Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RESENSI » Catatan Harian Menantu Sinting

Catatan Harian Menantu Sinting

  • account_circle admin1
  • calendar_month Rab, 1 Jan 2025
  • visibility 1.419
  • comment 0 komentar

Identitas Film

Judul                : Catatan Harian Menantu Sinting

Kategori film   : Drama Komedi

Sutradara        : Sunil Soraya

Produser         : Soraya Intercine Films

Penulis             : Donna Rosamayna dan Rosi L. Simamora

Pemeran          : Ariel Tatum, Raditya Dika, Lina Marpaung, Robby Purba, dan Raline Shah

Peresensi         : Septi Kumala Dewi


Film Catatan Harian Menantu Sinting merupakan film drama komedi Indonesia yang dirilis pada 18 Juli 2024. Disutradarai oleh Sunil Soraya dan diproduksi oleh Soraya Intercine Films. Film ini hadir dengan pandangan tentang dinamika hubungan menantu dan mertua dalam balutan komedi.

Kisah bermula ketika Minar (Ariel Tatum) menikah dengan Sahat (Raditya Dika), pria keturunan Batak. Setelah menikah, mereka memutuskan untuk tinggal di rumah ibu Sahat atau Mamak Mertua (Lina Marpaung). Awalnya kehidupan berjalan lancar, namun perbedaan pandangan tentang makna pernikahan mulai memicu konflik antara menantu dan mertua.

Minar menganggap bahwa pernikahan adalah momen bagi sepasang suami istri yang saling mencintai untuk membangun kehidupan yang harmonis. Berbeda dengan Mamak Mertua yang melihat pernikahan sebagai kewajiban untuk meneruskan keturunan dan menjaga marga. Tekanan semakin bertambah ketika Mamak Mertua mengharuskan mereka tetap tinggal di rumahnya hingga mendapatkan cucu laki-laki, yang membuat Minar merasa terkekang dalam menjalani kehidupan rumah tangganya.

Film ini menggambarkan karakter Minar dengan sangat baik sebagai sosok menantu yang berusaha menyeimbangkan keinginan pribadinya dengan tuntutan adat dan mertua. Meskipun sering merasa tidak nyaman, Minar tetap menunjukkan sikap hormat dan pengertian kepada mertuanya, bahkan selalu siap membantu ketika dibutuhkan walaupun dalam hal kecil. Selain itu, film ini juga memotivasi pasangan suami istri pejuang garis dua untuk terus berusaha meskipun banyak rintangan.

Namun, film tersebut tidak luput dari beberapa kekurangan yaitu penggunaan bahasa dan istilah daerah yang dominan, tanpa adanya penjelasan yang memadai. Hal ini membuat penonton yang tidak familiar dengan budaya Batak kesulitan memahami percakapan tersebut. Dan karakter Sahat yang diperankan oleh Raditya Dika kurang mampu menyampaikan emosi di beberapa bagian, sehingga kesan sedih yang seharusnya terasa tidak tersampaikan dengan baik.

Terlepas dari kekurangannya, Catatan Harian Menantu Sinting tetap menjadi film yang menghibur sekaligus edukatif dalam menggambarkan kehidupan menantu di tengah keluarga besar dengan perbedaan budaya. Bagi pasangan muda yang ingin memahami tantangan kehidupan pernikahan, terutama dalam menghadapi ekspektasi keluarga besar dan perbedaan budaya, film ini bagus untuk ditonton.

[ Pengurus Invest BPH Periode 24/25 ]
  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelatihan Metopen Kuantitatif dengan SPSS LPM Invest; Libas Tuntas Skripsi

    • calendar_month Sab, 19 Mar 2022
    • account_circle admin1
    • visibility 690
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Sabtu, (19/3/2022) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Invest Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo gelar Pelatihan Metopen Kuantitatif dengan SPSS. “Libas Tuntas Skripsi” dilaksanakan di Gedung G, Ruang G4-G5 area FEBI UIN Walisongo. Mendatangkan narasumber yang expert di bidangnya, acara pelatihan diramaikan oleh para mahasiswa sebagai upaya persiapan untuk tugas akhir skripsi nanti. […]

  • Penampilan 30 Orda Ramaikan Parade Budaya PBAK 2019

    • calendar_month Kam, 22 Agu 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 481
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Parade budaya lagi-lagi mewarnai acara Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Walisongo. Parade budaya yang turut memeriahkan acara prosesi penerimaan mahasiswa baru (maba-red) sejak tiga tahun terakhir ini sebagai ajang pengenalan budaya-budaya daerah yang ada di Indonesia dari berbagai daerahnya mahasiswa UIN Walisongo. Peserta yang tampil pada arak-arakan budaya tersebut merupakan mahasiswa dari […]

  • Wajah Baru; Workshop Lapangan Berevolusi Menjadi Journalist Cam

    • calendar_month Kam, 2 Nov 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 548
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Journalist Camp merupakan revolusi baru sekaligus angin segar untuk calon Kru Magang (Kruma)-23 dimana memberi wadah para writer, fotografer, desainer, serta videografer muda untuk unjuk gigi di bawah naungan LPM Invest. Acara ini merupakan rangkaian pelatihan bagi Kruma-23. Setelah pada September sebelumnya diberikan materi pada Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD), serta hunting berita pada […]

  • PBAK 2023; Sambut 4.681 MABA UIN Walisongo Semarang

    • calendar_month Jum, 4 Agu 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 791
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang melaksanakan pembukaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) pada Jumat, (04/08/2023) bertempat di lapangan kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Acara PBAK UIN Walisongo Semarang kali ini, akan dilaksanakan selama tiga hari, dari tanggal 4-6 Agustus 2023 kedepan. Pada PBAK tahun ini mengangkat tema “Peduli Lingkungan Untuk Kemanusiaan”. Menurut […]

  • Pecahkan Rekor Konferensi Virtual Internasional Lintas Negara Terbanyak, UIN Walisongo Raih Penghargaan MURI

    • calendar_month Jum, 25 Sep 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 564
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) memberikan penghargaan kepada Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang dan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Walisongo sebagai “Pemrakarsa dan Penyelenggara Konferensi Secara Virtual Lintas Negara Terbanyak” dalam acara Virtual International Conference 2020 Education in The Era of Post Covid-19 Pandemi dengan invited speaker dari 21 negara. “Selama tiga […]

  • Aktivis Bawah Pohon

    • calendar_month Sab, 19 Sep 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 476
    • 0Komentar

    Apakah sebelumnya kalian pernah mendengar istilah ini? Aktivis bawah pohon. Begitu kami  menyebut mereka para mahasiswa dan mahasiswi yang membuka stand di bawah pohon, sebelumnya saya juga terinspirasi dari seorang dosen saya yang bercerita melihat para mahasiswa yang sedang berkumpul disepanjang jalan kampus III UIN Walisongo dibawah-bawah pohon. Memilih tempat di bawah pohon bukanlah tanpa […]

expand_less
Exit mobile version