Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Wujudkan Perdamaian Bangsa Melalui Toleransi dan Demokrasi

Wujudkan Perdamaian Bangsa Melalui Toleransi dan Demokrasi

  • account_circle admin1
  • calendar_month Sel, 14 Mar 2017
  • visibility 324
  • comment 0 komentar
Narasumber Diskusi Publik bersiap menyampaikan materi. Bertempat di Laboratorium Dakwah. Selasa, (7/03/2017). (Doc. Lpminvest.com)

Narasumber Diskusi Publik bersiap menyampaikan materi. Bertempat di Laboratorium Dakwah. Selasa, (7/03/2017). (Doc. Lpminvest.com)

lpminvest.com– Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK-red) UIN Walisongo Semarang gelar Diskusi Publik. Acara berlangsung di Laboratorium Dakwah Kampus III UIN Walisongo Semarang. Bekerjasama dengan Yayasan Langit Indonesia Cemerlang (YLIC), Direktorat Organisasi Kemasyarakatan, Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum, dan Kementerian Dalam Negeri RI. Selasa, (7/03/2017).

Acara yang mengusung tema “Memperkuat Kembali Toleransi Antar Umat Beragama Demi Terwujudnya Kerukunan dan Perdamaian Bangsa” berlangsung mulai pukul 8.30 WIB. Diskusi tersebut tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa FDK, namun juga mahasiswa dari luar kampus, serta beberapa narasumber.

Diskusi Publik membahas pentingnya toleransi antar umat beragama demi terwujudnya perdamaian bangsa dan negara. Toleransi pada hakikatnya merupakan sikap menghargai perbedaan orang lain dengan lapang dada dan tenggang rasa.

“Tidak ada kerukunan tanpa kebebasan beragama, dan kebebasan tanpa adanya kerukunan beragama tidak ada artinya,” tutur Abu Rokhmad, salah satu narasumber.

Sebagai umat beragama kita wajib menciptakan kerukunan lewat kebebasan beragama dalam rangka mewujudkan perdamaian bangsa dan negara. Karena suatu negara dikatakan damai apabila dalam negara tersebut kerukunan antar masyarakatnya sudah terealisasi.

“Toleransi dan demokrasi untuk menciptakan perdamaian bangsa ada dua konsep, yaitu konsep yang dilandasi otoritas negara (permission conception) dan konsep yang dilandasi budaya dan kehendak (respect conception). Konsep tersebut melahirkan istilah bahwa toleransi merupakan modal utama dalam menghadapi keragaman,” ujar perwakilan dari Walisongo Medicate Centre, Misbah Zulfa.

Dalam artian, Indonesia adalah Negara yang kaya akan keragaman ras, suku, budaya, dan agama. Maka kunci untuk mempersatukan keragaman tersebut adalah dengan bertoleransi. Guna mendamaikan bangsa dan negara sehingga menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Solusi untuk memperkuat toleransi adalah dengan menyerap dan mengamalkan nilai-nilai pancasila yang merupakan pedoman dan cita-cita Republik Indonesia” tandas Fahrur Rozi, selaku dosen FDK sekaligus menutup diskusi. [i]

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wadahi Gagasan Mahasiswa Lewat NEC 2019

    • calendar_month Kam, 2 Mei 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 253
    • 0Komentar

    lpminvest.com – Guna memberi wadah mahasiswa dalam menyalurkan gagasan dan pemikirannya, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Invest Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan National Essay Competition (NEC) 2019, bertema Peran Mahasiswa dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0. Hasna Aulia, Pimpinan Umum LPM Invest menuturkan bahwa NEC 2019 merupakan follow up dari Pelatihan Menulis […]

  • Stadium General, Mahasiswa Baru Duduk di Lantai

    • calendar_month Rab, 31 Agu 2016
    • account_circle admin1
    • visibility 248
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Stadium General merupakan proses awal yang harus ditempuh mahasiswa baru UIN Walisongo, acara yang dimaksudkan untuk memberi gambaran kepada mahasiswa baru perihal perkuliahan, namun momen yang seharusnya memberi kesan menyenangkan bagi mahasiswa baru ini dirasa kurang mengenakan, sebab mahasiwa merasa jenuh dengan kondisi ruangan yang kurang kondusif dan membludaknya peserta. Seperti yang dikeluhkan beberapa mahasiswa […]

  • Wakaf Produktif sebagai Upaya Kemandirian Umat

    • calendar_month Rab, 1 Mar 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 281
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Dalam rangka Dies Natalis UIN Walisongo yang ke-47, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) gelar Studium General di Audit II kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Rabu, (1/03/2017). Acara yang mengusung tema “Filantropi Islam dan Kesejahteraan Umat” ini dihadiri oleh civitas akademik dan seluruh mahasiswa FEBI. Pasalnya, pemilihan tema tersebut dinilai selaras dengan kebutuhan mahasiswa […]

  • Imam Yahya, Menulis Adalah Bagian dari Zikir Ala Insan Akademik

    • calendar_month Kam, 21 Mei 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 324
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Pada khataman yang kelima, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo semarang mengadakan malam puncak Khatmil Qur’an FEBI bertajuk “Menjemput Magfiroh”. Acara dihadiri oleh Dekan FEBI dan para pejabat Fakultas, dosen, serta mahasiswa yang dilakukan secara daring via google meet. (21/05/2020). Dalam sambutannya Saefullah selaku Dekan FEBI menyampaikan tujuan terselanggaranya acara ini sebagai […]

  • FEBI dan Nafsul Mutmainnah Achievment Gelar Pelatihan Public Speaking untuk Aktivis Mahasiswa

    • calendar_month Kam, 5 Nov 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 307
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Kamis (05/11/2020) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang mengadakan Pelatihan Public Speaking. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menyongsong kreativitas terutama dalam bidang komunikasi. Acara yang digelar dengan nuansa Islami itu, dibantu oleh Grup Nafsul Mutmainnah Achievment (NMA) selaku pemandu acara. Pembekalan public speaking ini bertempat di Miniatur Kampung Surga, Kecamatan Bandungan, Kabupaten […]

  • Umar Chapra dan Mannan; Utang Negara dalam Anggaran Defisit

    • calendar_month Ming, 14 Jun 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 346
    • 0Komentar

    Sedari kecil, anak bangsa selalu dibubuhi dengan istilah gemah ripah loh jenawi toto tentrem kerto raharjo. Aset kekayaan sumber daya alam yang melimpah selalu digadang-gadang, bahkan sampai lupa mendidik pribadi yang memiliki profesionalitas tinggi yang dibekali dengan amanah. Krisis keimanan sangat sulit untuk ditaklukkan. Bagaimana mau menyanggah pernyataan ini? Jika realita kerap membawa kita untuk […]

expand_less
Exit mobile version