Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Ini Tiga Musuh Utama Indonesia Menurut Mantan Anggota DPR RI

Ini Tiga Musuh Utama Indonesia Menurut Mantan Anggota DPR RI

  • account_circle admin1
  • calendar_month Kam, 29 Mar 2018
  • visibility 175
  • comment 0 komentar

Tubagus Dedi Suwendi Gumelar saat menyampaikan materi pada Road Show Seminar Motivasi bertajuk “Spirit of Indonesia”, di aula II kampus III UIN Walisongo. Kamis, (29/3/2018).

lpminvest.com – Mantan anggota DPR RI periode 2009 -2014, Tugabus Dedi Suwendi Gumelar mengibaratkan negara Indonesia sebagai sebuah pohon. Kini, pohon tersebut tengah menghadapi tiga musuh yang merongrong kedaulatan Indonesia, yaitu jiwa yang koruptif, terorisme, serta narkoba dan Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).

Menurut Miing, sapaan akrabnya, korupsi bukan hanya terkait mengambil uang negara. Akan tetapi korupsi adalah segala bentuk perilaku yang melanggar dan mengambil hak orang lain yang bukan miliknya.

“Buah Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (APBN) Indonesia itu banyak diambil pejabat. Itu merupakan musuh utama,” jelasnya dalam Road Show Seminar Motivasi bertajuk “Spirit of Indonesia” di Auditorium II Kampus III UIN Walsiongo Semarang. Kamis, (29/3/2018).

Adapun terorisme, lanjut mantan pelawak Bagito, merupakan pemecah belah kesatuan negara Indonesia. Terorisme diibaratkannya sebagai penggoyang pohon Negara Indonesia.

“Apakah teroris hanya ISIS dan yang ngebom-ngebom di Jakarta itu? Bukan. Tetapi orang-orang yang menghasut, memecah belah lewat media sosial dengan informasi hoax, dan hal-hal yang kotor itu juga terorisme,” terangnya.

Terkait persoalan narkoba, Miing mempertanyakan sistem keamanan Indonesia. Oleh karena itu, menurutnya, keamanan Indonesia perlu ditingkatkan.

“Kalau satu kilogram itu namanya penyelundupan. Tapi sekarang, mencapai ratusan ton, ya namanya impor. Manakah intelegen Indonesia? Manakah angkatan laut kita? Perlu diingat, narkoba akan menghancurnya keluarga dan bangsa kita. Mana mungkin kita mewariskan bangsa kepada orang yang berdirinya saja tidak lurus,” ujarnya.

Sedangkan menyinggung persoalan LGBT, ia membercandakannya pada peserta seminar yang mayoritas perempuan.

“Ini pesertanya kebanyakan perempuan. Kalau adik-adik (audiens perempuan-red) punya pacar laki-laki kan? Kalau zaman dulu, saingan adik-adik sama cewek, sekarang saingan adik sama cowok,” tuturya diikuti gelak tawa peserta seminar.

Di akhir penyampaian materi, Miing berpesan kepada peserta seminar agar memperteguh mentalitas. Karena mentalitas akan mendorong moralitas menjadi baik sehingga membentuk  akhlakul karimah. (Amimah-[i])

 

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Resmi! 5712 Unggahan Video Moderasi Beragama Raih Rekor MURI

    • calendar_month Sen, 26 Okt 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 247
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Sebelumnya pada September 2020, Museum Rekor Indonesia (MURI) telah memberikan penghargaan kepada UIN Walisongo Semarang dan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Walisongo sebagai “Pemrakarsa dan Penyelenggara Konferensi Secara Virtual Lintas Negara Terbanyak” dalam acara Virtual International Conference 2020 Education in The Era of Post Covid-19 Pandemi dengan invited speaker dari 21 negara. Sedangkan pada Senin, […]

  • Narasi yang Hilang

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Oleh : Pena Merah Awalnya hanya sebuah narasi Tetap saja seharusnya menjadi narasi Entah kenapa akhirnya tak menjadi sebuah narasi? Eungkin narasi itu telah usang Ataukah mungkin narasi itu telah hilang?   Menarasikan kisah melalui tulisan itu penting ! Tapi mengapa sampai tak menjadi sebuah narasi ? Lalu kemana kelincahan jari-jariku yang biasanya membabibuta diatas […]

  • Puisi Tanpa Tendensi

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Oleh : Pena Merah Untukmu puisi Hanya bait tanpa arti Tiada romantisme yang tersaji Imaji melayang-layang tanpa henti   Sekali lagi, untukmu puisi Duduk dengan inspirasi terpatri Kutunjukkan lika-liku duniawi Terimakasih untukmu pemberi inspirasi Sekali lagi, ini hanya bait puisi

  • Menutup Akhir Tahun 2014 Ala FEBI  

    • calendar_month Sel, 6 Jan 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 155
    • 0Komentar

    lpminvest.com-Penghujung tahun 2014, Badan Pelaksana Kegiatan Mahasiswa (BPKM) Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam (FEBI)  mengadakan acara Gebyar Akhir Tahun FEBI. Acara tersebut dilaksanakan sebagai peringatan perpindahan dari tahun 2014 ke 2015, acara ini diadakan di Audit II kampus III Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Selasa (30/12/14). Acara yang bertajuk “Pengajian Budaya Menutup Tahun 2014” […]

  • Memupuk Filantropi Menekan Krisis Ekonomi

    • calendar_month Sab, 22 Agu 2020
    • account_circle admin1
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Meminjam konsep Hilman Latief (2013) bahwa filantropi berhubungan erat dengan rasa kepedulian, solidaritas dan relasi sosial antara orang miskin dan orang kaya, antara yang “kuat‟ dan yang “lemah”, antara yang “beruntung” dan “tidak beruntung” serta antara yang “kuasa” dan “tuna-kuasa. Namun yang sering menjadi momok kesalahpahaman yakni filantropi dianggap kedermawanan untuk darah biru dan hanya […]

  • Ingat Pesan Ayah, Waliawati Raih IPK Tertinggi Tingkat Universitas

    • calendar_month Rab, 20 Nov 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 207
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Waliawati mahasiswa jurusan Ilmu Falak Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,93 berhasil sandang wisudawan terbaik UIN Walisongo. Wisuda ke-76 periode November 2019 ini berlangsung di Audit II Kampus III UIN Walisongo Semarang. Rabu,(20/11/2019). “Gak nyangka sama sekali bakal menjadi wisudawan terbaik. Bahkan saya mengetahui kabar tersebut setelah gladi resik […]

expand_less
Exit mobile version