Home / NEWS / LPM Invest Menumbuhkan Suasana Akademik Kru Lewat SPE

LPM Invest Menumbuhkan Suasana Akademik Kru Lewat SPE

Wakil Dekan III, Khoirul Anwar menghadiri pembukaan Sekolah Pemikiran Ekonomi di Gedung H-6. Senin, (25/2/2019)

Wakil Dekan III, Khoirul Anwar menghadiri pembukaan Sekolah Pemikiran Ekonomi di Gedung H-6. Senin, (25/2/2019)

lpminvest.com – Guna menjaga budaya literasi kru di saat libur perkuliahan, LPM Invest menggelar kegiatan Sekolah Pemikiran Ekonomi (SPE) yang bertajuk Membangun Insan Pers yang Kritis dalam Menghadapi Tantangan Ekonomi.

Selain menjaga budaya literasi, SPE juga bertujuan sebagai upaya untuk memberikan penguatan landasan berpikir bagi kru di bidang ekonomi.

“Kegiatan ini wajib diikuti oleh wadyabala Invest, karena sebagai landasan berpikir untuk menghadapi tantangan ekonomi,” ungkap Hasna Aulia, Pimpinan Umum LPM Invest saat menyampaikan sambutan. Senin, (25/2/2019).

Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung H-6 ini akan diadakan selama dua hari, yaitu 25-26 Februari 2019.

Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo Semarang,  Khoirul Anwar menyampaikan apresiasinya terhadap SPE. Menurutnya, SPE menjadi bagian dari langkah untuk membangun suasana akademik di kampus.

“Dalam penilaian akreditasi salah satunya ada aspek suasana akademik, yaitu kegiatan akademik yang berada di luar perkuliahan salah satunya seperti SPE ini, seminar, kompetisi, dan lain-lain,” terang Khoirul Anwar.

Kegiatan yang diselenggarakan setiap satu tahun sekali ini mengkaji berbagai kajian ekonomi klasik dan modern. Untuk itu Hasna berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan mental kritis para kru dalam bidang ekonomi.

Adapun Khoirul Anwar, berharap LPM Invest sebagai lembaga pers kampus mampu mengajak mahasiswa lain untuk gemar membaca dan menulis serta mendorong melek teknologi, terlebih teknologi di bidang ekonomi dan finansial. Meskipun tidak semua mahasiswa memiliki fasilitas teknologi. (Ari_[i])

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*