Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Marak Intoleransi, Guru Besar dan Akademisi Buat Petisi Untuk Presiden

Marak Intoleransi, Guru Besar dan Akademisi Buat Petisi Untuk Presiden

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sel, 28 Feb 2017
  • visibility 365
  • comment 0 komentar

lpminvest.com- Silaturrahim Guru Besar dan Akademisi se-Jawa Tengah bertajuk “Rahim Bangsa, Meski Berbeda, Kita Saudara” ini berlangsung di Auditorium 1 Lantai II UIN Walisongo Semarang. Selasa, (28/02/2017).

Para Guru Besar dan Akademisi ini mendiskusikan keadaan Indonesia akhir-akhir ini ramai, pasalnya, prasangka, kebencian, fitnah, intoleransi kian mengancam demikrasi dan kebhinekaan kita.

Dari silaturrahim ini tercetus ide membuat petisi kepada Presiden, Menteri Riset dan Dikti, Menteri Agama Republik Indonesia, serta Rektor/Ketua Perguruan Tinggi se-Indonesia. Di antara tuntutannya adalah pertama, Melindungi Hak-Hak Sipil setiap Warga Negara Indonesia dengan sungguh-sungguh tanpa membedakan latar belakang suku, agama, dan golongan sesuai dengan konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia dan kerangka Hak Asasi Manusia.

Kedua, Menguatkan Kesadaran bahwa “Meski Berbeda, Kita Saudara”  di atas semua kepentingan golongan

Ketiga, Mengedepankan komitmen kebangsaan dan menjadikan perguruan tinggi sebagai pusat-pusat pembelajaran kebangsaan, nasionalisme, dan cinta tanah air.

Keempat, Menindak sesuai hukum yang berlaku kepada siapa saja yang mengusung ideologi anti kebhinekaan, intoleransi dan menyebarkan hasutan kebencian di ruang publik yang dapat mendorong terjadinya konflik dan mengusik suasana damai bangsa Indonesia.

Kelima, Mendorong dan membangun ruang-ruang perjumpaan antar kelompok yang berbeda dalam bentuk kegiatan sosial kemasyakaratan yang mensinergikan berbagai elemen bangsa dalam rangka meleburkan dan mengintegrasikan batas sekat SARA bangsa Indonesia yang Bhineka Tunggal Ika.

Petisi ini disambut baik oleh Akhriyadi, salah satu netizen yang turut menandatangani petisi ini. “Saya Peduli akan Kebhinekaan Bangsa yang sedang berusaha dirusak oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab” tulisnya dalam kolom komentar.

Senada dengan Akhriyadi, Benni Setianto juga menulis dikolom komentar, Benni berharap agar kampus tidak menjadi menara gading, tapi kampus juga mempunyai tanggung jawab sosial, salah satu  yang bisa dilakukan adalah dengan menjadikan perguruan tinggi sebagai pusat pembelajaran kebangsaan.

“Sebagai pelaksanaan tanggung jawab sosial kampus, agar tidak menjadi menara gading” tulis Benni [i]

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • HUT FEBI ke-11 Banjir Hadiah, Alifia Bawa Pulang Kulkas

    • calendar_month Sab, 14 Des 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 498
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, menggelar acara jalan sehat dalam rangka perayaan ulang tahunnya yang ke-11 pada Sabtu, (14/12/24) dengan mengusung tema “FEBI Continuous Improvement”.  Acara jalan sehat ini diikuti oleh seluruh civitas akademika FEBI, mulai dari mahasiswa, dosen, hingga staf. Pembagian kupon dilakukan di dekat Landmark […]

  • Soft Launching Lagu “Profesorku Keren” Ikut Memeriahkan Febiversary ke-9

    • calendar_month Jum, 9 Des 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 489
    • 0Komentar

    lpminvest.com –  Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) memperingati anniversary yang ke-9 pada jumat, (9/12/2022) bertempat di area Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Kegiatan ini megangkat tema “Getting Better and Contribute More”. Acara ini dimeriahkan oleh sejumlah dosen, tenaga pendidik (tendik), dan mahasiswa FEBI. Acara febiversary dimulai pukul 07.00 yang […]

  • Keren, UKM JQH Bawa Pulang Predikat Juara Ini dari Rembang

    • calendar_month Ming, 24 Mar 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 504
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jamiyyatul Qurra wal Huffadz (JQH) UIN Walisongo Semarang membawa pulang predikat juara aransemen terbaik pada Festival Hadroh Banjari Se-Nusantara. Perlombaan yang diadakan dalam rangka haflah Khotmil Quran, Maulid Nabi Muhammad, Rojabiyyah, dan Haul (KMRH) Pondok Pesantren An-Nurriyah Lasem, Rembang dan guna memperingati hari lahir Nahdhatul Ulama ke 93 ini […]

  • Menakar Masa Depan Sawit Indonesia: Mengapa Investasi SDM Tak Boleh Terlambat?

    • calendar_month Rab, 8 Apr 2026
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Mampukah industri kelapa sawit Indonesia mempertahankan takhtanya di pasar global masa depan? Di tengah tuntutan teknologi baru dan urgensi kelestarian lingkungan memiliki jumlah tenaga kerja yang masif saja tidak lagi cukup industri ini membutuhkan keahlian yang spesifik dan bervariasi. Industri kelapa sawit di Indonesia jelas sangat memerlukan tenaga kerja yang berkualitas tangguh untuk bisa menghadapi […]

  • Ajang Melatih Personal Branding, DEMA FEBI Selenggarakan Talkshow Kepemudaan

    • calendar_month Kam, 30 Mei 2024
    • account_circle admin1
    • visibility 413
    • 0Komentar

    Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (DEMA FEBI) UIN Walisongo menggelar acara Talkshow kepemudaan pada hari Kamis, 30 Mei 2024 di Gedung Auditorium II Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Talkshow kali ini mengusung tema “Peran dan Strategi Personal Branding untuk Generasi Z Sebagai Bekal serta Menghadapi era Digitalisasi 5.0″. Acara ini mengundang dua […]

  • Konsep Ekonomi Pertanian Ibnu Khaldun

    • calendar_month Jum, 4 Sep 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 1.631
    • 0Komentar

    “Hutan gunung sawah lautan, simpanan kekayaan, kini ibu sedang lara, merintih dan berdoa,” potongan lirik ini seakan mampu menggambarkan kondisi negara saat ini. Kepiluan nasib pertanian kian menyayat kalbu. Bagaimana tidak, saat ini jumlah petani banyak yang masuk ke usia tua dan minim sekali dari kalangan milenial. Tentu ini akan berpengaruh terhadap produktivitas pangan. Jauh […]

expand_less
Exit mobile version