Home / NEWS / Peringati Hari Pangan Sedunia, Mahasiswa KKN Pamerkan Brownies Singkong

Peringati Hari Pangan Sedunia, Mahasiswa KKN Pamerkan Brownies Singkong

WhatsApp Image 2020-10-16 at 2.27.53 PM (1)

lpminvest.com- (16/10/20). Singkong adalah tumbuhan pangan yang dapat tumbuh di mana pun, bahkan tanah di pekarangan warga pun dapat menumbuhkan Singkong. Di Dusun Welang, Kabupaten Kendal, kebanyakan warganya pun menanam singkong. Hasilnya, singkong di dusun tersebut melimpah. Sayangnya, hasil yang melimpah tidak diikuti pemanfaatan yang optimal. Singkong masih dijual sebagai bahan mentah dengan nilai ekonomis rendah. “Pohong nek disade sak kilone mung pados tigangewu (re: singkong satu kilo cuma laku tiga ribu),” keluh Mutiah salah satu warga.

Mengetahui kondisi tersebut, mahasiswa KKN Reguler dari Rumah Angkatan 75 yang tergabung dalam kelompok 93 dan berbasis di Kabupaten Kendal menawarkan cara baru olah singkong. Bertempat di Aula Majelis Ta’lim Miftahul Huda, Welang, mahasiswa KKN kompak memamerkan brownies singkong dan membagikannya kepada Ibu-ibu Jamiyah Waqiah seusai pengajian. Antusiasme Ibu-ibu terhadap brownies singkong pun muncul. Menurut mereka, brownies singkong adalah olahan baru yang belum pernah terpikikirkan.

“Biasane nek kulo yo pohong tak damel ndok gludhug karo gethuk. Iki kok iso dadi brownies. Rasane koyo brownies temenan (biasanya singkong saya jadiin ndok gludhug atau gethuk. Ini kok bisa jadi bronis. Rasanya juga beneran brownies),” kelakar Ibu Rupik, salah satu Jamiyah. Atika, salah satu anggota kelompok 93 menimpali kelakar tersebut dengan menjelaskan proses pembuatan brownies dari singkong.

“Pertama, singkong diiris tipis dan direndam selama tiga hari dengan pergantian air sehari sekali. Kedua, rendaman singkong dijemur sampai kering. Ketiga, haluskan singkong yang kering sampai jadi tepung. Nah, tepung singkong ini yang dipakai sebagai pengganti tepung terigu untuk membuat brownies,” papar Atika.

Hal ini semakin membangkitkan minat Ibu-ibu dalam menyimak perubahan singkong wujud menjadi brownies.

Sebelum sesi “pamer brownies” di tutup, Koordinator Kelompok 93, Jauhari mengajak ibu-ibu bernostalgia.

“Kalau kemarin ada yang melihat kami ambil singkong di kebun dan jemur singkong, nah singkong itu yang saat ini jadi brownies. Jadi, ibu-ibu juga bisa bikin di rumah apalagi di dusun ini banyak singkong,” ujar Jauhari.

Jauhari juga memaparkan bahwa harga tepung singkong bisa sampai tigapuluh ribu satu kilonya, beda jauh sama harga singkong mentah. Nida_[i]

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*