Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Ketua ICW; Politisi Muda adalah Pengusir Hantu

Ketua ICW; Politisi Muda adalah Pengusir Hantu

  • account_circle admin1
  • calendar_month Ming, 29 Apr 2018
  • visibility 905
  • comment 0 komentar

Donal Fariz, Ketua Indonesia Corruption Watch (ICW). (Sumber: google.co)

lpminvest.com– Donald Fariz, Ketua Indonesia Corruption Watch (ICW) memberikan apresiasi bagi para politisi muda. Pasalnya mereka telah berani masuk ke dalam rumah berhantu yang diisi hantu para politisi korup. Baginya, politisi muda yang berintegritas dan memiliki kualitas yang akan mengusir para hantu di rumah partai politik (parpol). Sabtu, (28/4/2018).
“Para politisi muda yang sholeh, berintegritas, dan berkualitaslah yang akan mengisi rumah itu agar tidak berhantu lagi. Kan repot kalau hantunya sudah ramai, ditambah politisi muda ikut masuk politik tanpa memiliki background politik, tidak memiliki pendidikan apapun, masuk politik hanya dengan dalih uang ya jadi hantu juga nanti di parpol,” ujarnya pada Diskusi Publik bertema “Peluang Politisi Muda pada Pemilu 2019” di Citradream, Jl. Imam Bonjol No. 187, Semarang.
Maraknya kasus korupsi di Indonesia menjadi sinyal buruknya demokrasi Indonesia. Tidak sedikit elit politik yang melakukan kejahatan politik seperti korupsi. Untuk itu, Donal mengatakan bahwa ICW mendukung gagasan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk tidak memperbolehkan mantan koruptor nyaleg. Karena bagaimanapun mantan narapidana koruptor telah melakukan kejahatan secara politik.
“Itu juga bagian dari hak masyarakat. Agar masyarakat tidak lagi disodorkan pada calon yang memiliki kejahatan di masa lalu. Dengan begitu akan membuka kesempatan bagi politisi muda agar tidak berkontestasi dengan orang telah memiliki rekaman kejahatan.
Dalam kesempatan menanggapi pertanyaan dari peserta diskusi, pria asal Sumatera Barat itu berpesan kepada para kaum muda yang hadir pada diskusi publik untuk tidak berpikir dalam tipologi Bandung Bondowoso membangun Candi Prambanan dalam satu malam. Karena menurutnya, bagi politisi muda yang ingin sukses dalam pemilu membutuhkan stepping.
“Ada keringat, uang, tenaga, pikiran yang dikuras, dan jaringan yang dikumpulkan. Ada banyak tahapan. Tidak berhasil sekarang berarti kawan-kawan baru menanam padi. Mudah-mudahan pada 2024 kawan-kawan mulai menanam padinya asal hamanya dibersihkan,” pungkasnya. (Amimah-[i])

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Memupuk Filantropi Menekan Krisis Ekonomi

    • calendar_month Sab, 22 Agu 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 712
    • 0Komentar

    Meminjam konsep Hilman Latief (2013) bahwa filantropi berhubungan erat dengan rasa kepedulian, solidaritas dan relasi sosial antara orang miskin dan orang kaya, antara yang “kuat‟ dan yang “lemah”, antara yang “beruntung” dan “tidak beruntung” serta antara yang “kuasa” dan “tuna-kuasa. Namun yang sering menjadi momok kesalahpahaman yakni filantropi dianggap kedermawanan untuk darah biru dan hanya […]

  • Lebaran di Era Digital: Ketika Silaturahmi Tak Lagi Terhalang Jarak

    • calendar_month Ming, 30 Mar 2025
    • account_circle admin1
    • visibility 820
    • 0Komentar

    Setiap tahun, umat Muslim di seluruh dunia menyambut Lebaran dengan penuh suka cita. Momen kemenangan setelah sebulan berpuasa ini selalu identik dengan tradisi saling memaafkan dan berkumpul bersama keluarga. Namun di zaman sekarang, cara kita bersilaturahmi mengalami perubahan menarik berkat hadirnya teknologi digital. Dulu, merayakan Lebaran berarti harus pulang kampung, bersalaman langsung, dan mengunjungi rumah […]

  • Waktu Kurang Memadahi, Donor Darah Sepi Peminat

    • calendar_month Rab, 9 Des 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 637
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Korps Suka Rela (KSR) UIN Walisongo kembali bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI), untuk menggelar Donor Darah di UIN Walisongo Semarang. Senin, (23/11/2015). Donor Darah kali ini mengusung tema “Kita Peduli dan Ada Untuk Berbagi”, acara di gelar di beberapa titik kampus. Yaitu di teras perpustakaan Universitas, gedung Pusat Kegiatan Mahasisa (PKM) Ushuludin, […]

  • Kajur D3 PBS FEBI UIN Walisongo Turut Prihatin atas ‘Depresi Rupiah’

    • calendar_month Jum, 24 Apr 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 681
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Stabilitas ekonomi makro di tanah air belakangan sempat mengalami ‘depresi finansial’. Pasalnya nilai tukar rupiah melemah hingga mencapai level 13.000 Rupiah. Hal demikian tentu akan berimbas pada aktifitas ekonomi makro di Indonesia. Harian Kompas, 30/03/2015, mewartakan bahwa nilai tukar Rupiah masih akan menghadapi sejumlah tantangan, baik dari sisi perekonomian global maupum domestik. Deputi Gubernur […]

  • AKU INDONESIA

    • calendar_month Kam, 16 Agu 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 840
    • 0Komentar

    Koruptor, Mereka memanggilku Orang kaya makan orang miskin Orang miskin makan raskin Pejabat lemah iman makan rakyat Rakyat makan hati sebab melarat Miskin, Mereka menjulukiku Rakyat kurang gizi Rumah-rumah kumuh berdomisili Gelandangan di jalanan mengais rezeki Bodoh, Mereka memandangku Warga negara sendiri menganggur Warga negara asing panen anggur Sumber daya alam tak bisa mengatur Tuan […]

  • Mengubah Persepsi, Jangan Kambing Hitamkan Pakaian Perempuan

    • calendar_month Rab, 4 Des 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 840
    • 0Komentar

    Kasus kekerasan seksual terhadap perempuan masih sering terjadi di era modern sekarang ini. Banyak anggapan yang menilai bahwa kekerasan seksual tersebut disebabkan cara berpakaian korban yang terbuka sehingga mengundang nafsu pelaku. Namun pada kenyataannya, pakaian korban saat mendapat perlakuan kekerasan seksual tidak selalu terbuka atau seksi. Kekerasan seksual sendiri merupakan semua tindakan yang menyebabkan korban […]

expand_less
Exit mobile version