Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Raih IPK 3,93; Refi Berhasil Mendapatkan Predikat Wisudawan Terbaik

Raih IPK 3,93; Refi Berhasil Mendapatkan Predikat Wisudawan Terbaik

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sab, 8 Jun 2024
  • visibility 859
  • comment 0 komentar

lpminest.com- Refi Solekha Noviana berhasil memperoleh Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebesar 3,93 dan mengantarkannya menjadi wisudawan terbaik Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) pada Wisuda Sarjana (S1) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo ke-92. Acara ini diselenggarakan di Auditorium 2 Kampus 3  UIN Walisongo Semarang pada Sabtu, (8/6/2024). Refi, sapaan akrab mahasiswa asal Pemalang ini merupakan mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam angkatan 2020.

Skripsi dengan judul “Pengaruh Literasi Keuangan, Gaya Hidup, dan Relegiusitas terhadap Perilaku Konsumtif Generasi Z Studi Kasus pada Masyarakat Petarukan Kabupaten Pemalang” dia kerjakan dalam waktu sekitar 6 bulan. Judul ini dia ambil karena Refi ingin mengetahui perilaku konsumtif generasi z yang ada di daerahnya.

Untuk mendapatkan predikat wisudawan terbaik, Refi konsisten mempertahankan IPK diatas 3,9 sejak semester 1. Refi mengatakan agar bisa mencapai target tersebut dia selalu mengumpulkan tugas tepat waktu.

“Untuk bisa mendapatkan IPK diatas 3,9 itu pertama harus mengumpulkan tugas tepat waktu, kemudian mengerjakan tugas juga jangan asal-asalan, yang kedua kalau mau UTS atau UAS itu belajarnya jangan pakai sistem kebut semalam,” ujar Refi.

 Selain itu Refi juga pernah mengikuti perlombaan Bussines Plan serta menambah pengalaman dengan mengikuti magang online. Dia juga merupakan awarde Beasiswa BSI Scholarship dan KIP Pengganti.

Sementara itu, Nur Fathoni selaku Dekan FEBI menjelaskan, untuk mendapatkan predikat wisudawan terbaik mahasiswa harus memenuhi beberapa kriteria. Kriteria tersebut antara lain, lulus dengan nilai tinggi, lulus tepat waktu, mempunyai prestasi dalam bidang apapun, dan tidak ada catatan perilaku buruk baik dari fakultas atau hukum.

“Kriteria wisudawan terbaik, pertama nilai yang paling tinggi, kedua lulus tepat waktu, jadi kalau ada yang nilainya tinggi tapi dia terlambat lulusnya yang dinobatkan sebagai wisudawan terbaik itu yang lulusnya tepat waktu meskipun nilainya dibawahnya. Kemudian yang ketiga mempunyai prestasi dalam bidang apapun, dan yang terakhir yang bisa menggugurkan ketiga kriteria tadi jika tidak terpenuhi yaitu tidak boleh mempunyai catatan perilaku buruk apalagi sampai kriminalitas,” terang Fathoni.

Selanjutnya Fathoni berharap agar wisudawan terbaik tidak hanya baik dari segi IPK saja, tapi juga bisa membawa misi dan memiliki kompetensi yang sesuai dengan IPK yang didapatkan.

“harapannya nilai yang didapatkan itu sesuai kompetensi yang dia miliki, karena yang perlu kita ketahui  terbaik disini adalah yang memenuhi kriteria tadi, jadi harapannya tidak hanya nilainya yang tinggi tapi juga mempunyai sesuatu yang lebih dari perilakunya, ucapannya, dan lain-lain,” tambah Fathoni.

Di sisi lain orang tua dari Refi sendiri mengatakan tidak menyangka putrinya bisa menjadi wisudawan terbaik. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Mustaji selaku ayah dari Refi.

“Bangga dan tidak menyangka anak saya bisa menjadi wisudawan terbaik, Refi ini anaknya ulet dan pekerja keras jadi pantas kalau dia bisa jadi wisudawan terbaik,” tutur Mustaji. Diyah & Maftucha_[i]

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Resensi Buku: Menenun Kemanusiaan di Antara Puing Sejarah

    • calendar_month Sab, 18 Jul 2026
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 621
    • 0Komentar

    Identitas Buku Judul: Burung-Burung Manyar Penulis: Y.B. Mangunwijaya Penerbit: Penerbit Buku Kompas (Cetakan Terbaru) Kota dan Tahun Terbit: Jakarta, 2014 (Pertama kali terbit tahun 1981 oleh Djambatan) Edisi: Ke-16 Jumlah Halaman: 345 halaman ISBN: 978-979-709-825-4 Genre / Bidang Kajian: Novel Sejarah / Sastra Klasik Indonesia             Y.B. Mangunwijaya, atau yang akrab disapa Romo Mangun bukan […]

  • Kisah Wisudawan Inspiratif FEBI, Sang Pengantar Koran

    • calendar_month Sel, 27 Agu 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 720
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Sudah barang umum mahasiswa UIN Walisongo kuliah sambil bekerja. Biasanya, mereka bekerja sebagai driver ojek online, penjaga toko atau warung makan, ngelesi atau menjadi pegawai cetering. Namun, yang dikerjakan salah satu calon wisudawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) ini berbeda dan jarang diambil oleh mahasiswa. Ialah Nashrur Rohim, calon wisudawan dari jurusan […]

  • Inilah Omzet tukang parkir Car Free Day di Semarang.

    • calendar_month Ming, 6 Nov 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 877
    • 0Komentar

      Lpminvst.com-Makin banyak pengunjung dalam sebuah acara, makin banyak juga kebutuhan lahan parkir untuk kendaraan mereka. Acara Car Free Day (CFD_red) di Bundara Air Mancur-Semarang misalnya, setiap hari minggu tak kurang dari ribuan kendaraan bermotor memarkir motor di area Jl. Pahlawan-Semarang (11/6/2016) Menurut Sulis sebagai juru parkir, dalam acara yang dimulai pukul 05.30 hingga  09.00 […]

  • Pagelaran Musik Ramaikan Closing Ceremony FEBI Fair 2018

    • calendar_month Kam, 29 Nov 2018
    • account_circle admin1
    • visibility 805
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Pagelaran musik sebagai Closing Ceremony Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Fair 2018 diadakan di Audit II Kampus III UIN Walisongo Semarang. Rabu, (28/11/2018). Closing Ceremony yang juga sebagai malam puncak dari acara Febi Fair 2018 itu menampilkan gema shalawat dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) JQH El-Febi’s dan Lembaga Seni dan Bahasa (LSB) Koin […]

  • Rupiah Kembali Melemah; Sederhanakan Aturan Ekspor-Impor  

    • calendar_month Sen, 14 Sep 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 849
    • 0Komentar

      Kedatangan pandemi Covid-19 yang berasal dari China ini berhasil meluas dan memporak-porandakan perekonomian dunia. Adanya pandemi ini menjadi pemicu krisis baru di berbagai negara termasuk Indonesia. Salah satu yang paling bisa kita lihat dari laman cnbcindonesia.com yaitu nilai tukar dolar terhadap rupiah kembali tergelincir di angka Rp 14.880 (updated: 09:09:38 WIB; 14/09/2020). Berlakunya Work […]

  • 74 Tahun Indonesia Merdeka; Apa Kabar Literasi Kita?

    • calendar_month Sab, 17 Agu 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 732
    • 0Komentar

    Kata merdeka dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki tiga makna. Pertama, bebas. Maksud bebas di sini tentu sudah kita rasakan sejak 17 Agustus 1945, yakni bebas dari penjajah. Hal ini tidak terlepas dari peran pahlawan yang gugur di medan perang maupun yang berjuang memproklamirkan kemerdekaan Republik Indonesia. Kedua, tidak terkena atau lepas dari tuntutan. […]

expand_less
Exit mobile version