Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Lokasi Tak Menentu, Wednesday Market Sepi Pengunjung

Lokasi Tak Menentu, Wednesday Market Sepi Pengunjung

  • account_circle admin1
  • calendar_month Kam, 13 Apr 2017
  • visibility 739
  • comment 0 komentar
Salah satu lapak mahasiswa di Wednesday Market terlihat penjual martabak Unyil sedang bersantai menunggu pembeli datang.

Salah satu lapak mahasiswa di Wednesday Market terlihat penjual martabak Unyil sedang bersantai menunggu pembeli datang. Doc. Amimah Ulul M.

lpminvest.com – Program Wednesday Market (WM-red) yang dicanangkan oleh Walisongo Career Center (WCC) pekan ini sepi pengunjung. Rabu, (12/4/17).

WM yang telah berjalan lima pekan ini ternyata dalam pelaksanaannya masih dirasa belum efektif. Pasalnya, lokasi penjualan yang berpindah-pindah membuat mahasiswa kebingungan ketika ingin membeli. Hal ini diungkapkan oleh salah satu penjual martabak yang sedari awal ikut andil dalam lapak di WM.

“Rencananya WCC ditempatkan di Juras, namun karena sarana dan prasarananya belum memungkinkan, maka sampai saat ini lokasi penjualannya masih berpindah-pindah, kadang di kampus 2, kadang di kampus 3. Hal ini yang menurut saya membuat jalannya WM belum efektif, mahasiswa menjadi bingung, bahkan mungkin tidak mengetahui lokasi pelaksanaan WM,” tutur Dzulfikar, mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab tersebut.

Sejak mulai dibukanya WM pada 1 Maret lalu yang telah digelar di berbagai lokasi di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, di antaranya di depan Perpustakaan Pusat, Taman Revolusi Kampus 2, persimpangan jalan Fakultas Dakwah Kampus 3, dan pagi ini di Taman Dakwah, antusias mahasiswa yang paling banyak ketika di Taman Revolusi.

“Antusias yang paling tinggi sejauh ini masih ketika di Taman Revolusi, tempatnya strategis karena tempat nongkrong mahasiswa, banyak mahasiswa yang lalu lalang,” jelas mahasiswa asal Kudus saat diwawancarai kru lpminvest.com.

Senada dengan Dzulfikar, Mufidin juga mengatakan bahwa yang paling ramai ketika di Kampus 2, “Mahasiswa di Kampus 2 lebih banyak, jadi banyak penjual yang menginginkan tempat pelaksanaan WM di tempatkan di Kampus 2 saja,” tutur pria berkaca mata itu.

Menanggapi Tempat WM yang berpindah-pindah, Dzulfikar mengharapkan ke depannya agar tempat pelaksanaan WM dapat dipermanenkan.

“Kalau di tempatkan di lokasi yang berbeda-beda antusias pembeli juga berbeda, ini berpengaruh pada pendapatan. Akan lebih efektif tempatnya dipermanenkan di satu titik saja sehingga mahasiswa yang ingin membeli pun tidak bingung,” lanjut mahasiswa semester delapan tersebut.

Berbeda dengan Dzulfikar, Mufidin justru setuju dengan pelaksanaan WM yang berpindah-pindah-pindah.

“Barang dagangan saya itu aksesoris hp dan komputer, yang mana tidak setiap saat konsumen membutuhkannya, dengan berpindah-pindah saya gak masalah. Berbeda dengan yang jualannya makanan, ketika di situ banyak pembeli, pengennya di situ terus,” tambahnya.

Dari masalah tersebut, salah satu mahasiswi yang kerap berkunjung ke WM pun memberi solusi terkait lokasi yang tepat untuk membuka lapak.

“Menurut saya kalau bisa WM diadakan di dua tempat, di kampus 2 dan kampus 3. Lalu dibuatkan tenda untuk setiap lapaknya. Kalau cara ini tidak efektif, mungkin lokasi di depan Perpus Universitas lebih pas karena tidak hanya mahasiswa kampus 3, namun mahasiswa kampus 2 pun banyak berlalu lalang di situ. Sehingga memungkinkan WM selalu ramai pengunjung”, ujar mahasiswi jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam, Hanis (20) kepada kru lpminvest.com. (Amimah/Anis-[i]).

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Antrean Keluar dan Masuk UIN Mengular, Driver Ojek Online Enggan Terima Orderan Mahasiswa

    • calendar_month Rab, 27 Jun 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 790
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Penerapan sistem barrier gate, terhitung sejak Senin lalu, menyebabkan antrean panjang di gerbang masuk dan keluar kampus UIN Walisongo. Mengularnya antrean membuat driver ojek online menjadi enggan untuk menerima orderan dari mahasiswa UIN Walisongo. Selasa, (26/6/2018). Yahya, salah satu driver ojek online menilai adanya sistem tersebut menghambat pengorderan. Antrean yang panjang membuatnya berpikir […]

  • Ganda O Sagala; Revisi UU KPK Jangan Dinilai Satu Sisi

    • calendar_month Jum, 18 Okt 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 918
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Walisongo Public Discussion telah digelar di Audit 1 Lantai 2 Kampus I UIN Walisongo Semarang. Diskusi yang bertajuk “Apa Kabar Revisi UU KPK” ini menghadirkan narasumber dari praktisi hukum advokat Jawa Tengah dan akademisi hukum yaitu Eman Suleman dan Ganda Olivianus Sagala. Kamis, (17/10/2019). Ketua DEMA UIN Walisongo, Priyo Ihsan Aji menuturkan tujuan diskusi […]

  • Fakultas Syariah dan Hukum Kembali Raih Juara Bertahan dalam Cabang Lomba Esai

    • calendar_month Kam, 11 Nov 2021
    • account_circle admin1
    • visibility 833
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Setelah sukses dalam kegiatan Orsenik tahap satu, pada Kamis, (11/11/2021) kegiatan Orsenik tahap dua kembali dilaksanakan. Pada orsenik hari kedua ini ada beberapa cabang perlombaan (cabor) yang diselenggarakan seperti: Kempo, Lomba Esai, Poster Bela Negara, Review Buku, dan lainnya. Dalam cabor Esai, Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) kembali bertahan dan unggul menjadi juara satu. […]

  • Asal Muasal Musik dan Eksistensinya di Tengah Pandemi

    • calendar_month Sab, 27 Jun 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 799
    • 0Komentar

    Aku pernah sejenak ikut berdiri di kerumunan ribuan pasang kaki hanya untuk menikmati alunan syair yang berirama. Meskipun di kampus yang berada di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag), tapi seni tetaplah mengalir tanpa batasan. Musik itu universal, mampu menyatukan berbagai golongan serta diterima oleh pasang telinga dimanapun. Sopo sing kuat nandhang kahanan, sopo sing ora […]

  • Unik, Delegasi MQK FST Gunakan Bahasa Daerahnya

    • calendar_month Rab, 18 Sep 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 787
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Delegasi Fakultas Sains dan Teknologi (FST) pada Orientasi Olahraga, Seni, Ilmiah, dan Keterampilan (orsenik) 2019 cabang lomba Musabaqoh Qiroatul Kutub (MQK) mencuri perhatian dewan juri dan perserta lainnya karena keunikannya. Dengan penuh percaya diri dan tanpa malu, Yusri Kamilatul Huda memberikan penampilan terbaiknya dengan menggunakan bahasa daerahnya Jawa Barat, yaitu bahasa Sunda. Karena […]

  • Seminar dan Lokakarya HMJ S1 PBAS; Mahasiswa Harus Bangun Kepercayaan Diri Lewat Industri Perbankan

    • calendar_month Sen, 8 Mei 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 691
    • 0Komentar

    lpminvest.com­- Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) S1 Perbankan Syariah (PBAS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang mengadakan Semiloka (Seminar dan Lokakarya) Nasional di Gedung Teater Soshum Lantai 3, pada Senin (8/5/2023). Semiloka Nasional ini akan diadakan selama 2 hari yaitu hari senin dan kamis mendatang. Seminar Nasional ini mengusung tema “Membangun Kepercayaan Diri […]

expand_less
Exit mobile version