Home / NEWS / 1.661 Wisudawan Online Jadi  Duta Walisongo, Begini Wejangan Rektor dan Gubernur Jateng

1.661 Wisudawan Online Jadi  Duta Walisongo, Begini Wejangan Rektor dan Gubernur Jateng

Sumber :Youtube UIN Walisongo Semarang https://youtu.be/pKqVMtwo8Ig

Sumber :Youtube
UIN Walisongo Semarang https://youtu.be/pKqVMtwo8Ig

lpminvest.com- Prosesi Wisuda UIN Walisongo periode Agustus dilaksanakan di ruang maya melalui Live Streaming Youtube UIN Walisongo Semarang. Menurut Keputusan Rektor UIN Walisongo Semarang Nomor 211 Tahun 2020  disebutkan bahwa ada 1.661 wisudawan yang dilepas hari ini, baik dari tingkat Doktor (S3), Magister (S2), Sarjana (S1), dan Diploma (D3). Bahkan wisudawan juga menerima gelar  sebagai Duta Walisongo. Kamis, (6/8/2020).

“Selamat, hari ini adalah saksi disyahadatkannya anak-anakku sebagai Duta Walisongo yang mampu dan harus membumikan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, moderasi beragama, ramah lingkungan, dan duta kemanusiaan dan peradaban,” tegas Imam Taufiq Rektor UIN Walisongo Semarang.

Dua keistimewaan Duta Walisongo yaitu memiliki spriritualitas dan ketangguhan mentalitas.

“Spiritualitas dan ketangguhan mentalitas harus tetap dijaga. Secara administratif, saudara memang sudah menyelesaikan tanggung jawab akademik, akan tetapi secara moral, emosional, kultural maupun spiritual  harus terus berjalan untuk menjaga nama baik kampus, dan tetaplah menjadi Duta Walisongo sampai akhir hayat,” pesan terinci Imam Taufiq.

Imam juga memberikan gambaran bahwa IPK bukan jaminan kesuksesan,yang menjadi jaminan adalah komitmen, moral dan akhlak kita. Masa depan  perlu ditingkatkan, bukan lagi soal konsep, diskusi, wacana. Akan tetapi  jadikan karya nyata penuh action plan sehingga menjadi insan yang hebat. Namun ingat master plan yang sesungguhnya adalah milik Allah. Oleh karena itu, seimbangkan agar memperoleh berkah.

Hal tersebut sejalan dengan Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah yang menyampikan  bahwa kelulusan adalah batu loncatan untuk melihat rimba ilmu yang sesunggunya.

“Putar otak dan peras keringatmu, jadikan pandemi ini sebagai momentum untuk meneliti budaya keilmuan kita. Menata ulang cara berpikir, masa sulit harus jadi batu loncatan  para sarjana dan doktor yang hari ini diwisuda merupakan benang  merah aktivitas intelektual dijalankan di masa pandemi. Tugas Akhir, Skripsi, Tesis, dan Disertasi adalah jalan setapak yang bisa membawa kita ke rimba keilmuwan. Kesanggupan itu dapat kita lihat dari sejauh mana mental dan spirit kita,” ungkapnya. [i]

Wejangan terakhir yang disampaikan Imam Taufiq yaitu berupa wujud pantun.

Al kisah sosok kuda sembrani

Diceritakan gagah perkasa lagi berani

Duta walisongo terlahir hari ini

Menjadi generasi bangsa yang santun dan mumpuni

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*