Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » feature » Bekal Bisnis Usai Bertandang di Yogyakarta

Bekal Bisnis Usai Bertandang di Yogyakarta

  • account_circle admin1
  • calendar_month Ming, 28 Jul 2019
  • visibility 455
  • comment 0 komentar

Abdul Halim Muslih, Wakil Bupati Bantul saat menyampaikan sambutannya di acara Santripreneur Camp 2019. Sabtu, (27/7/2019)

Sabtu, (27/7/2019) di dinginnya pagi kebun buah Mangunan Yogyakarta, aku beserta rombonganku dari Semarang sangat antusias bersiap menerima materi kewirausahaan. Dalam ruangan berukuran tujuh kali lima belas meter, aku dan semua peserta Santripreneur Camp 2019 yang berseragam serba putih meluapkan rasa ingin tahu bak lele yang sedang berebut makanan. Meski terkadang harus berebut tempat ternyaman untuk sekadar berselonjor kaki.

Riuh tawa yang sebentar-sebentar menggema di ruangan menjadi pemanis di sela-sela jalannya acara. Bagaikan sebuah acara formal yang disulap menjadi stand up comedy, Bukhori dengan pembawaan bahasanya yang renyah juga santai dapat menyihir para peserta untuk masuk ke dalam dunianya tanpa paksaan. Ya, dunia bisnis.

Sesaat ia serius, lalu mengatakan bahwa hal penting yang ia tanamkan yaitu action dan biasakan menjadi aktivis. “Saya lebih suka dengan anak yang menjadi aktivis, karena mereka terbiasa mengatur orang dan itu yang diperlukan untuk menjadi juragan,” tuturnya.

Katanya, ngaji dan bisnis itu hampir sama. Kalau ngaji atau belajar kita minta izin atau restu kiai maupun guru. Pun dengan bisnis, dalam mengambil keputusan juga perlu andil dari mentor bisnis maupun orang tua.

Gairah forum semakin kental ketika Bukhori mencoba memprediksi bagaimana keadaan beberapa peserta ketika sudah tua nanti. Kami diminta untuk menyebutkan lima orang yang kami kenal beserta profesinya. Jika kebanyakan kenalan kami orang-orang yang sudah berbisnis, maka Bukhori beranggapan kami cocok sebagai juragan.

Setelah panjang lebar menjelaskan kiat-kiat menjadi juragan (meski terkadang ngalor-ngidul), pesan Bukhori cuma satu, “Mulai sekarang temen kamu mulai kamu list, terkhusus yang mempunyai bisnis,” pungkasnya.

Mendengar pesan Bukhori forum mengangguk paham, tak terkecuali aku. Seperti sakitnya perjumpaan tanpa jadian, pada intinya semua yang dituliskan di atas hanya pengantar. Namun kami sebagai peserta patut bersyukur, sebab Bukhori dengan senang hati mempersilakan para peserta untuk berkonsultasi mengenai bisnis. Bahkan ia membuka pintu lebar jika kami ingin berkunjung ke rumahnya. (Alif_[i])

Foto bersama penyelenggara dan peserta usai acara Santripreneur Camp 2019. Sabtu, (27/7/2019)

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ruchman Basori: Pemuda Indonesia Perlu Out of The Box

    • calendar_month Kam, 5 Des 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 550
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Dalam rangka purnabakti Lembaga Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang, Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) FEBI menggelar dialog publik Mengeja Arah Bangsa dengan tajuk “Pemuda Hari Ini Wajah Bangsa Esok Hari” di Audit 2 Kampus III UIN Walisongo Semarang. Kamis, (5/12/2019). Selain diisi oleh Akademisi UIN Walisongo, Imam Yahya, acara ini […]

  • Dari Ratusan Pendaftar, Berikut Daftar Nama yang Lolos Menjadi Kru Magang LPM Invest 2023

    • calendar_month Sel, 5 Sep 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 553
    • 0Komentar

    Rangkaian seleksi Open Recruitment LPM Invest 2023 telah memasuki tahap akhir. Setelah sebelumnya sudah dilaksanakan pembukaan pendaftaran dan pengumpulan karya pada (06-25/08/2023) yang diikuti oleh sekitar 170-an mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Kemudian dilanjutkan dengan Selayang Pandang LPM Invest yang sudah dilaksanakan pada (26/08/2023). Hingga memasuki ke tahap wawancara yang sudah terlaksana dalam […]

  • Kaulah Tempatku Pulang

    • calendar_month Kam, 1 Sep 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 548
    • 0Komentar

    Oleh: Malika Rahma Arifina Kemarin sore, sehari setelah acara kelulusanku selesai, tiba-tiba dia muncul di hadapanku tanpa tahu malu. Lima tahun berpisah, nyaris tidak pernah bertukar kabar, lalu dia tiba-tiba datang dengan membawa sejuta kenangan. Aku masih ingat betul pertemuan terakhir kami yang terasa biasa saja. Dia pergi ke suatu negara orang untuk menuntut ilmu, […]

  • Tik Tok Panen Konflik di Berbagai Negara

    • calendar_month Sel, 11 Agu 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 772
    • 0Komentar

    Menjamurnya media sosial bergenre video seperti Tik  Tok, sangatlah digemari generasi Z.  Di Indonesia, fenomena  anak muda dalam menggunakan aplikasi ini menunjukkan antusiasme yang sangat masif. Tik  Tok merupakan  produk  yang  diinisiasi  oleh  Zhang Yiming, lulusan  software  Engineer dari  Universitas  Nankai yang mendirikan  perusahaan  teknologi  ByteDance pada Maret   2012.   Lewat   perusahaannya   inilah   Yiming   mengembangkan   aplikasi […]

  • Pro-Kontra Kebijakan KKL FEBI 2023

    • calendar_month Sen, 27 Mar 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 708
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Kuliah Kerja Lapangan (KKL) merupakan salah satu kegiatan akademik yang tertuang dalam Surat Keputusan Rektor No. 137 Tahun 2020 Pasal 4 (1). KKL menjadi salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu oleh para mahasiswa. Hal tersebut dikarenakan melalui kegiatan KKL, mahasiswa dapat terjun langsung mendapat pengalaman lapangan terkait bidang keilmuannya (jurusan) yang tidak ditemukan di […]

  • Kelas Menengah dan Ketimpangan Ekonomi 

    • calendar_month Sel, 29 Jul 2025
    • account_circle admin1
    • visibility 755
    • 0Komentar

    Muhamad Chatib Basri memulai opininya dengan mengamati gelombang protes yang melanda berbagai negara pada tahun 2019, dari Hong Kong hingga Lebanon. Meskipun pemicu spesifiknya beragam, ia menegaskan bahwa semua kejadian tersebut berakar pada masalah yang sama: ketimpangan ekonomi yang kian parah. Ia menyoroti penelitian Lakner dan Milanovic yang menunjukkan pola distribusi pendapatan dunia menyerupai “belalai […]

expand_less
Exit mobile version