Home / NEWS / Studium General, Dekan FEBI Himbau Mahasiswa Lulus Tepat Waktu

Studium General, Dekan FEBI Himbau Mahasiswa Lulus Tepat Waktu

Dekan FEBI, Imam Yahya saat menyampaikan sambutan pada studim general 2018 di Audit II Kampus III. Kamis, (1/3/2018).

Dekan FEBI, Imam Yahya saat menyampaikan sambutan pada studium general 2018 di Audit II Kampus III UIN Walisongo. Kamis, (1/3/2018).

lpminvest.com Menyambut perkuliahan semester genap 2017/2018, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang menggelar studium general dengan mengusung tema “Behaviors In Accountinng and Business: Moderating Personality and Culture”. Kamis, (1/3/2018).

Studium general tersebut dihadiri oleh seluruh mahasiswa FEBI dari Jurusan Ekonomi Islam, D3 dan S1 Perbankan Syariah, serta Akuntansi Syariah. Acara yang berlangsung kurang lebih tiga jam itu menghadirkan pembicara Ratno Agriyanto, dosen FEBI.

Ali Murtadho mewakili Dede Rodin selaku ketua panitia mengatakan bahwa tujuan diadakannya acara tersebut adalah untuk menumbuhkan semangat baru bagi mahasiswa dalam mengawali perkuliahan.

Pria berkacamata itu mengingatkan kepada mahasiswa FEBI untuk segera mempersiapkan judul skripsi ketika telah mengambil mata kuliah metode penelitian.

“Mengapa pelu diperhatikan, karena banyak mahasiswa yang tidak lulus-lulus akibat skripsi tidak dipersiapkan dari awal. Mahasiswa jadi banyak nganggur, tidak lulus-lulus akibat persoalan skripsi,” tuturnya saat menyampaikan sambutan di Auditorium II Kampus III.

Wakil Dekan I itu pun berharap keinginan seluruh mahasiswa FEBI untuk lulus tepat waktu dapat tercapai. Mengingat yang berminat meneruskan kuliah di FEBI semakin banyak.

Senada dengan Ali Murtadho, Dekan FEBI, Imam Yahya dalam sambutannya pun menghimbau mahasiswa FEBI untuk lulus tepat waktu.

“Maka mulai sekarang tulis di rumah atau kamar kos saudara bahwa saya akan lulus di semester delapan. Itu harapan kami. Mudah-mudahan saudara-saudara sekalian dapat selesai tepat waktu,” tandas pria asal Brebes itu.

Di ujung sambutannya, Ali Murtadho menuturkan bahwa skripsi adalah persoalan menulis. Menulis tanpa membaca jangan berharap mampu mendapatkan judul skripsi. Jika ingin segera mendapat judul maka harus banyak membaca.

“Jadi adik-adik mahasiswa harus berusaha untuk mempersiapkan skripsi sejak dini,” tegasnya. (Fariza/Anna-[i]).

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*