyarakat, Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalharjo-Magelang, berinisiatif ikut mengurangi antrean  Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan mengajarkan santri untuk menjadi santri Entrepreneur. Ujar Yusuf Chudlori-pengasuh santri entrepreneur (Jum’at, 20/02/2016) Meski ketika santri mondok tidak diajari pelajaran tentang mandiri ekonomi, Yusuf menekankan para santri […]

  • Asal Muasal Musik dan Eksistensinya di Tengah Pandemi

    • calendar_month Sab, 27 Jun 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Aku pernah sejenak ikut berdiri di kerumunan ribuan pasang kaki hanya untuk menikmati alunan syair yang berirama. Meskipun di kampus yang berada di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag), tapi seni tetaplah mengalir tanpa batasan. Musik itu universal, mampu menyatukan berbagai golongan serta diterima oleh pasang telinga dimanapun. Sopo sing kuat nandhang kahanan, sopo sing ora […]

  • Putri Sinditya Ramadhanti, dari Penikmat Jajanan ke Pemilik Keropang

    • calendar_month Sel, 17 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 215
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Selasa (10/9/2019) lalu, Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) memberikan suntikan modal usaha kepada tujuh mahasiswa UIN Walisongo, masing-masing sebesar Rp15 juta. Dana tersebut diberikan pada acara Penumbuhan Minat Kewirausahaan di Kalangan Pemuda yang bertempat di Auditorium 2 Kampus III UIN Walisongo. Dari ketujuh mahasiswa tersebut salah satunya adalah Putri Sinditya […]

  • Modernisasi dan Transisi Budaya Gotong-Royong

    • calendar_month Ming, 18 Mar 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 358
    • 0Komentar

    Oleh: Iswatun Ulia Kehidupan manusia dalam masyarakat tidak terlepas akan adanya interaksi antar sesamanya. Perkembangan zaman yang semakin modern turut membawa perubahan pula terhadap kebudayaan Indonesia, salah satunya adalah budaya gotong royong. Gotong royong merupakan bentuk solidaritas sebagai wujud loyalitas dalam sebuah kesatuan terhadap sesama masyarakat. Pada hakikatnya bentuk solidaritas ini merupakan bentuk dari rasa […]

  • Waktu Kurang Memadahi, Donor Darah Sepi Peminat

    • calendar_month Rab, 9 Des 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 126
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Korps Suka Rela (KSR) UIN Walisongo kembali bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI), untuk menggelar Donor Darah di UIN Walisongo Semarang. Senin, (23/11/2015). Donor Darah kali ini mengusung tema “Kita Peduli dan Ada Untuk Berbagi”, acara di gelar di beberapa titik kampus. Yaitu di teras perpustakaan Universitas, gedung Pusat Kegiatan Mahasisa (PKM) Ushuludin, […]

expand_less
Exit mobile version