SASTRA

PUISI: KORUPSI DIBAWA MATI
- calendar_month Sel, 21 Feb 2023
- visibility 47
- 0Komentar
Korupsi Dibawa Mati Oleh: Nabilla Baitul Izza Pernah dengar kata korupsi? Perbuatan tercela itu agaknya amat populer di kanal-kanal televisi Kolusi dan nepotisme adalah salah dua dari keluarga korupsi yang juga terkenal di telinga masyarakat Korupsi tidak mengenal zaman, tidak mengenal waktu dan Tuhan Korupsi hanya mengenal situasi dan keadaan Jika ada celah untuk menyelewengkan […]
PUISI: NAHKODA KEHIDUPAN
- calendar_month Jum, 27 Jan 2023
- visibility 62
- 0Komentar
Nahkoda Kehidupan Oleh: Ikfina Kamalia Ini peranku sebagai nahkoda Menyisir riuh di atas semesta Mengiring manusia tanpa suara Terbungkam karena ulahnya Nahkoda penentu jalan Untuk mereka yang tak paham Tanggung jawab yang ku emban Dengan harapan tanpa tuntutan Imajinasiku berulah Sebagai nahkoda yang hilang arah Melewati cacian hanya karena tak searah Memenuhi keinginan yang tak […]
Kaulah Tempatku Pulang
- calendar_month Kam, 1 Sep 2022
- visibility 54
- 0Komentar
Oleh: Malika Rahma Arifina Kemarin sore, sehari setelah acara kelulusanku selesai, tiba-tiba dia muncul di hadapanku tanpa tahu malu. Lima tahun berpisah, nyaris tidak pernah bertukar kabar, lalu dia tiba-tiba datang dengan membawa sejuta kenangan. Aku masih ingat betul pertemuan terakhir kami yang terasa biasa saja. Dia pergi ke suatu negara orang untuk menuntut ilmu, […]
KALA ITU
- calendar_month Sel, 28 Sep 2021
- visibility 54
- 0Komentar
Kala Itu Oleh: M. Shodiq Al Hakim Kala itu Duduk dan membisu Di pinggir jalan berbatu Ditemani oleh pekatnya kabut Suasananya sejuk tapi sunyi Kala itu Hati dan otak mengalir dalam balutan ketenangan Halus dan lembut laksana kabut Terbawa oleh irama angin syahdu Seketika aku membisu Otak ingin tertawa Namun hati gundah gulana […]
Paku Bumi
- calendar_month Sab, 11 Apr 2020
- visibility 45
- 0Komentar
Bumi masih Selalu Berotasi pada poros Jam pasir masih meruntuhkan butir waktu Sejuta candaanpun masih hiha hihi Datang tak terduga Menyelinap dan menyiksa diri Dunia bergejolak berujung bisu menungu satu langkah yg tak pasti Bumi menari becanda ria Melihat insan yg tercaci Terkurung bak dibui Mengharap semua pulih kembali
Bagaimana Kerikil Pagi Hari di Telapak Kaki
- calendar_month Rab, 8 Apr 2020
- visibility 59
- 0Komentar
Pagi yang terik, sinar matahari mencakar wajah dan membakar tubuhku yang semalam gigil meminta kehangatan Tuhan. Sial, aku kesiangan lagi. Ayam sudah berhenti berkokok dan anak-anak sekolah sudah sepi dari jalanan. Tidak, aku lupa. Sekolah sudah lama diliburkan karena situasi seperti ini. Lalu anakku? Dia masih tertidur pulas. Bukan karena sekolah libur, dia memang tidak […]
Sang Ada yang Fana
- calendar_month Sel, 7 Apr 2020
- visibility 56
- 0Komentar
Berkawan dengan sang ada, Mungkinkah dia kekal? Tidak, nanti akan kukenalkan dengan fana Waktu akan bersiteru juga “Sang ada pasti pergi” Tiada kekal di medan sandiwara Semangat, Sigap dan siaga, lumpuhkan lelah itu Semua raga berilusi, “lekas membaik” World Heath Day 2020
Menyoal Keakraban Kita
- calendar_month Sen, 23 Des 2019
- visibility 48
- 0Komentar
Oleh : Dwi Ari Apriliani Aku nyaris berkawan dengan kesendirian Tapi kamu baik, menjelma setenang mungkin Di setiap sudut pikiranku Kamu bukan segalanya, Tapi segalanya bisa diraih saat menggenggammu Bahkan semua mengangguk, Kamu jendela dunia Kamu lekat dengan segudang ilmu Berulang kali kumencoba meletakkan cinta di dalamnya Agar bebas berkumpul dengan paragrafmu Merasa nyaman […]
Semenjak Kamu Pergi, Aku Bukan Lagi Penyair
- calendar_month Ming, 5 Mei 2019
- visibility 55
- 0Komentar
Entah apa yang membuatku bersedia datang ke tempat ini, Le Quartier Restaurant. Sebuah restoran dengan desain yang kental nuansa Paris ini sudah lama sekali aku tidak menyambanginya. Malam ini gerimis mencoba mendinginkan siapa saja yang ditetesinya. Dedaunan, pot bunga, atap restoran, atau bahkan otakku yang selalu pening dengan berbagai pekerjaan setiap hari. Turun dari mobil, […]
Anakku di Tanganku
- calendar_month Jum, 29 Mar 2019
- visibility 49
- 0Komentar
Suara takbir pertama Ramadhan menggema dengan indahnya, pukulan demi pukulan beduk beriringan seirama, langit pun bersih bertemankan bintang di sekelilingnya. Tetapi tidak denganku, nafasku sesak, lidahku kaku, mataku bengkak karena lelah menangis. Aku tak bisa menerima kenyataan Syahrizal suamiku meninggalkanku di bulan Ramadhan yang baru saja menyapa, setelah mobil menabraknya saat akan pulang dari masjid. […]
