Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » MANFAATKAN BAMBU BERSERAKAN DI PINGGIR LAUT UNTUK TANAM MANGROVE

MANFAATKAN BAMBU BERSERAKAN DI PINGGIR LAUT UNTUK TANAM MANGROVE

  • account_circle admin1
  • calendar_month Jum, 23 Okt 2020
  • visibility 714
  • comment 0 komentar

IMG-20201023-WA0013

lpminvest.com- Di tengah pandemi COVID-19, mau tidak mau kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tetap harus dilaksanakan oleh berbagai institusi pendidikan. Salah satunya, UIN Walisongo. Sesuai dengan peraturan, kegiatan KKN menitikberatkan pada pengabdian masyarakat yang dilakukan secara individu dan berlokasi di daerah tempat tinggal masing-masing mahasiswa.

Dari program tersebut, Jamilatul Udmah, mahasiswi program studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Walisongo Semarang melakukan KKN Reguler dari Rumah (RdR) di Dusun Gandong RT 05 RW 03 Desa Surodadi, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak.
Perempuan kelahiran 16 Desember ini memanfaatkan bambu yang berserakan di pinggir laut untuk menanam 100 bibit bakau sebagai bentuk pencegahan terjadinya abrasi pantai yang seiring bertambahnya tahun semakin parah dan memprihatinkan.
“Kegiatan penanaman bakau ini bertujuan untuk mengurangi dampak abrasi yang sering terjadi di pesisir Sayung, Demak. Khususnya di Dusun Gandong, Desa Surodadi,” ujar Udmah.
Selain menanam bakau, Udmah juga membersihkan sampah yang berserakan di pesisir pantai, walaupun tidak banyak yang dibersihkan setidaknya membantu mengurangi sampah yang ada di pesisir tersebut.
Karena mulia dan akan berdampak baik bagi lingkungan, kegiatan yang Udmah lakukan mendapat komentar positif dari Ketua RT setempat.
“Saya sangat mengapresiasikan dan berterima kasih atas kegiatan yang Anda lakukan. Semoga dapat membantu mengurangi dampak abrasi di pantai kita,” tutur Munawar.
Penanaman bakau dilakukan pada Jumat sore (16/10/2020) di Dusun Gandong. Udmah mengungkapkan bahwa kegiatan penanaman bakau ini dibantu oleh keluarganya, yang mana mereka membantu dalam kegiatan penanaman juga membantu dalam menyediakan peralatan dan benih bakau.
“Penanaman ini merupakan salah satu bentuk langkah nyata kepedulian kita sebagai mahasiswa untuk mencegah abrasi yang semakin lama semakin memprihatinkan. Harapan kedepannya kegiatan semacam ini lebih mendapat dukungan baik dari pemerintah desa maupun dari masyarakat sekitar khususnya para pemuda. Jika tidak dimulai dari kita, siapa lagi yang akan memerhatikan lingkungan sekitar,” pungkas Udmah. [i]

  • Penulis: admin1

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tantangan Bonus Demografi; Investasi Jadi Solusi

    Tantangan Bonus Demografi; Investasi Jadi Solusi

    • calendar_month Rab, 13 Nov 2019
    • account_circle admin1
    • visibility 617
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Investion 2019 adalah seminar nasional pasar modal syariah yang diselenggarakan Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM). Seminar ini dihadiri oleh tiga narasumber yakni Herry Gunawan Muhammad, Davis Giola Lesmana, dan Fanny Rifqi El Fuad. Seminar nasional pasar modal syariah yang bertajuk Sukses Sejak Dini Dimulai dengan Investasi Halal Masa Kini  ini berlangsung di Audit II […]

  • Diwarnai Gerimis, UIN Walisongo Luluskan 1.277 Mahasiswa pada Wisuda Periode Februari 2026

    Diwarnai Gerimis, UIN Walisongo Luluskan 1.277 Mahasiswa pada Wisuda Periode Februari 2026

    • calendar_month Sab, 7 Feb 2026
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 818
    • 0Komentar

    lpminvest.com- Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang telah menyelenggarakan acara wisuda pada Sabtu (07/02/2026) yang bertempat di Auditorium 2 Kampus 3, dimulai pada pukul 07.00 WIB hingga selesai. Wisuda periode Februari 2026 ini dilangsungkan dalam 2 sesi. Sesi 1 dilakukan pada pukul 07.00 – 11.00 WIB mengukuhkan sebanyak 629 mahasiswa, yang terdiri dari 13 lulusan […]

  • Moderasi di Kalangan Akademisi Dinilai Lamban

    Moderasi di Kalangan Akademisi Dinilai Lamban

    • calendar_month Rab, 1 Mar 2017
    • account_circle admin1
    • visibility 573
    • 0Komentar

    “Kalangan akademisi dianggap terlalu lama berdiam diri untuk tidak ikut campur dalam urusan ini, sehingga saat ini kita dituntut untuk menyuarakan moderasi khususnya Islam yang moderat, Islam yang rahmatan lil ‘alamin.” (Prof. Muhibbin). lpminvest.com– Dalam rangka meneguhkan Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo sebagai kampus yang moderat, segenap Guru Besar dan jajaran akademisi UIN Walisongo menyelenggarakan […]

  • Hanya Angan

    Hanya Angan

    • calendar_month Sel, 4 Apr 2023
    • account_circle admin1
    • visibility 514
    • 0Komentar

    Sebuah awal suatu sore Membawa warna jingganya membuka malam Rasa yang tidak bisa terucap Arah mana yang akan dituju Sebuah ingin hanya untuk angan Terbagi kasih melepas rindu Diterangi indahnya sinar rembulan Bersama deru angin Disaksikan dedaunan yang mengalun ria Seakan ikut merasakan indahnya malam Pandanganku jauh menerawang Tanpa sadar, malam menyapa semakin larut Kudus, […]

  • Erie Sudewo Bertandang Ke UIN Walisongo

    Erie Sudewo Bertandang Ke UIN Walisongo

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2015
    • account_circle admin1
    • visibility 535
    • 0Komentar

    lpminvest.com– Pendiri Dompet Duafa, Erie Sudewo memberikan motivasi kepada ratusan mahasiswa dalam acara Stadium General Semester Genap Tahun Akademik 2014/2015 yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo. Selasa, (3/3/2015). Dalam kesempatan itu, Ia menyampaikan materi berkaitan dengan bisnis dan sosial, kapitalis dan feodal, perbedaan tujuan antara ekonomi Islam dan ekonomi konvensional, […]

  • Surat yang Berlayar di Selokan

    Surat yang Berlayar di Selokan

    • calendar_month Sel, 3 Mar 2026
    • account_circle Redaktur LPM Invest
    • visibility 581
    • 0Komentar

    Hujan menderas memukul atap seng rumah petak kami hingga suaranya bergemuruh hingga menggangu telinga. Air mulai merembes dari sudut langit-langit menetes pelan ke dalam ember plastik bopeng di tengah ruangan. Aku duduk bersila di atas tikar pandan yang sudah berserabut menekan kuat-kuat ujung pensilku ke atas buku tulis bersampul cokelat. Di dekat pintu Mas Galih […]

expand_less