Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Kalahkan Monster Oligarki, DEMA FEBI Selenggarakan Nobar “Sa Pu Hutan”

Kalahkan Monster Oligarki, DEMA FEBI Selenggarakan Nobar “Sa Pu Hutan”

  • account_circle admin1
  • calendar_month Kam, 9 Des 2021
  • visibility 221
  • comment 0 komentar

 

(Poster Film Sa Pu Hutan)

lpminvest.com–Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (DEMA FEBI) UIN Walisongo Semarang menyelengarakan acara Nonton Bareng (Nobar) film yang bertajuk Sa Pu Hutan, episode ketiga dari seri film “Demi 1%.” Acara tersebut dibuka untuk umum, pada Kamis, (9/12/2021). Nobar ini di selenggarakan untuk kalahkan monster oligarki, serta melindungi bumi dari kerusakan lingkungan dan menghindari konflik kekerasan.

“Diharapkan dengan adanya acara ini kita semua khususnya mahasiswa agar lebih terlatih dan lebih peka terhadap isu-isu yang akhir-akhir ini sedang marak, termasuk isu lingkungan yang ada di Papua tersebut. Harapannya agar punya nalar kritis agar bisa membantu itu,” papar Agustina selaku Ketua Panitia acara tersebut.

Setelah pemutaran film Sa Pu Hutan selesai, selanjutnya diadakan diskusi bersama. DEMA FEBI mendatangkan pemateri yaitu Adib Saifin Nu’man. Kita berada negeri yang memiliki keanekaragaman yang melimpah, sumber-sumber energi terbarukan yang tak ada habisnya serta kearifan masyarakat yang menjaga alam. Alih-alih memanfaatkan kekayaan alam untuk memberi kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia, elite oligarki berambisi untuk mengeruk segala sumber daya yang ada untuk kelompok mereka sendiri dan menghancurkan lingkungan.

(Pemaparan Materi oleh Narasumber)

Dalam sesi diskusi tersebut, sempat terjadi perbedaan pendapat antara pemateri dengan peserta yang menanggapi pernyataan dari pemateri. Adib Saifin Nu’man selaku pemateri mengungkapkan bahwa suatu infrastruktur di Papua tidak diperlukan oleh masyarakatnya. Dikarenakan masyarakat Papua sudah merasa cukup dengan kehidupan mereka yang sesuai dengan adat istiadat yang berlaku di Papua.

“Masyarakat Papua itu tidak memerlukan infrastruktur, karena masyarakat Papua sudah memiliki hutan buat segala-galanya, hutan disebut sebagai mama mereka,” terang Adib.

Tetapi pendapat dari sang pemateri disanggah oleh Maldini, ia kurang setuju dengan pendapatnya pemateri tersebut yang mengatakan bahwa masyarakat Papua tidak memerlukan infrastruktur dalam kehidupannya.

“Masyarakat papua itu memperlukan infrastruktur yang memadai untuk kelangsungan hidup, karena angka kematian masyarakat Papua itu tinggi akibat kurangnya fasilitas untuk melahirkan. Sehingga angka harapan hidup di Papua rendah,” terang Maldini. [i]

Penulis: Celine Irfanty dan Malika Rahma Arifina (Kru Magang LPM Invest 2021)

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Politik Indonesia Apakah Akan Selalu Kotor?

    • calendar_month Sel, 27 Des 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Politik adalah sebuah pembagian kekuasaan di dalam suatu masyarakat yang berwujud proses dalam pengambilan keputusan, menyangkut kehidupan suatu negara. Politik Indonesia selalu menjadi perbincangan hangat publik saat ini. Sudah tak sedikit lagi politisi-politisi Indonesia yang sudah dibutakan oleh manisnya gula kedudukan. Semestinya ini menjadi beban pikiran manusia karena sangat berdampak bagi nasib semua orang, malah […]

  • Stadium General, Mahasiswa Baru Duduk di Lantai

    • calendar_month Rab, 31 Agu 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 133
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Stadium General merupakan proses awal yang harus ditempuh mahasiswa baru UIN Walisongo, acara yang dimaksudkan untuk memberi gambaran kepada mahasiswa baru perihal perkuliahan, namun momen yang seharusnya memberi kesan menyenangkan bagi mahasiswa baru ini dirasa kurang mengenakan, sebab mahasiwa merasa jenuh dengan kondisi ruangan yang kurang kondusif dan membludaknya peserta. Seperti yang dikeluhkan beberapa mahasiswa […]

  • Deeptalk Entrepreneur HMJ EI UIN Walisongo, Perluas Kreativitas dan Inovasi Anak Muda dalam Berbisnis

    • calendar_month Rab, 30 Jun 2021
    • account_circle admin1
    • visibility 127
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Rabu, (30/6/2021) Himpunan Mahasiswa Jurusan Ekonomi Islam (HMJ EI) UIN Walisongo Semarang mengadakan acara Deeptalk Entrepreneur. Tema yang diusung adalah “Find Your Creativity! Grow Your Business. Temukan Kreatifitasmu! Kembangkan Bisnismu.” Acara ini dimaksudkan untuk memperluas cakrawala bisnis di kalangan anak muda khususnya mahasiswa. Internet of things membawa dunia dalam genggaman kita. Segala informasi dari […]

  • Wisuda dibagi 2 Sesi, Ribuan Mahasiswa UIN Walisongo Resmi Diwisuda

    • calendar_month Ming, 24 Agu 2025
    • account_circle admin1
    • visibility 305
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Bertepatan di hari Sabtu (23/08/2025) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang melaksanakan rangkaian kegiatan Wisuda Doktor (S.3) Ke-39, Magister (S.2) Ke-64, dan Sarjana (S.1) Ke-97 di Gedung Prof. Tgk. Ismail Ya’kub (Auditorium II), Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Dengan diikuti oleh  2.023 mahasiswa yang terdiri dari 13 orang Doktor, 79 Magister, dan 1931 Sarjana. […]

  • Waktu Latihan Terbatas Tak Halangi Jadi Juara

    • calendar_month Rab, 17 Apr 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 132
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Setelah melalui beberapa pertandingan sengit antarjurusan dan angkatan, tim futsal S1 Perbankan Syariah (PBAS) 2017 berhasil meraih gelar juara pertama Piala FEBI 2019. Selasa, (16/4/2019). Piala FEBI 2019 merupakan turnamen futsal yang diadakan UKM Ebi Sport bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi Syariah (AKS). Fahrizal, kapten tim futsal S1 PBAS 2017 mengaku tidak […]

  • Cahaya di Tengah Mendung, Part 1

    • calendar_month Sab, 25 Feb 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Hari yang buruk. Mobil mogok, hujan lebat dan kehilangan pekerjaan. Semua hal yang aku benci datang secara berturut-turut mengakibatkan tubuh yang lelah luar biasa. Hati, pikiran, dan tubuh. Saking lelahnya, aku hanya bisa terdiam memperhatikan langit dari balik jendela bus tanpa ekspresi. Semuanya terasa begitu datar, bahkan hasrat untuk menangis tak ada. Selain menggenggam tiket […]

expand_less
Exit mobile version