Home / NEWS / Terbebani UKT, Mahasiswa Baru Menyatakan Sikap Penolakan  

Terbebani UKT, Mahasiswa Baru Menyatakan Sikap Penolakan  

 

Formasi yang dibuat mahasiswa baru dalam OPAK UIN Walisongo 2016

Formasi yang dibuat mahasiswa baru dalam OPAK UIN Walisongo 2016

lpminvest.com- Hari kedua Orientasi Pengenalan Akademik (OPAK) UIN Walisongo Semarang diakhiri dengan mahasiswa baru membuat formasi yang bertuliskan “UKT MAHAL” di samping gedung Auditorium I kampus I UIN Walisongo. Formasi ini bertujuan untuk menyalurkan aspirasi dari pihak mahasiswa baru yang berkeinginan untuk menolak UKT yang dinilai terlalu tinggi. Rabu, (24/08/16).

Formasi ini dibentuk untuk memfasilitasi mahasiswa baru dalam menyampaikan aspirasinya terhadap tingginya UKT di UIN Walisongo. Selain itu, formasi ini sebagai sindiran untuk panitia OPAK Universitas yang saat pembukaan justru membuat formasi logo kampus. Padahal, OPAK kali ini berada pada momentum yang tepat untuk menyampaikan sikap terhadap tingginya UKT di UIN Walisongo.

“Formasi aksi ini bertujuan sebagai bentuk sikap penolakan UKT yang dirasa lebih tinggi dari angkatan sebelumnya, formasi ini juga sebagai bentuk sindiran kepada panitia OPAK Universitas yang membentuk formasi logo Universitas. Padahal, seharusnya formasi pembukaan OPAK Universitas bisa digunakan untuk menyatakan sikap penolakan terhadap UKT yang semakin tinggi, karena momennya tepat.” Ujar Yazid selaku wakil ketua panitia OPAK Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo kepada kru lpminvest.com.

Aksi ini juga dilatarbelakangi keresahan mahasiswa yang merasa terbebani oleh tingginya biaya UKT.

“Saya keberatan dengan tingginya biaya UKT yang saya peroleh, harapan dengan adanya formasi aksi seperti ini  supaya biaya UKT dapat disesuaikan dengan pendapatan orangtua mahasiswa baru.” Tutur Fathoni mahasiswa baru angkatan 2016 Jurusan Akuntansi Syariah saat diwawancarai selepas mengikuti formasi aksi. (Ahna_[i]).

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*